RUTENG, FLORESPOS.net-Persoalan pelik dialami Perumda Tirta Komodo Manggarai, Flores, NTT dalam upaya memberikan pelayanan air minum yang baik kepada para pelanggannya.

Persoalan mendasar itu turunnya debit air pada semua sumber air yang dikelola Perumda Tirta Komodo Manggarai. Penurunan debit mencapai 26 persen.

Berbicara di hadapan para lurah dan Camat Langke Rembong, Senin (5/2/2024), Direktur Perumda Marsel Sudirman mengatakan, problem dasar yang terjadi sumber air di Kecamatan Langke Rembong adalah debit yang turun.

“Hasil penghitungan kami terbaru, turunnya debit air mencapai 26 persen,” katanya.

Mengapa turun debit? Perlu kajian dan penelitian memang. Tetapi, salah satu yang bisa menjadi penyebab adalah  dampak buruk Elnino tahun-tahun belakangan ini.

Dikatakan, turunnya debit air 26 persen itu memberi dampak langsung atau terganggunya pelayanan air bagi 4.275 rumah tangga atau sebanyak 17.000 jiwa jika  asumsinya satu keluarga beranggotakan 4 orang.

Keadaan ini, diperparah dengan terus bertumbuh dan bertambahnya penduduk Kota Ruteng dalam setiap tahunnya.

Kalau tambahnya ribuan, maka konsumsi airnya juga banyak dan harus disediakan sesuai dengan jumlah jiwanya.

Menurutnya, saat ini penduduk di Kecamatan Langke Rembong mencapai sekitar 65.000 jiwa. Penghitungan teknis kebutuhan airnya sebanyak 204,69 liter per detik.

Air yang  tersedia sekarang ini untuk memenuhi kebutuhan hanya 151,27 liter per detik.

Untuk 16.375 pelanggan saja masih kurang airnya dengan asumsi 1 liter air dimanfaatkan 80 keluarga atau 320 jiwa.

Apalagi, untuk memenuhi kebutuhan air sebanyak  65.000 jiwa yang menghuni Kota Ruteng ini.

“Ini jelas kurang dan jauh dari ideal. Tidak heran air kurang,” katanya.

Sadar akan hal itu, maka Perumda berupaya mengatur distribusi air. Atur jadwal baik per jam maupun per hari.

Pada tempat-tempat tertentu Perumda menyiapkan mobil tank air untuk melayani kebutuhan pelanggan.

Kepada parah lurah, Direktur Marsel, berpesan untuk meneruskan informasi itu ke masyarakat atau siapapun di tengah masyarakat. Dengan itu, pelanggan bisa memahami situasi yang terjadi.

Sedangkan Camat Langke Rembong, Yohanes Emiliano Alexander  Ndahur mengatakan, materi yang disampaikan Perumda kiranya menjadi perhatian bersama para lurah.

Penting untuk memahami soal terkait aneka soal dalam pelayanan air ini.

“Para lurah juga mesti berperan untuk menjelaskan ketika ada soal dari masyarakat,” katanya. *

Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *