Oleh: Efrida Anna Sukarti Jou

KORUPSI adalah musuh bersama yang lemahnya kepercayaan masyarakat, pengelolaan sumber yang tidak efisien yang berdampak merugikan negara.

Korupsi global telah menjadi masalah yang mengancam stabilitas politik, sosial, dan ekonomi suatu negara.

Korupsi bagaikan benalu yang menempel erat di tubuh bangsa yang menggerogoti sendi-sendi kehidupan, memperapah ketimpangan dan menghancurkan rasa keadilan, dan bagaikan kanker ganas untuk mencabut hak rakyat.

Ia mengatur nilai-nilai luhur dan menghantarkan bangsa pada kehancuran, sebagaimana kabut tebal yang melumuri hati nurani. Oleh karena itu, korupsi perlu ditangani secara serius.

Dalam konteks ini, korupsi dapat dipahami sebagai suatu taktik yang menggunakan kekuasaan atau jabatan untuk memaksimalkan keuntungan pribadi atau kelompok tanpa secara serius merugikan kepentingan masyarakat umum.

Praktek korupsi diartikan sebagai tindakan yang dilakukan oleh pegawai negeri atau pejabat pemerintah yang melibatkan penggunaan kekerasan, paksaan, atau ancaman karena rasa takut untuk menundukkan diri sendiri atau orang lain dengan cara yang melanggar hukum.

Mengapa Korupsi Menjadi Musuh Bersama?

Rakyat telah dilemahkan oleh korupsi. Uang yang seharusnya digunakan untuk membangun infrastruktur, menyediakan pendidikan dan pelayanan kesehatan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat malah digelapkan oleh oknum-oknum yang mudah tertipu.

Korupsi telah menghambat pembangunan di banyak bidang, menyimpangkan prinsip-prinsip moral, dan menciptakan masyarakat yang tidak sehat.

Ketika korupsi semakin meluas, masyarakat umum menjadi lebih bias terhadap nepotisme dan keadaan.

Hal ini dapat mengikis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan menimbulkan kebencian serta perasaan jahat di kalangan masyarakat.

Korupsi tidak hanya berdampak pada perekonomian nasional, namun juga berdampak pada banyak aspek kehidupan sehari-hari.

Tingkat korupsi di Indonesia sudah mencapai tingkat yang meresahkan dan mengkhawatirkan.

Sistem perekonomian, sistem demokrasi, sistem politik, sistem hukum, sistem pemerintahan dan tatanan sosial kemasyarakatan telah dihancurkanoleh koruptor.

Akibatnya, komunitas miskin semakin homogen, kualitas pendidikan menurun, dan kesehatan masyarakat terganggu.

Selain itu, korupsi merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan lembaga-lembaga penting.

Ketika masyarakat melihat pejabat yang korup, mereka kehilangan kemampuan untuk memahami dan keinginan mereka untuk berperilaku lebih bermoral.

Untuk memberantas korupsi, tidak hanya diperlukan aparat hukum namun juga kerjasama total seluruh anggota masyarakat Bangsa.

Untuk menghentikan monster korupsi yang menghancurkan negara ini, kita semua harus tetap bersatu padu, apapun yang terjadi.

Terjadinya korupsi disebabkan oleh kurangnya transparansi dan keterbukaan informasi publik, pelonggaran batasan hukum terhadap pelaku korupsi, dan adanya tekanan politik terhadap pejabat publik yang melakukan korupsi.

Pada titik ini, pemerintah Indonesia sudah kebal terhadap korupsi. korupsi yang negatif. Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia tahun 2022 yang diterbitkan TransparencyInternational Indonesia menunjukkan skor 38, dengan jumlah sampel 96 dari 180 negara.

Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa korupsi di Indonesia sudah  berada pada tingkat yang relatif tinggi.

Bersama-sama Melawan Korupsi

Upaya pemberantasan korupsi di Indonesia telah dilakukan melalui upaya dan prinsip yang dirancang untuk mencegah dan menindak korupsi secara tegas.

Upaya pemberantasan korupsi telah dilakukan selama ini belum menunjukan hasil yang optimal.

Upaya pemberantasan korupsi tidak dapat mengandalkan semata-mata pada upaya penindakan yang menjadi kewenangan institusi penegakan hukum.

Korupsi dalam berbagai tingkatan tetap saja banyak terjadi, seolah-olah telah menjadi bagian dari kehidupan kita bahkan sudah dianggap sebagai hal yang biasa. Jika, hal ini tetap dibiarkan maka cepat atau lambat korupsi akan menghancurkan negara ini.

Pemerintahan Indonesia telah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (PUPPK) serta beragam Undang-Undang dan peraturan yang lebih ketat mengenai tindak pidana korupsi.

Pemberantasan Korupsi dalam hal pencegahan korupsi, aparat sistem hukum harus tegas dan tidak tergoyahkan.

Kerjasama lembaga penegak hukum seperti KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian diperlukan untuk meningkatkan efektivitas kampanye antikorupsi.

Perhatian terhadap korupsi perlu dimulai sejak dini, dimulai dengan pendidikan antikorupsi kepada masyarakat luas dan diakhiri dengan perbaikan sistem pengelolaan yang tidak bisa dipatahkan dan transparan.

Peran masyarakat umum dan media juga penting dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas pemerintah. Namun kampanye pemberantasan korupsi tidak akan berhasil tanpa partisipasi aktif dari seluruh masyarakat Indonesia.

Setiap individu harus menyadari bahwa korupsi adalah tanggung jawab bersama yang perlu dihindari atau diperbaiki.

Kita harus dengan jujur ​​melaporkan setiap kasus korupsi yang kita lihat, dan kita tidak boleh menyerah pada orang-orang yang tidak berintegritas.

Pendidikan antikorupsi perlu dimulai sedini mungkin. Pendidikan anti-korupsi sangat penting karena dapat membantu mencegah penyalahgunaan sistem politik, memperkuat persatuan bangsa, dan menciptakan generasi pemimpin masa depan yang lebih berhati-hati.

Oleh karena itu, kita harus bekerja sama mengambil langkah-langkah proaktif untuk memberantas korupsi dengan tetap mengingat pentingnya integritas, kejujuran, dan keadilan dalam pemerintahan.

Praktik korupsi sebagai permasalahan bersama yang perlu diatasi sejak masa awal yang lebih primitif di Indonesia.

Setiap anggota komunitas Bangsa harus berkomitmen dan terlibat aktif dalam rangka pemberantasan korupsi.

Dengan memperkuat tekad, menciptakan sistem yang kuat dan transparan, serta menciptakan hari yang transparan, kita dapat bekerja sama untuk memberantas korupsi, mewujudkan Indonesia yang lebih sukses, dan mewujudkan bangsa yang tangguh, mandiri, dan kompak.

Masa depan bangsa ada di tangan kita. Mari kita bersama-sama mengakhiri korupsi dan mewujudkan Indonesia yang lebih baik dengan satukan tekad mengakhiri korupsi. *

Penulis, adalah Mahasiswi STIPAS St. Sirilus Ruteng, Manggarai, NTT

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *