RUTENG, FLORESPOS.net-Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Manggarai, Pontius Mudin menerima Baznas Awards sebagai Tokoh Publik Pendukung Zakat tahun 2024.

Sesuai dengan data dan informasi yang diperoleh wartawan dari Humas Kemendag Manggarai, Sipri Kantus di Ruteng, Jumat 01/03/2024), piagam penghargaan diberikan secara resmi oleh Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA.,pada acara Baznas Awards di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (29/02/2024).

Kakan Pontius Mudin tidak menduga akan memperoleh Baznas Award 2024 mengingat undangan ke Jakarta diamini hanya sebagai bentuk koordinasi lanjutan terhadap pelaksanaan program Baznas Kabupaten Manggarai periode 2024-2028 yang dilaksanakan di Kantor Kemenag Manggarai pada Desember 2023 yang lalu.

Tetapi besar kemungkinan, lanjut Pontius, dari evaluasi kiprah Baznas yang disampaikan saat itu, pimpinan Baznas RI Pembina Wilayah NTT  Acmad Sudrajat yang hadir saat itu melihat dan menilai bahwa dirinya sangat responsif dan peduli.

“Saat itu, kami sampaikan evaluasi yang transparan. Saya sangat menekankan upaya peningkatan kinerja Baznas Kabupaten Manggarai untuk meminimalisasi margin error prosentase antara potensi zakat dan realisasinya,” katanya.

Dikatakan, ada beberapa hal yang menyebabkan margin error tersebut. Pertama, pendataan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) serta fungsi koordinasi dan pengendalian Baznas terhadap kedua jenis lembaga itu belum optimal.

Akibatnya, pengumpulan dana zakat, pendistribusian dan pendayagunaannya tidak maksimal memenuhi kebutuhan para penerima manfaatnya.

Kedua, masih ada LAZ dan UPZ yang tidak berbadan hukum sesuai dengab nketentuan UU. No.23/2011 dan PP 14/2014.

Untuk itu, disarankan Pengurus Baznas Kabupaten Manggarai periode 2024-2028 pertama-tama harus mendata semua UPZ yang tersebar di Unit Madrasah, Instansi Pemerintah, Bank, Swalayan, Warung Makan, Masjid dan Pasar.

Dan, UPZ-UPZ itu harus di-SK-kan organisasi dan kepengurusannya sehingga mereka memiliki dasar hukum/legal formal untuk menjalankan tugasnya.

Begitupun Baznas sebagai lembaga pemerintah non structural memiliki dasar hukum pula untuk memonitoring dan mengevaluasi pelaksanaannya.

Di samping menyinggung dasar legal formal LAZ dan UPZ, lebih lanjut Pontius menggarisbawahi pembagian persentasi penghimpunan zakat untuk UPZ dan Baznas.

Menurutnya, sejak awal harus disepakati dengan jelas berapa persen untuk UPZ, dan berapa persen diperuntukan bagi Baznas.

Beberapa pemikiran yang telah disampaikan di atas, lanjut Pontius, rupanya menjadi pertimbangan pimpinan Baznas sehingga dirinya masuk  nominasi penerima Baznas Award kategori  Tokoh Publik Pendukung Zakat, meskipun mereka tahu bahwa dirinya non Muslim.

“Saya tentu merasa bangga dengan penghargaan ini,” katanya.

Namun dirinya lebih melihatnya sebagai upaya membangkitkan motivasi untuk terus bersinergi dan berkolaborasi secara lebih baik lagi bersama Baznas Kabupaten Manggarai ke depannya.

Kemenag Kabupaten Manggarai sebagai mitra akan terus mendorong Baznas untuk membenahi kekurangan dan keterbatasannya.

Terkait dengan itu, penghargaan yang diperoleh ini, Pontius berjanji untuk secara lebih serius mendampingi dan mendorong Baznas bersinergi, termasuk meminta tembusan laporan rutin lembaga tersebut yang disampaikan kepada Bupati dan Baznas Provinsi NTT.

Apresiasi dan terima kasih yang mendalam juga secara khusus bagi Kasi Bimas Bimas Islam, Abdulah dan Achmad Jauhari sebagai Plt. Kasi Bimais bersama seluruh timnya saat itu.

Mereka telah melancarkan urusan koordinasi dengan pengurus Baznas dan Bupati yang telah mengeluarkan SK Kepengurusan Baznas Kabupaten Manggarai periode 2024-2028, tambah Pontius.

BAZNAS ini adalah lembaga yang berada langsung di bawah Presiden. Baznas Pusat dipimpin oleh seorang Sekretaris yang berpangkat Eselon IIb, dan secara administratif kepegawaian berada di bawah Sekjen Kemenag RI.

Sedangkan secara teknis administratif berkaitan dengan tugas dan fungsi, Baznas berada di bawah koordinasi Dirjen Bimas Islam Kemenag RI.

Sedangkan Presiden Joko Widodo dalam sambutannya yang diwakili oleh Menag Yaqut Cholil Qoumas menjelaskan, Baznas Awards, merupakan bentuk apresiasi  tertinggi bagi para insan yang berprestasi dari berbagai kategori.

“Penghargaan ini menjadi bentuk penghormatan bagi mereka yang berhasil mengembangkan inovasi, meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat,” katanya.

Selain itu, juga memberikan dampak positif yang signifikan dalam upaya mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baznas Awards merupakan bukti nyata hadirnya pemerintah untuk mengawal tata kelola zakat di Indonesia.

Tiap tahun publik menyaksikan penganugerahan yang diberikan kepada insan-insan zakat. Baznas secara rutin menyelenggarakan award ini. *

Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *