RUTENG, FLORESPOS.net-Tidak semua biaya pelayanan kesehatan ditanggung BPJS kesehatan. Salah satunya, biaya sakit atau kecelakaan akibat mabuk minum sopi.

Menurut Grace Ginting dari BPJS Kesehatan Cabang Ende, pada momen sosialisasi tentang reaktivitas dan optimalisasi kepesertaan BPJS Kesehatan dan pelayanan publik di Rumah Sakit dan Puskesmas di Kabupaten Manggarai, Flores, NTT, di Ruteng, Jumat (17/5/2024), jelas ada ketentuan berkaitan dengan biaya Kesehatan yang dijamin dan yang tidak oleh BPJS.

“Jelas ada biaya Kesehatan yang tidak ditanggung BPJS. Publik harus tahu juga agar tidak salah kaprah nantinya,” katanya.

Publik harus tahu biaya kesehatan yang tidak dibayar BPJS seperti sakit atau kecelakaan akibat mabuk minuman keras atau orang mabuk minuman alkohol seperti sopi, dan lain-lain;

Lalu, orang yang mengalami kecelakaan kerja di tempat kerjanya, maka yang membayar klaimnya BPJS ketenagakerjaan atau perusahaan tempat orang itu bekerja;

Kemudian, orang sakit dan terselamatkan dari upaya bunuh diri; meminta rujuk pelayanan kesehatan atas kemauan sendiri, tidak atas pertimbangan dokter pada fasilitas kesehatan yang ada;

Yang lainnya, sakit akibat tindakan untuk tujuan estetik; hobi yang sengaja dilakukan yang membahayakan diri sendiri, dan lain-lain.

Totalnya ada 21 jenis sakit yang tidak ditanggung biayanya oleh BPJS Kesehatan. Kiranya masyarakat harus tahu itu.

Dikatakan, banyak sekali keluhan terkait kepesertaan BPJS kesehatan. Hal itu memang wajar saja karena mungkin tidak terkafer oleh APBN dan juga APBD Manggarai.

Fakta bahwa yang dijamin pembiayaan dari APBD terbatas. Karena itu, harapannya pemerintah daerah mengalokasikan lebih banyak lagi untuk biaya kesehatan ini.

Untuk yang APBN, prosesnya cukup panjang guna mendapatkannya. Hal itu prosesnya harus melalui Dinas Sosial dan seterusnya ke Kementerian Sosial RI. Dan, Dinas Sosial sekarang sangat selektif untuk mengusulkannya ke pusat.

Seorang peserta, Anselmus Ranu mengatakan, memang sosialisasi BPJS kesehatan tidak cukup di kota saja, perlu masuk ke desa-desa agar lebih mengena.

“Sasaran ini kan untuk orang di kampung-kampung. Maka untuk lebih pas dan tepat sasaran, edukasi perlu langsung ke tingkat bawah agar tahu pentingnya  masuk dalam BPJS Kesehatan ini,” katanya. *

Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *