MBAY, FLORESPOS.net-Progres pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Waduk Mbay-Lambo di Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sudah mencapai 45,18 persen.

Mega proyek Waduk Mbay-Lambo bernilai triliunan itu mengalami deviasi minus sebesar 3,61 persen, dari target 48.78 persen.

“Realisasi progres pembangunan Bendungan/Waduk Mbay-Lambo hingga 27 Maret 2024 secara komulatif adalah 45,18 persen. Target yang direncanakan sebesar 48,78 persen atau mengalami deviasi Minus 3,61 persen,” kata PPK Bendungan SNVT Pembangunan Bendungan II BWS NT II Ditjen SDA Kementerian PUPR, Yohanes Pabi kepada Florespos.net, Sabtu (6/4/2024).

Yohanes menjelaskan, keterlambatan atau deviasi Minus disebabkan faktor gangguan cuaca. Selain itu, ada sebagian lahan konstruksi belum sepenuhnya dibebaskan.

“Untuk mengejar deviasi kepada penyedia sudah diinstruksikan setelah Lebaran harus menambah sumber daya berupa, tenaga, alat, waktu kerja maupun penyediaan material,” katanya.

Yohanes menambahkan, untuk masalah pembebasan lahan pihaknya mendorong percepatan proses pembayaran ganti untung pada Penlok 1 dan pada Penlok 2 agar segera dilakukan pengukuran dan inventarisir.

Berdasarkan data dihimpun Florespos.net, sisa yang belum terbayarkan oleh BPN Kabupaten Nagekeo, BWS. NT. II dan LMAN.

Lalu, sisa yang belum dibayar 210 bidang dari 555 bidang dengan 557 nama penerima dengan rincian Desa Ulupulu, Kecamatan Nangaroro, 8 bidang dengan 7 orang penerima.

Desa Rendubutowe 75 bidang dengan 52 orang penerima. Desa Labulewa, 75 bidang dengan 35 orang penerima, ditambah, 52 bidang Konsinyasi/direncanakan titip di Pengadilan.

Total luas lahan keseluruhannya dari 3 desa tersebut dengan Konsinyasi sebanyak 215,095 ha senilai Rp. 95.375.620.000. *

Penulis: Arkadius Togo I Editor: Wentho Eliando

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *