LARANTUKA, FLORESPOS.net-Partai Golkar Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) maju selangkah lagi menuju putusan final mengusung atau mendukung bakal calon Bupati dan Wakil Bupati pada pesta demokrasi Pilkada Serentak 2024, November mendatang.

Setelah melalui tahapan pembukaan pendaftaran pada 17-23 April 2024 lalu, DPP Partai Golkar menunjuk Charta Politika untuk melakukan survey bakal calon Pilkada termasuk Kabupaten Flores Timur.

Survey Charta Politika dilakukan pada tanggal 20 Mei sampai 26 Mei 2024. Dan hasil survey yang dilakukan selama satu minggu itu telah disampaikan, baik ke DPD II Partai Golkar, bakal calon Bupati dan Wabup yang mendaftar di Partai Golkar dan menyelesaikan kewajiban kontribusi biaya survey maupun publik Kabupaten Flores Timur.

Ketua DPD II Partai Golkar Flores Timur, Yosep Sani Betan dalam keterangan kepada wartawan di Sekretariat DPD, Selasa (11/6/2024) menjelaskan, secara umum dalam tubuh partai Golkar, tahapan persiapan Pilkada di Flores Timur tahun 2014 sudah dimulai sejak tahun 2021.

Dalam proses itu, kata Sani Betan, secara hirarki Partai Golkar menjaring dan menghasilkan 6 kandidat bupati dan 15 kandidat wakil bupati.

Semua kandidat tersebut, menurut dia, berasal dari semua unsur, baik internal struktur Partai Golkar maupun luar partai, ASN aktif maupun pensiunan dan berasal dari kalangan profesional.

“Proses dan tahapan di partai Golkar untuk persiapan Pilkada Flotim sudah dilakukan sejak 2021 silam,” kata Sani Betan.

Menurut Sani Betan, DPP merekomendasikan memberikan penugasan khusus kepada semua bakal calon tersebut untuk kerja pemenangan.

DPD II Golkar penugasan khusus diberikan kepada Herman Hayon, Wakil Sekjen DPP Partai Golkar sebagai bakal calon Bupati dan Ketua DPD II Golkar Flores Timur, Yosep Sani Betan sebagai bakal calon Wakil Bupati.

Sani Betan mengatakan setelah selesai pelaksanaan Pemilu 14 Februari 2024, hasil dan fakta kemenangan bisa diikuti. Di Flores Timur, Partai Golkar meraih 3 kursi sehingga secara regulasi belum memenuhi syarat mengusung bakal calon bupati dan wakil bupati sendiri.

Sehingga Partai Golkar membuka tahapan pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati pada 17-23 April 2024. Pada tahapan itu terjaring 7 kandidat mendaftar, terdiri dari 5 bakal calon bupati dan 2 bakal calon wakil bupati.

Kandidat bupati yang mendaftar, yakni Agustinus Payong Boli, Antonius Doni Dihen, Y.A.T. Lukman Riberu, Keron A. Petrus dan Antonius Hubertus Gege Hadjon. Bakal calon wakil bupati yang mendaftar, yakni Ignasius Boli Uran dan Aloysius M. Kedang.

Menurut Sani Betan, dari semua yang mendaftar itu dilanjutkan dengan kewajiban menyelesaikan pembayaran nilai kontribusi yang ditanggung bersama kandidat secara proporsional untuk survey yang dilakukan lembaga survey Charta Politika yang ditunjuk oleh DPP Partai Golkar.

Namun hingga batas waktu akhir pembayaran atau penyelesaian kewajiban kontribusi, hanya 4 kandidat yang melakukan pembayaran tahap I terdiri dari 3 calon bupati dan 1 calon wakil bupati.

Tiga kandidat lainnya, kata Sani Betan, dinyatakan tidak berkeinginan untuk melanjutkan proses dan tahapan di Partai Golkar.

Sani Betan mengatakan, kandidat yang mendaftar dan menyelesaikan kewajiban kontirbusi biaya survey kepada Charta Politika, yakni Anton Doni Dihen, Y.A.T. Lukman Riberu, Keron A. Petrus, dan Ignasius Boli Uran.

“Jadi yang membayar survey itu bukan kami, tapi kandidat sendiri. Sehingga kemudian ada nama lain di luar para kandidat iya itu hasil survey mereka di lapangan,” katanya.

Hasil Survey Charta Politika

Lanjut Sani Betan, hasil survei Charta Politika sebagaimana telah disampaikan kepada para kandidat tersebut menempatkan elektabilitas bakal calon Bupati, Anton Doni Dihen di urutan pertama dengan presentase 21,8 persen, dan Lukman Riberu ditempat kedua dengan 19,3 persen dan Antonius Hubertus Gege Hadjon dengan 15,5 persen.

Menurut Sani Betan, hasil survey Charta Politika yang ditunjuk Partai Golkar tersebut barulah hasil survey pemetaan tahap pertama bukan hasil final.

Selain survey pertama itu, akan ada survei kedua pada pertengahan Juni 2024 dan survey ketiga pada Agustus 2024 sebelum Partai Golkar memutuskan mendukung bakal calon bupati dan wabup di Pilkada Flores Timur mendatang.

“Ini baru survey tahap pertama, nanti ada tahap kedua dan ketiga. Silahkan menginterpretasi hasil survey itu karena itu karya ilmiah. Yang pasti kita menunggu paling lambat tanggal 25 Agustus mendatang,” kata Sani Betan.

Kata Sani Betan, survey tahap kedua dan selanjutnya, tergantung dari 4 kandidat yang disurvey pada tahap pertama.

“4 kandidat ini yang nantinya lanjut ke survey tahap kedua. Jadi kalau ditanya kandidat mana yang didukung oleh Golkar, tentu jawaban saya, ya 4 kandidat ini. Kami masih berproses. Belum final,” katanya.

Saat memberikan keterangan kepada wartawan, Yosep Sani Betan didampingi fungsionaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Flores Timur, Valentinus S. Tukan dan Bernadus Beda Keda.

Sebagaimana hasil survey Charta Politika dari Partai Golkar Flores Timur yang diterima Florespos.net, dari 4 kandidat yang mendaftar dan menyelesaikan kewajiban kontribusi biaya survey sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati, yakni Anton Doni Dihen menjadi yang tertinggi pilihan responden/pemilih 21,8 persen, diikuti Y.A.T Lukman Riberu 19,3 persen, Keron A. Petrus 0,5 persen, dan Ignas Boli Uran 4,3 persen.

Survey tersebut menggunakan metode sampling multistage random sampling dengan jumlah sampel 400 responden dan margine of error 4,9 persen. Sementara kemantapan memilih, yakni sudah mantap memilih 39,0 persen, masih mungkin berubah 55,5 persen dan tidak tahu/tidak jelas 5,5 persen. *

Penulis: Wentho Eliando I Editor: Anton Harus

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *