BORONG, FLORESPOS.net-Memasuki masa panen raya di Pota harga bawang merah petani justru merosot tajam hingga nyaris mencapai 50 persen dibandingkan harga sebelumnya. Sebelumnya harga per kilogram Rp25 ribu, kini anjlok menjadi Rp14 ribu.

Demikian Jul Firlan, petani bawang asal Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kamis (11/7/2024).

Firlan mengatakan, harga yang jauh dibawah standar sangat merugikan petani. Kata Firlan, untuk sekali tanam  petani sedikitnya mengeluarkan biaya sebanyak Rp 5-10 juta tergantung jenis bawang dan luas lahan.

Harga bawang pada musim panen, seperti jauh dibawah harga standar. Para petani membeli bibit di luar daerah seperti Makasar dan Surabaya dengan harga Rp35.000 per kg.

Harga yang ada tidak sebanding dengan biaya yang telah dikeluarkan sejak proses tanam hingga panen.

Dia berharap harga dipasaran tetap stabil, karena biasanya pada saat panen harga jauh dibawah harga normal, sehingga kebanyak para petani malas tanam bawang.

Para petani selalu berharap pada saat mulai panen pemerintah melakukan intervensi dan menampung tanaman bawang milik petani untuk dijual diluar daerah dengan harga yang lebih mahal.*

Penulis: Albert Harianto I Editor: Anton Harus

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *