Ketua Dekranasda Ajak Warga Kenakan Kain Tenun Asli Nagekeo
Penulis: Arkadius Togo/Editor: Wentho Eliando

By Editor Florespos 24 Nov 2021, 11:16:37 WIB Nusa Bunga
Ketua Dekranasda Ajak Warga Kenakan Kain Tenun Asli Nagekeo

Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do dan Ketua Dekranasda Nagekeo, Ny.Eduarda Y.P Gati mengenakan selendang kain tenun ikat Nagekeo


Mbay, Florespos.net-Ketua Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Kabupaten Nagekeo, Eduarda Y.P Gati mengajak kaum milenial dan masyarakat setempat mengenakan kain tenun tradisional asli hasil tenun para penenun Nagekeo, sebagai upaya menjaga dan melestarikan warisan para leluhur.

“Saat ini banyak beredar produk-produk yang menyerupai motif tenun Nagekeo. Produk itu tidak dikerjakan oleh para penenun, melainkan dikerjakan secara massal menggunakan teknologi mesin. Saya ajak kita semua mengenakan kain tenun asli hasil tenun para penenun Nagekeo,” kata Eduarda Gati kepada Florespos.net, Selasa (23/11/2021) malam.

Ia menyampaikan itu, usai kegiatan penutupan Pendidikan Kecakapan Wirausaha Tenun Ikat bagi 38 Kaum mileneal di Aula Sekda Nagekeo.

Baca Lainnya :

Menurut istri Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, ini produk-produk itu dengan sendirinya dapat mengancam keberadaan kain tenun asli yang ditenun oleh para penenun setempat.

Selain itu, katanya, kualitas dari produk yang dihasilkan juga sangat jauh berbeda dari produk asli yang dihasilkan dari proses menenun.

“Karena itu, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga, melestarikan dan mengembangkan serta menggali warisan para leluhur. Untuk itu kita gunakan produk asli buatan para penenun,” kata Eduarda Gati.


Eduarda Gati juga mengajak seluruh masyarakat dan stakeholder lainnya untuk terus mendukung para penenun agar berinovasi tanpa meninggalkan keahlian yang ada. Karena dengan begitu, warisan nenek moyang akan tetap lestari dan para penenun bisa lebih sejahtera dari produk asli tersebut.

Kepada para penenun, Eduarda Gati mengajak untuk terus berinovasi dan berkreasi tanpa meninggalkan keahlian yang ada guna menghadapi gempuran kemajuan teknologi yang begitu pesat.

Para penenun diharapkan tidak menurunkan kualitas produk agar produknya laku terjual di pasaran. Demikian juga para pedagang, tidak hanya mencari keuntungan tanpa mempertimbangkan pelestarian warisan leluhur.

“Sebagai konsumen, kita harus bangga ketika menggunakan kain tenun asli dari penenun Nagekeo. Bersama kita jaga, lestarikan dan kembangkan apa yang sudah diwariskan oleh para leluhur kita,” kata Eduarda Gati.


Sementara Kepala Dinas Koperindag dan UMKM Kabupaten Nagekeo, Maria Kristildys Simporosa Djawaria mengatakan di tengah pandemi Covid-19 yang mematikan hampir seluruh sektor perekonomian, pihaknya bekerjasama dengan Dekranasda berupaya membangkitkan perajin/penenun bukan hanya dari satu lini saja, tetapi dari empat lini, baik itu pariwisata, koperasi, pertanian dan IKM.

Hal ini dimaksudkan, agar sektor-sektor tersebut terus melaju dan berkembang sambil tetap menjaga kualitas, mutu dan keaslian produk yaitu nilai tradisi dan budaya tenun ikat. Selain itu agar pendampingan maksimal berjalan beriringan dan bisa memfasilitasi pemasaran.

Maria Kristildys mengatakan, peran Disperindag, salah satunya memfasilitasi pemenuhan bahan baku produksi selain pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui pembinaan dan pendampingan. Tujuannya agar produk yang dihasilkan dapat menembus ekspor luar negeri dengan ijin dan hak paten.

Maria Kristildys mengatakan, dari segi permodalan juga dibantu untuk membuat pembukuan yang baik, transparan dan kredibel.

Salah seorang mahasiswa Universitas Flores, Ucok Du'e mengapresiasi Pemerintah Daerah dalam hal ini Dekranasda Nagekeo dan seluruh stakeholder terkait untuk pelatihan ini.

“Saya sebagai anak muda Nagekeo merasa sangat bangga dengan adanya kegiatan ini, dengan begitu akan ada banyak penerus sehingga kelestarian budaya tenun ikat ini tetap ada kedepannya,” katanya.

Informasi yang dihimpun Florespos.net, hasil tenun kain tenun ikat mereka nantinya akan dipasarkan melalui platform digital milik Dekranasda.

Dukungan Pemerintah Daerah juga sangat luar biasa, selaras dengan visi misi Bupati Ngaekeo. Diharapkan bisa terus berlanjut. Pada akhir pelatihan, para peserta mendapatakan alat tenun, benang, dan modal awal.*




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment


Kanan - Iklan SidebarKanan-Iklan ILM

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.