LARANTUKA, FLORESPOS.net-Pemerintah Daerah melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Flores Timur, NTT, menggelar kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) penyusunan masterplan smart city (Kota Cerdas) dan win quick program unggulan tahap I.

Bimtek yang melibatkan para Kepala Dinas, Sekretaris Dinas, Camat, Sekretaris Camat, Lurah, akademisi, pelaku usaha, komunitas masyarakat dan stakeholder lainnya di Kabupaten Flores Timur ini berlangsung dua hari, Rabu dan Kamis (5-6//6/2024) di Rumah Bina Saron Keuskupan Larantuka.

Secara resmi kegiatan Bimtek dimaksud dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemda Flores Timur, Badarrudin mewakili Penjabat Bupati Flores Timur, Rabu (5/6/2024).

Saat membuka kegiatan, Asisten Badarrudin didampingi Kepala Bappelitbangda Flores Timur, Apolonia Corebima dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Flores Timur, Heronimus Lamawuran.

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk menggali ide-ide dan menemukan inovasi yang tepat dalam mendukung kota cerdas (Smart City) di Kabupaten Flores Timur,” kata Kepala Bappelitbangda Apolonia Corebima dalam laporan saat pembukaan kegiatan Bimtek tersebut.

Apolonia mengatakan, Smart City merupakan konsep pengembangan dan pengelolaan kota dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk menghubungkan, memonitor, dan mengendalikan berbagai sumber daya yang ada di dalam kota dengan lebih efektif dan efisien.

Selain itu, untuk memaksimalkan pelayanan kepada warganya serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan, andal dalam berbagai pelayanan perkotaan sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.18 Tahun 2020 tentang RPJMN Tahun 2020-2025.

Apolonia mengatakan, kegiatan Bimtek ini bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai permasalahan perkotaan dan relevansinya terhadap konsep kota cerdas.

Selain itu, kata Apolonia, untuk memperdalam kapasitas pemerintah dalam memahami konsep dan paradigma kota cerdas, pengembangan program dan evaluasi program inovasi digital, dan memperluas pengalaman pemerintah daerah mengenai solusi digital dalam penyelesaian masalah perkotaan.

Apolonia mengharapkan, para Dewan Smart City, Tim Pelaksanaan Smart City dan juga perwakilan Desa, Kelurahan, Pelaku Usaha, Komunitas Masyarakat, dan Akademisi yang mengikuti Bimtek bisa memahami permasalahan perkotaan dan relevansinya terhadap konsep kota cerdas.

Sekaligus juga, kata Apolonia untuk memberikan masukan dalam rangka merumuskan visi dan misi pembangunan smart city di Kabupaten Flores Timur.

Bimtek itu menggunakan mekanisme sidang pleno dan materi-materi yang dibawakan oleh para narasumber. Di antaranya oleh Tenaga Ahli dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. *

Penulis: Wentho Eliando I Editor: Anton Harus

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *