LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Harga porang di Mejer, Desa Golo Damu, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT merangkak naik. Terbaru terima di masyarakat Rp. 3.500 per kilogram (kg) dari sebelumnya Rp. 500/kg.

Sedangkan harga komoditi yang naik berkali-kali lipat di tempat yang sama (Mejer) yakni kakao/cokelat, yaitu Rp. 120 ribu/kg dari sebelumnya Rp. 20 ribu/kg. Kakao dan Porang merupakan komoditi internasional.

Theo Subhana, seorang warga Mejer mengungkapkan itu kepada Florespos.net di Labuan Bajo, Minggu (5/5/2024).

Diungkapkan, saat ia datang ke Labuan Bajo ibu kota Mabar sekitar 2 hari lalu, harga porang di kampungnya (Mejer) Rp. 3500/kg. Bahkan harga porang di tempat lain di wilayah itu kabarnya sudah menyentuh Rp.5000/kg.

Pada waktu sebelum-sebelumnya porang di wilayah itu, termasuk Mejer, sepertinya tak terjual oleh karena tiada pembeli. Diduga tak ada harga. Padahal sebelumnya pasaran porang di wilayah itu baik, pembeli juga banyak.

Namun kemudian pasaran porang setempat redup dan perlahan tiada pembeli. Porang masyarakat setempat akhirnya tak terjual dan dibiarin tumbuh besar di masing- masing lahan warga.

Belakangan pembelian porang di kawasan setempat, tak terkecuali Mejer, kembali ramai. Diawali Rp. 500/kg, lalu naik perlahan dan terbaru Rp. 3.500/kg, bahkan di tempat lainlain di kawasan itu dikabarkan sudah menyentuh Rp. 5000/kg.

“Tiap hari di dalam itu (Mejer) oto (mobil) keluar masuk sampai empat kali tiap hari untuk muat porang warga. Porang banyak,” kata Subhana.

Tetapi isu pencurian porang di wilayah itu juga akhir-akhir ini kian marak. Curi langsung di kebun. Isi porang diambil namun batangnya ditanam kembali oleh pencuri. Begitu pemilik kebun gali kembali porangnya ternyata tak ada isinya lagi, sudah diambil lebih dulu oleh maling. Sadis, kata Subhana.

Lanjut opa 18 cucu dan calon 2 cicit itu, seumur hidupnya baru sekarang mengalami pasaran biji kakao/cokelat yang meningkat tajam, naik berkali-kali lipat di Mejer khususnya.

Pasaran kakao setempat/terima di masyarakat Mejer yakni Rp.120 ribu/kg, dari sebelumnya hanya Rp. 20 ribu/kg.

Sayangnya harga berlipat ganda cokelat itu tidak seimbang dengan ketersediaan di masyarakat setempat. Sudah bertahun-tahun tanaman kakao di wilayah itu terkena serangan hama/penyakit dan hingga kini belum teratasi, katanya. *

Penulis: Andre Durung I Editor: Wentho Eliando

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *