ENDE, FLORESPOS.net-Warga RT 04 dan 05 RW 05, di kompleks BTN Ende, Kelurahan Paupire, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende akhirnya bernapas legah setelah kedua pemilik lahan melepas sebagian bidang tanahnya untuk pembukaan jalan baru pada Jumat (22/3/2024) sore.

Warga yang bermukim di kompleks itu bernapas legah jalan tersebut adalah salah satu akses masuk ke kompleks BTN yang sudah diperjuangkan dan dirintis sejak tahun 2015 lalu.

Kedua pemilik lahan atas nama Alex Tjoang dan Beni Sae akhirnya melepaskan sebagian bidang tanahnya untuk kepentingan umum bagi masyarakat.

Alex Tjoang melepaskan tanah dengan panjang 150 meter dan lebar 2 meter sedangkan keluarga Beni Sae melepaskan tanah dengan panjang 150 meter dan lebar 1 meter.

Acara pelepasan tanah yang ditandai dengan penanaman patok disaksikan oleh ketua RT, tokoh masyarakat, mantan lurah Paupire, Fidelis Sobha yang merintis jalan saat itu serta masyarakat.

Jalan baru yang dimaksud beralamat di jalan Sam Ratulangi, berjarak sekitar 10 meter dari Biara Susteran SMCJ St Maria Imaculata Ende.

Ketua RT 04, Kelurahan Paupire Ende Tengah, Oris Wudi mengatakan jalan atau akses masuk tersebut adalah kerinduan masyarakat sejak dulu.

Mewakili Warga, ia menyampaikan terima kasih kepada kedua pemilik tanah yang sudah ikhlas melepaskan tanah untuk buka jalan baru.

“Terima kasih untuk Bapak Alex dan Bapak Beni yang sudah ikhlas serahkan tanah ini untuk akses jalan bagi kami. Terima kasih banyak ini kerinduan kami,” katanya.

Alex Tjoang mengatakan bidang tanah ini masuk dalam wilayah Rewarangga Selatan- Ende Timur. Oleh karena itu ia harus berkordinasi dengan pemerintah setempat sebelum melepaskan bidang tanah tersebut untuk pembukaan jalan baru.

Selain itu di bidang tanah itu ada pipa air milik Perumda Ende dan dua tiang listrik PLN.

Ia berharap pemerintah dan warga setempat bisa berkordinasi dengan Perumda dan PLN untuk geser pipa dan tiang listrik agar tidak berdampak pada masyarakat umum.

Kata Alex, bidang tanah ini masuk dalam wilayah kelurahan Rewarangga Selatan. Ada pipa PDAM maka minta warga kordinasi untuk geser pipa, takutnya dampak untuk masyarakat yang bermukim di bagian bawah.

“Saya serahkan bidang tanah ini dan selanjutnya kita jaga bersama,” katanya.

Beni Sae mewakili keluarganya mengatakan tanah tersebut diserahkan untuk kepentingan umum maka harus dijaga bersama. Pihaknya tidak berkeberataan menyerahkan untuk akses umum.

“Kita serahkan jadi milik bersama maka kita jaga dan berjuang bersama. Kami tidak keberatan dan menyerahkan untuk akses umum,” katanya. *

Penulis: Willy Aran I Editor: Wentho Eliando

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *