RUTENG, FLORESPOS.net-Kodim 1612/Manggarai memprakarsai kegiatan strategis dalam upaya mencegah konflik sosial dalam masyarakat di Kabupaten Manggarai, NTT.

Kegiatan bina komunikasi (Binkom) Cegah Konflik Sosial yang berlangsung di gedung Manggarai Convention Centre (MCC), Selasa (14/5/2024) bertajuk Peran Seluruh Elemen Masyarakat Dalam Mencegah Konflik Sosial di Wilayah Kodim 1612/Manggarai.

Pantauan Florespos.net, tampak hadir Dandim 1612/Manggarai, Letkol (Arh) Drian Priyambodo, unsur dari Mabes TNI cq. Asitel Kasat yang diwakili Kolonel (Inf) Adrian Triwasana dengan narasumber Kasrem161/Wira Sakti Kolonel (Cpl) Simon Petrus Kamlasi, Kabag Ops Polres Manggarai, AKP Burhanudin, dan Kaban Kesbangpol Linmas, Gon Nggarang.

Peserta dari aneka elemen mulai dari masyarakat biasa, unsur pemuda, unsur mahasiswa, tokoh adat, dan tokoh masyarakat. Di antara yang hadir juga terlihat tokoh Manggarai raya Andre Garu.

Ketika itu, petinggi dari Asitel Kasat TNI AD, Kol (Inf) Adrian Triwasana mengatakan, kegiatan serupa seperti pernah diadakan di Labuan Bajo, Mabar dan sekarang di Manggarai yang menjadi wilayah kerja Kodim 1612/Manggarai.

“Apa yang dilakukan ini merupakan pelaksanaan program dari Mabes TNI dalam urusan sosial kemasyarakatan,” katanya.

Tujuan utamanya membangun komunikasi, silaturahmi, dan koordinasi dengan pelbagai elemen masyarakat guna menjaga Kamtibmas dan mencegah terjadinya konflik sosial.

Konflik sosial sering terjadi yang disebabkan pelbagai macam faktor dan pemicu. Tidak ditangani dengan baik bisa saja mengganggu keamananan masyarakat, bahkan bangsa, dan negara.

Pilkada dan Pilgub sudah di depan mata. Pesta demokrasi itu bila tidak diurus dengan baik, maka bisa menimbulkan konflik sosial di tengah masyarakat juga.

Maka apa yang dilakukan ini perlu sekali agar semua mempunyai pemahaman akan pentingnya menjaga suasana yang aman dan kondusif sehingga konflik tidak terjadi.

Dan, penting juga adanya satu pemahaman bahwa menangani konflik itu menjadi tanggung jawab bersama, bukan di tangan satu orang, atau kelompok tertentu atau lembaga/institusi tertentu juga.

Sedangkan Dandim Letkol (Arh) Drian Priyambodo mengatakan, forum ini penting untuk membicarakzn apa saja yang terjadi yang bisa menimbulkan konflik sosial dalam masyarakat.

“Kita semua mesti satukan visi guna menekan dan menghilangkan perbedaan. Kita harus dengar dan cermati materi yang mencerahkan dari para narasumber,” katanya.

Semua diajak untuk memperkuat solidaritas agar kehidupan bermasyarakat, bernegara, dan berbangsa lebih aman, nyaman, dan lebih baik dari waktu ke waktu. *

Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *