Ngada Bertekad Kembangkan 15 Ribu Hektar Program TJPS
Penulis: Wim de Rozari/Editor: Wentho Eliando

By Editor Florespos 04 Des 2021, 22:24:22 WIB Nusa Bunga
Ngada Bertekad Kembangkan 15 Ribu Hektar Program TJPS

Bupati Ngada Andreas Paru berbincang dengan Kadis Pertanian Kabupaten, Paskalis Wale dan PPL di Lokasi Kebun Program TJPS Malawawo, Desa Los, Kecamatan Soa, Sabtu (4/12/2021)


Bajawa, Florespos.net-Bupati Ngada, Andreas Paru, Sabtu (4/12/2021), memantau pengembangan jagung program tanam jagung panen sapi (TJPS), di Kebun Desa Loa, Kecamatan Soa seluas 5 hektar.

Pada kesempatan itu, Bupati Andreas mengatakan, pada tahun anggaran 2022, Pemerintah Daerah (Pemda) akan mengembangkan tanaman jagung Program TJPS seluas 15 hektar.

Program ini akan dikembangkan di beberapa wilayah termasuk di Soa pada kawasan Zeu dan Malawawo.

Baca Lainnya :

Pemerintah, kata Bupati berniat menjadikan Kabupaten Ngada sebagai pusat komoditi jagung.

Hal ini untuk mengatasi persoalan bibit jagung yang selama ini didatangkan dari luar sekaligus menjawabi kebijakan Pemerintah Pusat untuk memanfaatkan semua produk lokal termasuk di bidang pertanian.

Bupati Andreas mengatakan, dalam kaitan implementasi Program Tante Nela Paris, melalui APBD Perubahan 2021 telah mengadakan alat mesin pertanian (Alsintan), berupa traktor 6 unit roda 4 dan handtraktor 50 unit.

Dan melalui APBD tahun 2022, akan ada pengadaan traktor roda 4 sebanyak 60 unit, hand traktor 100 unit, alat pemecah kemiri dan pemetik cengkeh.

“Sudah saatnya kita memperkuat alat mesin pertanian untuk tingkatkan produktifitas pertanian. Potensi pertanian kita banyak, sehingga untuk meningkatkan produktifitasnya cara tradisional harus mulai kita tinggalkan dan beralih ke mekanisasi pertanian,” kata Bupati Andreas.

Sementara Kepala Desa Loa, Gregorius Keo Muga mengatakan, pengembangan jagung Program TJPS di Kebun Desa Loa dilaksanakan di atas lahan seluas 5 hektar dengan jenis bibit jagung lamuru.

Jagung tersebut, menurut dia, mulai di tanam perdana pada 16 Nopember 2021 lalu oleh Bupati Ngada bersama Kadis Pertanian.

“Dari luas lahan itu, ditargetkan dapat mencapai hasil panenan sebanyak 15 ton. Hasil panenan ini akan dimanfaatkan sebagai bibit atau penangkar benih program TJPS,” kata Gregorius.

Gregorius mengatakan, pengembangan jagung Program TJPS di Kebun Desa dilakukan secara swadaya oleh kelompok tani didampingi PPL dari Dinas Pertanian. Pemerintah provinsi dan kabupaten membantu dalam bentuk bibit dan pupuk.*




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment