ENDE, FLORESPOS.net-Puluhan ternak babi milik warga Desa Kebirangga, Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende mati mendadak.

Informasi ini disampaikan oleh warga Kebirangga, Kecamatan Maukaro, Laurensius Seru.

Camat Kecamatan Maukaro, Manstuetus Bana dikonfirmasi Florespos.net, Minggu (7/7/2024) siang membenarkan hal ini.

Camat mengatakan saat ini pihaknya sedang mendata jumlah ternak babi yang mati serta berkomunikasi dengan petugas penyuluh di wilayah itu dan berkordinasi dengan dokter hewan dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ende.

“Benar ada laporan dari masyarakat kemarin katanya babi ada babi yang tidak mau makan dan mati. Saya koordinasikan dengan petugas dari Dinas Pertanian dan Peternakan sehingga solusi tindak lanjutnya bisa ditangani secara baik,” kata camat.

Dari hasil pantauan dan laporan dari masyarakat diketahui ternyata ternak babi yang mati itu karena kesalahan dari masyarakat atau peternak sendiri.

“Saat ini saya sudah komunikasi dengan masyarakat yang babinya mati. Ternyata ada ternak babi yang mati dimasukan ke kandang ternak babi yang masih hidup sehingga menyebabkan babi yang ada di kandang itu juga terpapar dan ikut mati,” kata Camat.

Camat mengatakan saat ini pemerintah Kecamatan Maukaro sedang mendata pasti jumlah atau total ternak babi yang mati di wilayah itu.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ende, Gadir Dean kepada Florespos.net, Minggu (7/7/2024) mengatakan pihaknya sudah menurunkan petugas ke lapangan. Dari hasil pendataan diketahui jumlahnya tidak mencapai ratusan tetapi sebanyak 34 ekor.

“Petugas sudah di lapangan dan jumlahnya tidak sampai ratusan tapi 34 ekor. Saat ini petugas kami dan staf dari Kecamatan sudah di lapangan,” katanya.

Plt Kadis Pertanian dan Kesehatan juga mengatakan ternak babi yang mati itu akan diambil sampelnya untuk dikirim ke Balai Besar Veteriner Denpasar untuk mengetahui pasti penyebab matinya ternak babi di wilayah itu.

“Kita ambil sampelnya kirim ke BBvet Denpasar supaya bisa tau apakah itu ASF atau hog cholera,” katanya.

Dinas Pertanian dan Peternakan Ende mengimbau agar warga khususnya peternak babi tetap waspada dan menerapkan biosecurity di kandang. *

Penulis: Willy Aran I Editor: Wentho Eliando

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *