BAJAWA, FLORESPOS.net – Kabupaten Ngada ditunjuk sebagai tuan rumah kegiatan Kemah Budaya Kaum Muda ( KBKM ) Nasional Tahun 2024.

Kegiatan berskala Nasional tersebut terungkap ketika Direktorat PLTK, Dirjen Kebudayaan ( Dirjenbud ) pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan , Riset dan Teknologi ( Kemendikbud Ristek )  melaksanakan sosialisasi di Cafe Lekosoro Bajawa, Kamis ( 30/5/2024) malam.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Plt. Asisten II Setda Ngada, Methodius Reo Maghi yang diikuti oleh segenap pimpinan perangkat daerah terkait, para camat, kepala desa sasaran kegiatan serta undangan lainnya.

Hadir pada kesempatan tersebut Sitti Utami Haryanti,S.Pd,M.Hum, Ketua Tim Kerja Kemah Budaya Kaum Muda, Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan, Ditjen Kebudayaan, Kemdikbudristek Republik Indonesia beserta tim survei yang terdiri dari para mentor. Sitti Utami Haryanti,S.Pd,M.Hum

Ketua Tim Kerja Kemah Budaya Kaum Muda, Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan, Ditjen Kebudayaan, Kemdikbudristek kepada Florespos.net usai kegiatan sosialisasi mengatakan, KBKM Nasional tahun 2024 direncanakan digelar antara bulan September sampai Oktober 2024.

Saat ini sedang dilaksanakan kegiatan tahap kedua survei setelah sebelumnya pada dua bulan lalu telah dilakukan survei tahap pertama. Survey dilakukan untuk mengkonfirmasi juga verifikasi wilayah-wilayah atau desa mana yang sekiranya tepat untuk dijadikan wilayah Residensi KBKM Nasional.

Survei kedua telah dipastikan bahwa Kabupaten Ngada menjadi lokasi Kemah Budaya Kaum Muda 2024.

“Kita melakukan survei seperti sarana prasarana, potensi desa juga kesiapan untuk mencari mentor lokal terkait kegiatan tersebut,” ungkapnya.

Dijelaskannya bahwa akan ada delapan desa sasaran KBKM di Kabupaten Ngada.

Jumlah peserta setiap desa ada lima orang ditambah dengan seorang mentor Nasional dari Kementerian serta Mentor lokal sebagai pendamping.

Mentor dari Kementerian terdiri dari akademisi juga praktisi yang sangat kompetensi di dalam bidangnya masing-masing seperti teknologi, elektro, arsitek, teknologi pangan, desain dan lainnya sesuai dengan kegiatan hasil survei tentang kebutuhan dan potensi desa.

Peserta KBKM Nasional itu sendiri adalah mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia.

Tahun 2024 pesertanya 5 orang  dan akan disebar ke masing-masing desa untuk mengembangkan inisiatif yang ada di desa tersebut sesuai dengan potensi desa yang akan dikembangkan.

Mahasiswa tersebut akan melakukan praktek selama 1 bulan yang ditempatkan di desa-desa yang telah dilakukan survei.

Sebelumnya peserta KBKM melakukan pelatihan secara online oleh pengajar yang berkompeten.

Peserta akan mendapat pengajaran seperti materi kebudayaan, materi teknis juga aplikasi yang jumlah keseluruhannya mencapai 900 jam pelajaran dan bisa dikonversi menjadi sebanyak 20 SKS.

Memilih Kabupaten Ngada karena tahun sebelumnya dilaksanakan di pulau Jawa- di Magelang.

Tahun 2023 dilaksanakan di pulau Sumatera yakni di Bangka Belitung dan tahun 2004 di wilayah Indonesia Timur yakni Kabupaten Ngada.

Sebenarnya ada beberapa  daerah di wilayah Indonesia Timur yang yang sudah mendapatkan penghargaan atau anugerah kebudayaan di Indonesia untuk kategori Pemda yang telah diundang untuk melakukan presentasi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kabupaten Ngada dinilai memberikan perhatian yang cukup tinggi terhadap Kebudayaan. Kabupaten Ngada juga dinilai sangat siap untuk menjadi tempat Residensi KBKM.

Dijelaskan pula bahwa Pendaftaran peserta dilakukan secara online dan tidak semua yang mendaftarkan diri diterima menjadi peserta.

Pihaknya melakukan publikasi di mana peserta melakukan pendaftaran melalui  platform Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) dan mahasiswanya minimal semester 5 di mana  kampusnya memiliki MSIB. Konversi dari kegiatan KBKM memiliki 20 SKS.

Mereka mendaftar lewat website KBKM yang terhubung ke MSIB. Pendaftaran sudah dibuka sejak tanggal 28 Mei dan berakhir pada tanggal 9 Juni 2024.

Pihak Kementerian akan melakukan seleksi untuk menentukan siapa-siapa yang akan menjadi peserta KBKM Nasional tersebut.

Bupati Ngada Andreas Paru melalui PLT Asisten II Setda Ngada Methodius Reo Maghi mengatakan, pemerintah Kabupaten Ngada merasa terhormat dan bangga atas kepercayaan yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan ,Riset dan Teknologi yang mempercayakan Kabupaten Ngada selaku tuan rumah penyelenggaraan Residensi KBKM Nasional tahun 2024.

Kaum muda dari berbagai daerah di Indonesia akan dapat saling bertukar pengetahuan, sharing pengalaman dan yang terpenting akan kesempatan untuk mempelajari dan mengamati secara langsung berbagai aspek kebudayaan di Kabupaten Ngada.

Selama 30 hari tentunya peserta diberi kesempatan untuk belajar secara langsung daripada mentor ahli yang telah memiliki banyak pengalaman dan pengetahuan di bidangnya masing-masing.

Dengan ada kegiatan ini diharapkan juga agar kaum muda di Kabupaten Ngada lebih termotivasi untuk mencintai terhadap budaya orang Ngada itu sendiri juga mendapat banyak pengetahuan tambahan untuk dapat dikembangkan.

Data yang diperoleh Florespos.net desa-desa yang akan menjadi sasaran kegiatan adalah Desa Wawowae dan Langagedha di Kecamatan Bajawa,Watumanu di Kecamatan Jerebuu,Wogo dan Dadawea di Kecamatan Golewa ,Boba I di Kecamatan Golewa Selatan ,Lengkosambi Utara dan Tadho di Kecamatan Riung.*

Penulis: Wim de Rozari/Editor: Anton Harus

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *