LABUAN BAJO, FLORESPOS.net – Bupati Manggarai Barat (Mabar), Edistasius Endi, mendukung PTTEP Indonesia mengatasi sampah di kabupaten tersebut, khususnya di Labuan Bajo.

Pasalnya sampah merupakan permasalahan lingkungan hidup yang sampai saat ini belum dapat ditangani dengan baik, terutama untuk daerah pesisir, termasuk Labuan Bajo ibu kota Mabar, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dibalik keindahannya, Labuan Bajo yang merupakan salah satu dari 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas, masih meninggalkan banyak pekerjaan rumah untuk pemerintah setempat.

Menyadari penyelesaian sampah bukan hanya tugas pemerintah, namun juga tugas masyarakat, komunitas, dan juga swasta, maka dari itu PTTEP Indonesia memiliki kepedulian dan rasa tanggung jawab sosial membantu mengatasi persoalan sampah di Labuan Bajo khususnya.

Program Penanganan Sampah merupakan bentuk dukungan PTTEP Indonesia atas program Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) tentang 5 Desitansi Pariwisata Super Prioritas.

Di program ini PTTEP Indonesia bekerjasama dengan Bank Sampah bersinar, menggandeng komunitas lingkungan setempat yaitu Yayasan Prundi Labuan Bajo Mabar NTT yang dipimpin Pater Marsel Agot,SVD

Dalam Audiensi di Labuan Bajo baru-baru berlalu yang dihadiri pihak PTTEP Indonesia, Fei Febri Direktur Bank Sampah Bersinar, Pater Marsel Agot, SVD, Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi menyambut positif dan siap mendukung keterlibatan PTTEP Indonesia dalam penangangan sampah di Labuan Bajo.

Menurut Bupati Edi, dalam  persoalan sampah di Manggarai Barat, khususnya di Labuan Bajo, yang perlu diubah terlebih dahulu adalah cara berpikir masyarakat setempat. Percuma mengadakan banyak program namun tidak adanya kesadaran masyarakat terhadap lingkungannya sendiri, katanya.

Di tahap awal, program ini akan berfokus dalam mengedukasi masyarakat dan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan. Karena dengan adanya kesadaran masyarakat terhadap sampah, maka akan mempermudah para pihak dalam menyelesaikan persoalan sampah yang sampai saat ini masih sulit diselesaikan.

Wakil Bupati Mabar Yulianus Weng secara terpisah mengakui sampah masih menjadi persoalan di daerah itu, termasuk di Labuan Bajo. Pemkab dengan segala daya  upaya terus berkolaborasi dengan berbagai pihak terus mengurangi, meminimalisir masalah sampah setempat, katanya.  *

Penulis: Andre Durung I Editor: Anton Harus

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *