MBAY, FLORESPOS.net-Saverinus Laki (54), warga Kampung Pauleka, Desa Lokalaba, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT ditemukan tewas tertimpa batu longsoran, Jumat (7/6/2024).

Jenazah Severinus ditemukan oleh Agustinus Uwa dalam keadaan tengkurap dan tidak bernyawa lagi di wilayah Aefeo, Jumat (7/6/2024) siang.

Korban diduga terkena longsoran batu dari bukit di wilayah Aefeo. Sebelum korban ditemukan tak bernyawa, wilayah Aefeo diguyur hujan lebat yang menyebab tanah longsor.

Demikian disampaikan Kapolres Nagekeo, melalui Kasat Reskrim Polres Nagekeo, Iptu Dominggus Duran, S.H kepada Florespos.net, Jumat (7/6/2024) malam.

Iptu Dominggus mengatakan, jenazah Severinus ditemukan warga pukul 13.00 Wita di Aefeo dalam keadaan tengkurap yang diperkirakan terkena longsoran batu. Korban ditemukan oleh Agustinus Uwa.

Iptu Dominggus mengatakan, sesuai keterangan Agustinus Uwa, ketika dalam perjalanan menuju tempat penyadap nira ia melihat ada longsoran batu akibat hujan yang berkepanjangan beberapa hari belakangan.

Karena penasaran ke mana arah batu tersebut berguling maka ia menelusuri jejak batu yang berguling tersebut karena melewati kebun dan pondok miliknya.

Untuk memastikan tidak terkena pondok, namun setelah melaksanakan penelusuran, ia menemukan korban Saverinus Laki, (54) dalam posisi tertekelungkup di lokasi kebun miliknya yang berdekatan dengan pondok milik korban.

Setelah melihat korban dalam keadaan telungkup, dia sempat melihat jalur batu yang terguling dari tebing melewati tempat dimana korban ditemukan.

Dia sempat memanggil korban beberapa kali dengan panggilan Liana (sapaan akrab antara anak saudara dan anak saudari) namun tidak ada jawaban dari korban sehingga dia berteriak meminta pertolongan.

Dia kemudian memutuskan untuk secepatnya kembali ke kampung Pauleka guna memberitahu kepada warga dan istri korban. Selanjutnya istri korban bersama keluarga dan warga lainnya menuju tempat kejadian itu.

Menurut Ernesta Bhaya (istri korban), suaminya keluar dari rumah menuju kebun tempat dimana korban biasanya menyadap nira, sekitar pukul 08.00 Wita.

Selanjutnya keluarga berinisiatif untuk mengevakuasi korban secepatnya karena posisi korban sudah tidak bernyawa lagi dan topografi yang sulit.

Warga juga takut adanya longsoran baru karena  hujan masih terus mengguyur tempat tersebut.

Kata Iptu Dominggus, keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan meminta polisi agar tidak melakukan proses otopsi.

Korban saat ini disemayamkan di rumah Marianus Jago yang merupakan rumah pokok korban di Kampung Pauleka, Dusun Lokalaba. *

Penulis: Arkadius Togo I Editor:Anton Harus

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *