RUTENG, FLORESPOS.net-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai menyalurkan beras bantuan pangan sesuai dengan program pemerintah pusat tahun 2024.

Penyaluran pangan dari cadangan beras pemerintah (CBP) itu ditandai dengan launching yang dilakukan oleh Bupati Manggarai, Hery Nabit bersama unsur Fomkompimda, Rabu (7/2/2024) sore.

Seremoni itu dipusatkan gudang Bulog di kawasan Bandara Frans Sales Lega Ruteng yang dihadiri pelbagai elemen, termasuk sejumlah keluarga penerima di Kecamatan Langke Rembong.

Pada momen itu, tidak saja beras 10 kg diberikan kepada 10 perwakilan penerima, juga Bupati Hery melepaskan sejumlah truk yang mengangkut beras ke pelbagai desa dan kelurahan nantinya.

Ketika itu, Bupati Hery Nabit mengatakan, penyaluran beras bantuan dilaksanakan sesuai dengan apa yang digariskan pemerintah pusat. Karena itu, pada tataran pelaksanaan di lapangan tetap harus dalam koridor.

“Kita semua harus ikuti aturan. Tidak boleh keluar dari aturan itu,” katanya.

Dikatakan, jika ada keluhan seperti membutuhkan, tetapi tidak mendapatkan, maka  hal itu yang sudah di luar dari kemampuan daerah.

Nama-nama yang menerima sudah ditetapkan dari sana. Karena itu, beras harus diberikan sesuai dengan nama yang ada.

Dikatakan, penyaluran tahun lalu baik untuk Manggarai ini. Karena itu, tahun ini, harus lebih baik lagi agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan dalam masyarakat.

Bupati Hery Nabit mengingatkan bahwa bantuan itu adalah program pemerintah untuk mengatasi masalah pangan masyarakat, stunting, dan menekan inflasi.

“Karena itu, program ini tidak ada kaitan dengan pilihan dalam Pemilu. Kalau ada yang bawa ke politik, itu urusannya,”katanya.

Plt. Kadistan dan Ketahanan Pangan, Laurens A. Laoth mengatakan, program ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menangani stabilisasi ketersediaan dan harga beras akibat situasi global dewasa ini.

“Bantuan ini kiranya bisa mengurangi pengeluaran keluarga penerima, menangani kerawanan pangan, kemiskinan ekstrim, stunting, dan lain-lain,” katanya.

Di Manggarai, demikian Plt. Laurens Laoth, penerima manfaat program ini sebanyak 54.922 keluarga yang tersebar pada 171 desa dan kelurahan.

Setiap keluarga mendapat 10 kg. Total per bulan sebanyak 549.220 kg atau selama enam bulan sejumlah 3.295.320 kg.

Penyaluran sebetulnya  terus dilanjutkan pasca launching sekarang ini. Tetapi karena situasi Pemilu, maka penyaluran dilanjutkan setelah Pemilu nantinya. *

Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *