ENDE, FLORESPOS.net–Dermaga pelabuhan Ende, Kabupaten Ende, Provinsi NTT ambruk dan rusak parah pasca insiden benturan dengan kapal roro Dharma Rucitra VIII pada Senin (12/3/2024) lalu.

Benturan itu menyebabkan badan dermaga sepanjang kurang lebih seratus meter ambruk maka  tidak bisa digunakan dalam waktu lama sambil menunggu perbaikan.

Bupati Kabupaten Ende, Djafar Achmad kepada wartawan, Sabtu (16/3/2024) di Ende mengatakan pasca insiden itu Pemkab Ende langsung bergerak mencari solusi agar konektivitas angkutan laut antara Ende dan Surabaya yang selama ini sudah berjalan tidak putus.

“Setelah kejadian itu saya langsung mengundang KSOP Ende, Pelindo, Dinas Perhubungan dan pihak manajemen kapal untuk cari solusi. Kita harus cari solusi agar jalur transportasi laut ini jangan putus atau terganggu,” katanya.

Bupati Djafar mengatakan kondisi dermaga pelabuhan Ende pasca insiden itu praktis tidak bisa digunakan maka pemkab Ende mengambil langkah berkomunikasi dengan Kementerian Perhubungan CQ Dirjen Perhubungan Laut untuk menggunakan pelabuhan Ipi.

Bupati Ende, Djafar Achmad

“Saya langsung telpon ke Kementerian Perhubungan agar bisa memindahkan aktivitas bongkar muat di pelabuhan Ipi dengan alasan transportasi laut jalur ini tetap berjalan. Karena dampaknya juga dimanfaatkan dan dirasakan oleh masyarakat Kabuapeten tetangga”.

“Kita harus lakukan terobosan dan gerak cepat amankan jalur transportasi ini. Jika tidak berjalan maka akan berdampak pada masalah ekonomi dan kenaikan harga barang apalagi jelang hari raya idul fitri,” kata Bupati Djafar.

Bupati mengatakan hasil dari komunikasi tersebut Kementerian Perhubungan melalui KSOP mengizinkan penggunaan dermaga pelabuhan Ipi untuk aktivitas bongkar muat.

Bupati Djafar Achmad juga  melihat langsung KM Dharma Rucitra VIII sandar perdana di dermaga pelabuhan Ipi pada Sabtu (16/3/2024) sore.

“Saya lihat langsung sandar pertama di pelabuhan Ipi. Meskipun posisinya tidak seperti di pelabuhan Ende tapi kita harus ambil terobosan itu demi masyarakat sambil menunggu perbaikan dermaga pelabuhan Ende,” katanya.

Bupati Ende mengatakan sudah berkomunikasi dengan manajemen KM Dharma Rucitra agar bisa memberikan  kapal pengganti jika kapal tersebut naik dok pasca insiden itu.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Ende, Ibrahim yang saat itu mendampingi Bupati Djafar mengatakan insiden itu terjadi pada Senin 12 Maret 2024 sekitar pukul 17.30.

KM Dharma Rucitra VIII rute Surabaya – Labuan Bajo- Ende yang sedang sandar di Pelabuhan Ende dihantam gelombang. Akibatnya badan kapal berbenturan dengan dermaga pelabuhan Ende milik PT Pelindo.

Akibat kejadian itu KM Dharma Rucitra VIII kembali ke tengah laut, dermaga sepanjang 100 meter pecah dan ambruk. Badan kapal bagian kiri juga pecah dan berlubang. Terdapat ada tiga lubang akibat benturan itu dan sudah ditambal oleh petugas.

Kementrian Perhubungan RI mengirimkan tim investigasi  menguji kelayakan kapal untuk kembali berlayar. Hasil Investigasi, KM Dharma Rucitra VIII bisa  kembali berlayar ke Surabaya. *

Penulis: Willy Aran I Editor: Anton Harus

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *