Menjawab dengan Kinerja Kerja
Oleh: Frans Obon

By Editor Florespos 25 Nov 2021, 14:49:27 WIB Bentara Net
Menjawab dengan Kinerja Kerja

Frans obon


KURSI KOSONG Wakil Bupati Ende sudah terisi dengan terpilihnya Emanuel Erikos Rede. Proses politiknya di DPRD Ende pun sudah selesai. Anggota Dewan telah menjatuhkan pilihan politiknya. Erik Rede mendapatkan 23 suara sedangkan pesaingnya Dominikus Minggu Mere mendapat 6 suara.

Undang-undang sudah mensyaratkan bahwa proses pengisian jabatan politis seperti ini dikembalikan ke DPRD, bukan melalui pemilihan langsung oleh rakyat. Ketika proses politik di bawah kendali DPRD, selalu ada dinamika politik yang tinggi dan syarat berbagai kepentingan politik. Karena memang DPRD adalah lembaga politik.

Adalah persoalan yang lain dan berbeda mengapa seseorang bisa berada di lembaga Dewan, apa motifnya, dan dengan cara apa dia bisa memenangkan kontestasi Pemilu kendati syarat ideal untuk menjadi wakil rakyat tidak terpenuhi, misalnya. Atau kompetensinya berada di atas rata-rata. Persoalan ini pun bisa diperdebatkan (debateable) mengenai ukuran, standar penilaian mengenai suatu kompetensi ideal.

Baca Lainnya :

Kita akui bahwa akar dari semua hal demikian, terutama dalam konteks pemilihan langsung, adalah beragamnya kepentingan di kalangan rakyat kita yang menciptakan disparitas antara kenyataan yang kita terima dengan ideal mengenai politik kebaikan umum yang menjadi tujuan asasi dari aktivitas politik. Tetapi apapun hasilnya kita harus menerimanya sebagai konsekuensi proses politik.

Dalam konteks pemilihan Wakil Bupati Ende, proses politiknya sudah selesai dilakukan oleh anggota DPRD Ende. Beberapa langkah awal telah dilakukan Wakil Bupati terpilih, Erik Rede dengan melakukan kunjungan politik ke beberapa tokoh. Kendati bukanlah hal yang esensial di dalam kerja-kerja politik birokrasi, tetapi langkah ini dianggap sebagai adanya itikad baik, sebagai langkah cooling down untuk mengakhiri semua perbedaan dalam proses politik pengisian Wakil Bupati Ende.

Dengan pengalaman tiga periode di DPRD Ende, Wakil Bupati terpilih setidaknya memiliki pemahaman yang memadai untuk mengambil kebijakan politik pembangunan di Kabupaten Ende. Wakil Bupati terpilih mengatakan kepada media bahwa pihaknya akan menggunakan jalur politik yang dimilikinya untuk mendatangkan sebanyak mungkin dana-dana pembangunan di Kabupaten Ende.

Apa yang paling penting sebagai ujung akhir dari proses politik pemilihan yang juga menjadi ujung pertama dari rentang perjalanan selama dua tahun ke depan?

Pertama, Wakil Bupati terpilih harus fokus pada tugas pokoknya sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang. Tidak ada visi dan misi baru, sebaliknya konsisten menjalankan visi dan misi yang sudah ada. Tugas beratnya adalah memenuhi janji-janji kampanye sebagaimana yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Kita sepakat bahwa masih ada Sekretaris Daerah (Sekda), asisten, staf ahli dan kepala-kepala dinas dalam birokrasi sebagai ujung tombak pelaksanaan program Bupati dan Wakil Bupati. Meskipun kita akui bahwa penempatan posisi penting di dalam birokrasi seringkali dikalahkan oleh interese politik sehingga ideal the right man on the right place tidak selalu terpenuhi. Malah banyak kali terjadi the wrong man in the right place.

Maka tugas Wakil Bupati adalah memastikan adanya koordinasi, mengorkestra seluruh kebijakan politik pembangunan di birokrasi pemerintahan. Menguatnya ego sektoral di birokrasi adalah salah satu kendala terbesar dalam pelaksanaan pembangunan. Setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjaga dan memagar kaplingnya.

Fungsi koordinasi seluruh kebijakan pembangunan dalam tubuh birokrasi tidaklah mudah. Hal tersebut memprasyaratkan bahwa Wakil Bupati memiliki konsep dan peta jalan yang mengarahkan seluruh gerbong birokrasi. Konsep itulah yang menggerakkan mesin birokrasi.  Ke mana orang berlari agar kita tidak seperti orang yang berlari kian kemari tanpa tujuan. Karena berlari tanpa tujuan itulah maka pembangunan berjalan biasa-biasa saja dan dikerjakan seperti biasanya.

Kedua, birokrasi dengan motivasi tinggi (high motivation). Fungsi koordinasi bukan sebatas mengumpulkan pemimpin di level bawah. Berlari dari suatu rapat ke rapat lainnya. Energi seorang pemimpin dihabiskan dengan rapat-rapat dan pidato-pidato. Bergerak dari satu seremoni ke seremoni dengan pengalungan-pengalungan selendang. Fungsi koordinasi adalah bagaimana seorang pemimpin menggerakkan birokrasi, memilih orang-orang atau birokrat yang bermotivasi tinggi untuk mengerjakan program pembangunan yang sudah dirancang. Pemimpin memastikan bahwa birokrasi bergerak dan ada hasilnya.

Ketiga, kepemimpinan. Pemimpin itu hadir di  mana-mana tapi kadang kita tidak merasakan adanya energi kepemimpinan. Kabupaten Ende sudah barang pasti membutuhkan energi kepemimpinan yang mampu dirasakan oleh rakyat. Dinamika pembangunan akan memunculkan energi kepemimpinan.

Karena itu dalam konteks pengisian jabatan Wakil Bupati Ende, semua keraguan, pujian dan sorak-sorai kemenangan, harus dimulai dari kerja keras dan berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Ende, baik yang ditunjukkan oleh angka-angka statistik maupun yang paling utama yang dirasakan oleh masyarakat.

Kita percaya bahwa keraguan, pujian dan sorak-sorai kemenangan adalah daya dorong agar pemerintah bekerja lebih keras lagi.

Kita boleh berikhtiar untuk mendatangkan dana miliaran rupiah. Tapi tanpa diawasi dan dimanfaatkan sepenuhnya bagi kepentingan rakyat, sama sekali tidak berguna.

Ikhtiarkan kita adalah gunakan dana-dana APBD kita dengan benar dan baik, maka hasilnya akan langsung dirasakan

Kita berharap Wakil Bupati Ende menjawab semua keraguan, harapan, pujian dan sorak sorai kemenangan dengan kinerja kerja yang baik.*




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment


Kanan - Iklan SidebarKanan-Iklan ILM

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.