LARANTUKA, FLORESPOS.net-Gunung Api Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus meletus dalam satu bulan ini.

Setiap hari Gunung Api yang berdiri tegak di dua kecamatan, Wulanggitang dan Ilebura dengan ketinggian 1.584 meter d.a.p.l ini, paling sedikit terekam lebih dari dua kali meletus.

Material abu vulkanik yang begitu tebal, juga pasir terus berhembus keluar dari pusat erupsi dan bau belerang sangat menyengat mengganggu kehidupan normal warna sekitar Gunung Api Lewotobi Laki-laki.

Setidaknya, setiap hari, warga yang bermukim persis di lereng Gunung Lewotobi Laki-laki, merasakan dampak abu vulkanik dan bau belerang. Mereka tidak bisa beraktivitas dengan baik.

“Dalam rumah saja setiap hari  kami nikmati abu vulkanik dan bau belerang. Sudah satu bulan ini kami tidak bisa bekerja dengan baik. Kami tidak bisa ke kebun,” ungkap Efrem Ladjar, warga Desa Persiapan Padang Pasir, Kecamatan Wulanggitang kepada Florespos.net, Kamis (4/7/2024.

Selain tidak bisa ke kebun atau ladang, umumnya mereka juga tidak bisa memetik sayur dan buah-buahan yang di tanam di pekarangan rumah. Semua itu sudah kontaminasi dengan abu vulkanik erupsi dan belerang.

“Beberapa hari lalu, ada yang ke kebun ambil sayur dan buah-buahan untuk makan, tapi setelah makan ada yang sampai muntah-muntah,” kata Efrem.

“Kami juga alami kesulitan air bersih. Selama ini, kami dapat air dari bak induk di Desa Boru Kedang, tapi beberapa waktu lalu ada pipa yang patah sehingga distribusi air berkurang,” kata Efrem lagi.

Kata Efrem, kebanyakan warga terdampak saat ini juga sudah dan sedang mengalami gangguan kesehatan terutama gangguan pernapasan, batuk, pilek, muntah-muntah dan diare.

Efrem Ladjar dan warga lain berharap pemerintah daerah Kabupaten Flores Timur melalui dinas terkait lebih intens lagi turun ke lokasi membagi masker dan distribusi air bersih kepada semua warga terdampak.

“Masker dan air bersih sangat penting dan mendesak. Kalau pun ada bantuan lain, kami berharap lebih intens turun sehingga kami bisa terbantu,” katanya.

Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang setiap hari melaporkan aktivitas erupsi gunung yang berada di wilayah Kecamatan Wulanggitang dan Kecamatan Ilebura tersebut.

Berdasarkan laporan pengamatan Pos PGA di Desa Pululera, Kamis (4/7/2024), delapan kali Gunung Lewotobi Laki-laki meletus mengeluarkan abu vulkanik yang begitu tebal berhembus ke arah barat dan barat daya dengan ketinggian 500-900 meter di atas puncak.

Lalu, Jumat (5/7/2024) sejak pukul 03.00 dini hari, hingga pukul 08.39 WITA, gunung Lewotobi Laki-laki kembali meletus dengan tinggi kolom abu 800 meter di atas puncak.

Abu vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki yang keluar dari pusat erupsi berhembus mengikuti arah angin ke arah barat dan barat daya.

Hembusan abu vulkanik ini juga telah membuat badar udara (Bandara) di bagian barat seperti Bandara Frans Seda di Kabupaten Sikka ditutup sementara dari aktivitas penerbangan. *

Penulis: Wentho Eliando I Editor: Anton Harus

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *