MAUMERE, FLORESPOS.net-Sebanyak 30 orang Kader Kesehatan Jiwa (Keswa) dari 4 kelurahan dan utusan 6 desa di Kabupaten Sikka mengikuti pelatihan dasar Kesehatan Jiwa yang berlangsung di Hotel Lokaria Indah Maumere, Jumat hingga Sabtu (28-29/6/2024).

Kegiatan dibuka oleh Direktur Yayasan Payung Perjuangan Humanis (PAPHA) Indonesia, Bernardus L. Hayon, S.Fil.

Tampil beberapa narasumber dalam kegiatan ini di antaranya Koordinator Program Keswa Puskesmas Kewapante Maria Marselina, A.Md Kep dan Koordinator Program Keswa Puskesmas Waipare, Yoanesa Sulastri, A.Md Kep dan Yani Yosepha, S.Psi dari Pengurus Komunitas Kasih Insani Maumere.

Para nara sumber pada kesempatan ini antara lain menjelaskan seputar pengetahuan tentang kesehatan jiwa (Keswa) yang menggarisbawahi pengenalan kondisi kesehatan jiwa dan pentingnya deteksi dini dengan beberapa saran konkret seperti perasaan sehat dan bahagia serta mampu menghadapi tantangan hidup, dapat menerima orang lain sebagaimana adanya dan mempunyai sikap positif terhadap diri dan orang lain.

Selain itu, narasumber juga menyebut ciri-ciri orang sehat jiwa di antaranya bersikap positif terhadap diri sendiri (percaya diri), bertanggung jawab terhadap keputusan dan tindakan yang diambil; mampu bertumbuh, berkembang,dan mencapai aktualitas diri;mampu mengatasi stress atau perubahan pada dirinya; mampu menyesuaikan dirinya dengan orang lain; mempunya persepsi yang reaktif (nyata) dan menghargai perasaan dan sikap orang lain.

Penanganan Gangguan Jiwa

Narasumber pada kesempatan ini juga menjelaskan risiko masalah psikososial suatu kondisi di mana seseorang rentan mengalami masalah kesehatan jiwa akibat tekanan hidup atau adanya masalah dalam kehidupan.

Ada pun ciri-ciri risiko mengalami psikososial di antaranya mudah tersinggung, sulit konsentrasi, sakit kronis menahun, sakit kepala, reaksi fisik seperti jantung berdebar, otot tegang; pemarah dan agresif, merasa kecewa; merasa ragu-ragu-rendah diri; sulit konsentrasi; cemas dan khawatir berlebihan.

Narasumber juga menggarisbawahi bahwa gangguan jiwa adalah gangguan pikiran, perasaan dan tingkah laku sehingga menimbulkan penderitaan dan terganggunya fungsi sehari hari (fungsi pekerjaan dan sosial) dari orang tersebut.

Narasumber menyebut beberapa penyebab Munculnya gangguan jiwa beberapa hal. Pertama, faktor fisik/biologis: ketidak seimbangan zat kimia dalam otak seperti Dopamin, Nor Efinefrin, dan Serotonin; faktor keturunan, misal ada kakek-nenek kita yang mengalami gangguan jiwa; kecacatan otak, dan penggunaan Narkoba.

Kedua, Faktor psikologis: tidak mampu mengelola emosi, sering menahan emosi; pola asuh, keterampilan menyelesaikan masalah yang kurang, bullying; dan pengalaman masa lalu yang buruk.

Ketiga, faktor sosial: perubahan kondisi sosial yang mendadak misalnya kehilangan orang yang kita cintai, PHK, bangkrut, dll; adanya bencana alam, dan penolakan sosial atau diskriminasi.

Keempat, faktor Spiritual : orang dengan pemahaman agama ekstrem dan salah bisa berdampak buruk pada kondisi mental dan melakukan perbuatan membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Respon Kegawatdaruratan Psikiatri

Narasumber pada kesempatan ini menggarisbawahi bahwa dalam dinamika tidak selamanya Orang Dengan Disabilitas Psikososial (ODDP) yang kita dampingi dalam keadaan baik. Terkadang muncul masalah yang membuat ODDP tidak nyaman, sehingga membuat mereka kembali merasakan gejala.

Karena itu, keterampilan pendampingan menjadi penting untuk membantu ODDP dalam mengelola gejala yang dialami. Oleh karena itu, kader jiwa harus dapat mengenali jenis gejala yang dialami oleh ODDP yang didampingi, demikian narasumber.

Narasumber juga menyebut gejala gangguan jiwa yang sering muncul seperti halusinasi, waham, menarik diri, amuk/ agresif, kurang perawatan diri.

Pengenalan Tentang Kader

Pada kesempatan ini, narasumber juga memperkenalkan sosok kader Keswa di mana dia harus mempunyai kepedulian terhadap masalah kesehatan jiwa, mendapat pelatihan untuk membantu dalam memahami dan menjalankan tugas-tugasnya.

Ada pun kriteria kader Keswa yakni harus memiliki komitmen untuk berkontribusi dalam kesehatan jiwa secara suka rela, mampu berkomunikasi sesuai norma dan budaya setempat, bersedia melaksanakan tugasnya dan mengikuti peningkatan pengetahuan tentang kesehatan jiwa.

Ada pun peran Kader Keswa. Pertama sebagai Edukator untuk memberikan pemahaman tentang kesehatan jiwa kepada ODDP, keluarga dan masyarakat/
Kedua, Advokator: mampu menjalin kerja sama dengan individu, kelompok organisasi, lembaga yang berperan dalam pemulihan ODDP.

Ketiga,Fasilitator: mengetahui kebutuhan ODDP dan keluarga serta dapat memberikan respon yang tepat.

Keempat, Konselor dengan memberikan konseling sederhana kepada ODDP dan keluarganya.

Ada pun tugas Kader Keswa yakni mendeteksi dini masalah kesehatan jiwa; menggerakkan sumber daya untuk mengatasi masalah kesehatan jiwa; kunjungan rumah; melakukan rujukan. Dan membuat pencatatan dan pelaporan.

Tujuan

Project Officer (PO) PAPHA, Titon N. Nau pada kesempatan ini menjelaskan tujuan kegiatan dimaksud di antaranya untuk memberikan pemahaman dasar tentang kesehatan jiwa kepada kader kesehatan jiwa yang telah dipilih oleh pemerintah desa/kelurahan dampingan proyek Bersahaja di Sikka; dan untuk memberikan pemahaman tentang kerelawanan dalam kesehatan jiwa kepada kader kesehatan jiwa yang telah dipilih oleh pemerintah desa/kelurahan dampingan proyek Bersahaja di SIkka

Sementara hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah agar Kader Kesehatan Jiwa memiliki pengetahuan yang cukup tentang kesehatan jiwa, dan agar mereka memiliki sikap dan nilai kerelawanan dalam mendampingi ODDP, kata Titon Nau.

Diberitakan media ini sebelumnya, Yayasan Payung Perjuangan Humanis (PAPHA) Indonesia dan dua mitra kerjanya Yayasan Peduli Masyarakat (YPM) dan Ayo Indonesia berkomitmen mewujudkan masyarakat Flores umumnya,dan Kabupaten Sikka khususnya yang sehat jiwanya. Komitmen ini disampaikan Perwakilan Yayasan PAPHA dan mitra kerjanya saat peluncuran projek bertajuk Bersama untuk Flores yang Sehat Jiwa.(Bersahaja) di Aula Egon Lantai 3 Kantor Bupati Sikka, Rabu (26/6/2024).

Peluncuran Projek Bersahaja dilakukan oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekda Kabupaten Sikka Fitrinita Kristiani, S.Sos, M.Si didampingi Kadis Sosial Drs. Rudolfus Ali, .M.Si; PLt. Kadis Kesehatan Petrus Herlemus, S.Si.Apt., M.H., M.M.; MEAL Officer JPM Octavianus Aryo Adhityo Hardiningrat, dan Project Officer (PO) PAPHA, Titon Nau. *

Penulis: Wall Abulat I Editor: Wentho Eliando

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *