LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Gelaran Kongkow Lintas Komunitas (KONTRAS) Volume 1 menjadi program kolaborasi pertama diselenggarakan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) bersama Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, TikTok Indonesia, dan Bank BRI Labuan Bajo.

Acara ini mengumpulkan para komunitas Seni tingkat lokal Labuan Bajo untuk berdiskusi dan sharing bersama terkait pariwisata dan ekonomi kreatif setempat.

Acara dimaksud dilaksanakan di Taman Parapuar, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (24/02/2024).

Para komunitas yang terlibat dalam kontras, di antaranya PAPRI, I Production, Sanggar Kope Oles Todo Kongkol, Stand Up Comedy Labuan Bajo, Sanggar Animal Pop Komodo, Videoge, Sanggar Tate Kind Art, dan Korlab. Hadir pula perwakilan dari  industri, akademisi, dan asosiasi parekraf di Labuan Bajo.

Berbagai cerita, masukan, kendala, tantangan, dan insight menjadi bahan diskusi dan sharing dari perwakilan komunitas yang hadir.

Beberapa poin disampaikan para komunitas adalah terkait kebutuhan ruang dan tempat untuk berlatih, ruang menampilkan karya, serta kurangnya aktivasi event di Labuan Bajo. Para komunitas juga berharap agar Parapuar dapat menjadi basecamp Komunitas di Labuan Bajo.

Menjawab berbagai masukan tersebut, KONTRAS Vol. 1 menghadirkan 4 narasumber,  yaitu Plt. Dirut BPOLBF, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Mabar, Sekretaris Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan, dan Ketua Pokja Aksilarasi Digitalisasi Direktorat Musik dan Animasi Kemenparekraf.

Plt. Dirut BPOLBF, Frans Teguh menyampaikan bahwa KONTRAS di Parapuar disediakan  sebagai ruang bagi para komunitas untuk bisa saling berkolaborasi untuk membangun ekosistem ekraf di Labuan Bajo.

“Labuan Bajo punya momentum hari ini untuk open mind dan open heart. Kita hadir di sini untuk membangun ekosistem ekraf di Labuan Bajo, dan Taman Parapuar ini bisa menjadi showcase berbagai komunitas. BPOLBF untuk berkolaborasi, berkoordinasi, dan menciptakan ide-ide luar biasa untuk pengembangan DPSP Labuan  Bajo,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Mabar, Pius Baut, menyampaikan bahwa pariwisata pada dasarnya membuka ruang dan peluang bagi siapa saja.

“Pariwisata itu membuka ruang dan peluang untuk siapa saja termasuk untuk komunitas seni, namun syaratnya adalah harus punya kompetensi. Jadi perkuat kelembagaannya, tunjukan kualitasnya, dan harus punya manajemen yang jelas. Lalu berkaitan dengan desa sendiri, sudah dikembangkan beberapa desa wisata sehingga jika di kota dikatakan tadi kekurangan event, maka buatlah event di desa dan ajak wisatawan ke desa,” katanya.

Sekretaris Dinas Pariwisata Mabar Crispin Mesima mengungkapkan bahwa pelatihan penguatan manajemen komunitas juga perlu dilakukan.

“Kita butuh penguatan manajemen, jadi jika ada begitu banyak pelatihan mungkin salah satu yang bisa kita ajukan adalah pelatihan penguatan kelembagaan komunitas. Dan selanjutnya bagaimana menghubungkan antara komunitas dengan industri, seperti momentum hari ini melalui KONTRAS ini,” ungkapnya.

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Artadi, Ketua Pokja Aksilarasi Digitalisasi Direktorat Musik dan Animasi Kemenparekraf.

Menurutnya, Kegiatan  KONTRAS merupakan salah satu ruang yang penting untuk pengembangan ekonomi kreatif karena pihaknya membutuhkan pemetaan dan identifikasi sehingga kedepannya pihaknya tahu apa yang perlu dilakukan untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemandirian Ekraf di Labuan Bajo dengan berbagai program inkubasi bidang seni dari Kemenparekraf.

Selain diskusi, kegiatan ini juga dimeriahkan oleh berbagai penampilan seni dari komunitas dan juga UMKM dan selanjutnya ditutup dengan coaching clinic bersama dua narasumber yang merupakan konten kreator TikTok, yaitu Lendra. Cikicow dan cece. caramel yang membahas tentang tips dan trik bagaimana mengelola akun TikTok sehingga mendapat enggaged dari lebih banyak viewers dengan tentu saja dengan memperhatikan Ketentuan Komunitas.

Sebagai informasi, BPOLBF secara rutin akan mengadakan KONTRAS setiap sebulan sekali di Parapuar dengan tema-tema diskusi lintas komunitas yang berbeda.

Selain itu juga Weekend Market Parapuar juga akan diaktivasi setiap Sabtu dan Minggu sore, mulai tanggal 25 Februari 2024 hingga Juni mendatang. Adapun berbagai update kegiatan dan program BPOLBF dapat dilihat melalui akun Instagram @bpolbf atau Facebook BPOLBF. *

Penulis: Andre Durung I Editor: Anton Harus

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *