RUTENG, FLORESPOS.net-Para petani yang sawahnya dialiri air saluran irigasi teknis Wae Ces Tiga di Ruteng, Manggarai, NTT, terpaksa memperbaiki sendiri titik saluran yang rubuh akibat bencana alam, awal tahun ini.

Saluran irigasi ini kategori teknis yang menjadi tanggung jawab Pemprov NTT cq. Bidang Pengairan dan Irigasi itu fungsinya vital karena mengairi sawah yang banyak dengan jangkauan beberapa desa.

Menurut pemegang kunci pintu air saluran irigasi Wae Ces tiga, Lazarus Eda yang ditemui wartawan, Jumat  (7/6/2024), dari hulu hingga belakang SDK Karot kondisi saluran dalam kondisi yang rusak parah. Ada yang rubuh di kawasan Lincong.

“Rubuh sekitar 10 meter. Akibatnya air macet sama sekali,” katanya.

Dikatakan, warga atas gerakan Ketua P3A melakukan usaha swadaya untuk memperbaiki yang rubuh itu agar air mengalir lancar.

Tetapi, perbaiki dirasa darurat juga karena jauh kualitas teknisnya. Ini perbaikan darurat untuk mengatasi persoalan riil yang ada.

Masih pada kawasan yang sama, ada bagian saluran yang rawan rusak akibat buangan air saat banjir dari Bandara Frans Sales Lega. Air dari bandara dilepas saja ke saluran irigasi sehingga saluran rusak.

Kejadiannya sudah beberapa kali ketika banjir. Diperbaiki darurat sehingga tidak bertahan lama.

Pada titik yang sama, juga ada retakan cukup panjang sehingga air banyak meresap ke dalam tanah.

Lalu, di sekitar bendungan juga terdapat lubang besar. Lubang menyerap banyak air ke dalam tanah.

Atas inisiatifnya sebagai pemegang kunci lubang ditutupi batu besar dan karung sehingga air bisa mengalir dengan lebih baik dan lumayan besar dalam saluran.

Tidak hanya itu, demikian Lazarus, lantai saluran di sepanjang jalur itu sudah hancur. Karena itu, air banyak meresap ke dalam tanah.

“Dari mungkin volume airnya besar, tetapi makin jauh airnya mengecil karena banyaknya resapan,” katanya.

Pekan lalu, Ketua P3A Saluran Irigasi Wae Ces tiga, Stanis Mbawar mengatakan, titik saluran yang rubuh telah diperbaiki secara swadaya. Karena itu, air bisa dilepas.

“Kita sudah lepas airnya karena diperbaiki secara swadaya yang rusak akibat tanah longsor itu,” katanya. *

Penulis: Christo Lawudin I Editor: Anton Harus

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *