Lembata Masih Butuh 1.781 Rumah Untuk Pengungsi Korban Banjir Seroja
Penulis: Maxi Gantung/Editor: Wentho Eliando

By Editor Florespos 13 Okt 2021, 09:35:08 WIB Nusantara
Lembata Masih Butuh 1.781 Rumah Untuk Pengungsi Korban Banjir Seroja

Ketua DPRD Lembata, Petrus Gero


Lewoleba, Florespos.net-Banjir seroja yang terjadi April 2021, di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, tidak hanya merusak rumah, tapi juga memakam puluhan korban yang meninggal dunia.

Pemerintah pusat sedang membangun 700 unit rumah untuk pengungsi di dua kecamatan tersebut. Sementara masih ada 1.781 kepala keluarga yang harus dipindahkan dan membangun rumah baru.

Ketua DPRD Lembata, Petrus Gero kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (11/10/2021) mengatakan lembaga DPRD dan Pemerintah Daerah (Pemda) Lembata beberapa waktu lalu bertemu Dirjen Perumahan Rakyat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyampaikan terima kasih atas dibangunnya 700 rumah tersebut.

Baca Lainnya :

Petrus Gero menjelaskan, data Pemda Kabupaten Lembata disampaikan saat bertemu Dirjen Perumahan Rakyat, bahwa kebutuhan rumah bagi korban banjir seroja di Kecamatan Ile Ape dan Kecamatan Ile Ape Timur sebanyak 2481 rumah, dan yang sudah dibangun pemerinta pusat 700 unit tipe 36.

Petrus Gero mengatakan masih ada 1.781 rumah yang mesti dibangun lagi untuk korban banjir seroja. Jumlah 1.781 rumah itu, tidak bisa dibiayai dari APBD II, karena kemampuan keuangan daerah tidak cukup.

Karena itu, pemerintah bersama DPRD Lembata minta kepada pemerintah pusat untuk membangun 1.781 rumah untuk korban banjir seroja. Setelah bertemu Dirjen Perumahan Rakyat, mereka bertemu dengan denga anggota komisi 11 DPR RI, Markus Mekeng untuk minta bantuan dan menyampaikan kebutuhan perumahan bagi para pengungsi di Kecamatan Ile Ape Timur dan Ile Ape.

“Untuk tahun 2022 dan 2023, pemerintah pusat akan bangun rumah untuk pengungsi. Namun soal kepastian berapa banyak rumah yang dibangun nanti belum diketahui,” kata Petrus Gero.

Petrus Gero mengatakan di beberapa desa di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, mau tidak mau harus di relokasi ke tempat yang baru menginggat beberapa desa di wilayah tersebut sangat rawan.

Apalagi kondisi gunung api Ile Lewotolok yang saat ini sedang erupsi dan bunyi gemuruh begitu besar terjadi setiap hari, maka masyarakat di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur yang ada di bawa kaki gunung Ile Ape mesti waspada.

Petrus Gero pada kesempatan itu, juga minta kepada masyarakat Kecamatan Ile Ape dan Kecamatan Ile Ape Timur untuk tetap waspada dengan erupsi gunung Ile Lewotolok.*




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment