RUTENG,FLORESPOS.net – Sesuatu yang baru diperlihatkan Keuskupan Diosis Ruteng, Flores, NTT, yang ingin terlibat aktif dalam pelbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara dengan mengutus seorang pastornya untuk bermisi di tubuh TNI dan Polri.

Pastor yang ditahbiskan tahun lalu di Ruteng itu adalah RD. Oktotavianus Pelagian Ranta. Sang pastor muda kini telah dinyatakan lulus dalam tes masuk Akademi Polri di Jakarta.

Perkembangan perjalanan Pastor Pelagian Ranta itu diperoleh dari RD. Erik Ratu dari Komsos Puspas, Kamis (14/3/2024) sesuai dengan rilis resmi dari Sekjen Keuskupan Ruteng, RD. Manfred Habur.

Menurut Rm. Manfred, Romo Pelagian Ranta telah mengikuti tes menjadi anggota Polri melalui jalur  Polri jalur Seleksi Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) TA 2024.

“Hasilnya, Romo Pelagian Ranta dinyatakan lulus alias diterima,” katanya.

Dikatakan, Uskup Ruteng telah mengutus Romo Pelagian Ranta secara resmi untuk pelayanan di Keuskupan TNI-Polri.

Sebagai persyaratan, maka Pastor itu  harus menjadi anggota organik TNI-Polri. Untuk itu,  harus mengikuti pendidikan resmi akademi TNI atau Polri.

Romo Pelagian Ranta sendiri telah mendapat rekomendasi dari  Uskup TNI-Polri untuk  pelayanan di Polri.

Karena itu, Romo Pelagian Ranta mengikuti pendidikan di Akademi Kepolisian. Dan, nanti setelah tamat  akan menjadi pastor polisi di Pusbintal Polri.

Mengapa Keuskupan Ruteng mengutus pastornya untuk bekerja di Polri?

Tidak lain karena Uskup Keuskupan TNI-Polri, yakni Mgr. Ignasius Kardinal Suharyo secara resmi meminta kesediaan Uskup Ruteng untuk mengutus seorang imam diosesan dalam rangka pelayanan di Keuskupan TNI-Polri.

Sebelumnya, Uskup Ruteng, Mgr. Sipri Hormat pada akhir perayaan Ekaristi tahbisan Pastor Pelagian Ranta dan empat rekannya di Katedral Ruteng, 16 Oktober 2023  lalu, mengatakan, mulai tahun ini, Keuskupan Ruteng sudah mulai berpikir untuk tidak saja mengurus internal gereja lokal, tetapi bergerak keluar sebagai bagian dari negara dan bangsa ini.

“Keuskupan kita diminta untuk memberi kontribusi di Keuskupan Militer Indonesia. Tahun ini kita tetapkan satu orang masuk militer organik,” katanya.

Dikatakan, romo yang ditugaskan itu masuk anggota militer organik dengan mengikuti pendidikan secara militer, yakni akademi angkatan darat.

Karena itu, Romo baru yang ditetapkan tidak bisa berlama-lama usai tahbisan ini. Hari ini atau esok segera ke Jakarta untuk mendaftarkan diri masuk masuk akademi militer. *

Penulis: Christo Lawudin/Editor: Anton Harus

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *