Investasi di NTT Semester Pertama 2021 Rp1,2 Triliun
Penulis: Leo Ritan/Editor: Anton Harus

By Editor Florespos 23 Okt 2021, 10:36:38 WIB Daerah
Investasi di NTT Semester Pertama 2021 Rp1,2 Triliun

Kepala Dinas PMPTSP NTT, Marsianus Jawa.


Kupang, Florespos.net - Realisasi investasi di NTT pada semester pertama tahun 2021 baik yang berasal dari penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN) senilai Rp2,276 triliun lebih dari target yang ditetapkan sebesar Rp7 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) NTT, Marsianus Jawa merincikan, dari total realisasi investasi itu, yang bersumber dari PMA senilai Rp30,088 miliar lebih dan PMDN senilai Rp2,246 triliun lebih.

“Bila merujuk pada realisasi yang ada, maka realisasi investasi pada triwulan pertama 2021 senilai Rp1,149 triliun lebih dan triwulan kedua senilai Rp1,141 triliun lebih,” kata Marsianus di Kupang, Jumat (22/10/2021).

Baca Lainnya :

Ia menyampaikan, realisasi investasi tersebut berasal dari 29 bidang usaha dengan jumlah izin yang telah dikeluarkan sebanyak 845 izin yang terdiri dari 177 izin PMA dan 765 izin PMDN. Bidang usaha tersebut sebagai berikut penyedia jasa akomodasi, perhotelan, real estate, perkebunan, pertanian, peternakan, kelautan dan perikanan, perdagangan, industri. Selain itu, ekstraksi garam, arena permainan/hiburan, kelistrikan, restoran, telekomunikasi, kesehatan, aktivitas penyewaan, pendidikan, konstruksi, perhubungan, arsitek. Perjalanan wisata, wisata selama/wisata tirta, konsultasi, lain- lain, aktivitas lainnya, pertambangan, nakertrans, pariwisata, dan pergudangan.

Menurut Marsianus, realisasi investasi yang masih sangat rendah ini bukan hanya dialami Provinsi NTT tapi juga secara nasional. Artinya, persoalan investasi yang dihadapi itu hampir sama mulai dari tingkat nasional hingga daerah. Misalkan, pembangkit listrik tenaga angin di Timor Tengaha Selatan (TTS) dan Belu hingga saat ini belum dapat beroperasi karena belum ada kesepakatan harga jual antara investor dan PLN. Demikian halnya dengan pabrik garam di Kualin, TTS karena belum tuntasnya persoalan lahan.

“Sejumlah aspek ini yang turut mempengaruhi rendahnya realisasi investasi di Provinsi NTT,” papar Marsianus.

Menjawab pertanyaan hingga akhir tahun target investasi bisa tercapai, ia mendaku sulit mencapai target yang ditetapkan senilai Rp7 triliun tersebut. Karena melihat realisasi pada semester pertama, diperkirakan hingga akhir tahun hanya bisa mencapai Rp5 triliun. Dengan asumsi bahwa setiap triwulan, realisasi investasi sebesar Rp1 triliun lebih.

Marsianus menyebutkan sejumlah kendala yang dihadapi terkait pencapaian realisasi investasi, antara lain adanya pandemi covid-19. Adanya penerapan online single submission risk based approach (OSS-RBA) yang baru. OSS- RBA adalah sistem perizinan berusaha yang terintegrasi secara elektronik. Sistem OSS ini dikelola dan diselenggarakan oleh lembaga OSS dalam hal penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko. Perubahan terkait kebijakan OSS-RBA ini tentunya membutuhkan pendampingan yang intensif.

Persoalan lainnya, pendampingan tidak dilakukan secara maksimal karena adanya kebijakan pengurangan mobilitas akibat pandemi covid-19. Banyak perusahaan mengambil kebijakan untuk pembatasan akibat pandemi covid-19 sehingga rencana investasi belum dapat dilaksanakan. *




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment


Kanan - Iklan SidebarKanan-Iklan ILM

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.