RUTENG, FLORESPOS.net-Tak saja hama tikus, petani di kawasan Pantai Selatan Manggarai, Flores, NTT, harus menerima kenyataan padi sawahnya rusak akibat terjangan banjir.

Banjir meluap dari saluran irigasi hingga masuk sawah akibat hujan tidak henti dalam tiga sampai dengan empat hari terakhir ini.

Terjangan banjir menyebabkan  padi  rebah ke tanah itu baik pada lokasi  sudah siap panen, sedang berbunga, maupun  yang baru ditanam.

Kadistan dan Ketahanan Pangan Manggarai, Ferdy Ampur yang ditemui wartawan di Ruteng, Kamis (13/6/2024) mengatakan, banjir masuk sawah akibat hujan yang terus turun di persawahan wilayah selatan itu belakangan ini.

“Begitu ada laporan, kita langsung turun ke lokasi bersama Sekda Manggarai, beberapa hari lalu,” katanya.

Kondisi di lokasi beraneka ragam seperti Padi rebah ke petak sawah berair dan ada sebagian tertutup material yang terhanyut banjir.

Dikatakan, areal sawah yang dilaporkan diterjang banjir tersebar pada lima desa, yakni Paka, Iteng, Desa Persiapan Ulungali, Wewo, dan Tal.

Total sawah yang menjadi korban banjir seluas 32 hektar lebih. Terbanyak di Desa Tal, 20 ha lebih, menyusul, Desa Iteng, 6 hektar lebih, Desa Persiapan Ulungali, 2,1 ha, Desa Paka, 2,01 ha, dan Desa Wewo, 0,9 ha.

Ditanya tentang dampak, Kadis Ferdy Ampur menjelaskan, hasil pasti tidak maksimal. Yang sudah siap panen, bisa dipanen, tetapi mungkin hasilnya tidak sesuai dengan yang diinginkan.

Yang dikhawatirkan yang sedang berbunga atau bunting, ini bisa gagal nantinya. Kalau baru ditanam, bisa diganti dengan yang baru.

Mengapa bisa banjir masuk sawah? Selain karena hujan yang berlebihan selama beberapa hari, juga akibat daerah aliran sungai sempit dan saluran yang tidak dirawat dan dibersihkan.

“Di beberapa tempat, daerah aliran sungai dijadikan petak sawah. Ketika banjir terjadi otomatis air langsung masuk sawah,” katanya.

Apa yang terjadi ini sudah pasti cukup mengkhawatirkan mengingat wilayah selatan itu adalah gudang berasnya Manggarai ini.

Sebelumnya Sekda Manggarai, Fansy Jahang mengatakan, bencana alam berupa banjir masuk sawah terjadi di persawahan selatan Manggarai ini akibat intensitas hujan  tinggi, hari-hari ini.

“Padi sawah banyak rusak. Prediksinya, produksi bisa turun akibat keadaan itu,” katanya.

Apa yang terjadi ini jelas berdampak pada gagal panen di sejumlah lokasi, panenan menurun pada lokasi yang padinya siap panen.

Produksi turun sudah pasti berdampak pada berkurangnya beras di tengah masyarakat nantinya. *

Penulis: Christo Lawudin I Editor: Anton Harus 

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *