LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Pekerjaan kader KB (Keluarga Berencana) dan petugas KB tergolong mulia, tak terkecuali yang di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Rafael Guntur, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB (P2KB) Mabar mengatakan bahwa hal itu investasi menuju surga, karena kerja-kerja para Kader/petugas KB mencerdas kehidupan orang lain demi hidup yang lebih baik.

“Betul mereka ada gaji, tapi mereka kerja untuk kebaikan orang lain tanpa pamri,” kata Guntur menanggapi media ini belum lama berlalu di Labuan Bajo.

Menurutnya, yang dilakukan para petugas atau kader KB di lapangan adalah merayu, mencerahkan, dan mencerdaskan masyarakat supaya ikuti program KB.

Dengan segala saya upaya para kader/petugas KB mendatangi masyarakat, mengajak masyarakat ikut program KB. Mendampingi ibu hamil dan ibu yang punya bayi di bawah 5 tahun (balita) agar rajin datang ke Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) untuk timbang berat badan, dan berbagai upaya lain.

“Yang dilakukan kader KB atau petugas KB itu investasi kebaikan. Investasi sosial untuk dunia akhirat, investasi menuju surga kelak,” ucap Kadis Guntur.

Menyinggung target peserta KB baru dan hal terkait lainnya di Mabar Tahun 2024, Kadis Guntur mengatakan, bahwa itu dilakukan BKKBN Provinsi NTT dan dibagikan kepada 22 kabupaten/kota di NTT. Nanti Dinas P2KB kabupaten/kota yang bikin target untuk bagi ke kecamatan masing-masing, termasuk Mabar.

“Kita di sini (Dinas P2KB Mabar) sekarang lagi buat targetnya untuk semua kecamatan di Mabar, dan harus segera rampung,” ujar Kadis Guntur.

Lanjut Kadis Guntur, sesuai target kinerja Program Bangga Kencana Provinsi NTT Tahun 2024, bahwa perkiraan permintaan masyarakat menjadi peserta KB baru (PPM-PB) Tahun 2024 dan jenis kontrasepsi (absolut) untuk tingkat Manggarai Barat terdiri dari IUD 337, Implant  800, NOW 50, MOP-, kondom 9, suntik 1.845, pil 200, total PPM-PB 3.241, total MKJP 1.187.

Perkiraan permintaan masyarakat menjadi peserta KB aktif (PPM-PA) 2024 Kabupaten Mabar beserta jenis kontrasepsi mencakupi suntik 14.687, pil 5.268, kondom 75, Implant 4.630, IUD 2.698, MOP 12, NOW 1.736, Total PA 29.106, MKJP 9.076 (31, 2 %), non MKJP 20.030 (68, 8 %), PUS proyeksi 10,612, mCPR 71,7.

Target Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) di Mabar 2024 meliputi jumlah Kampung KB yang telah memiliki profil Kampung KB pada website Kampung KB 37, Kampung KB yang terbentuk hingga 2024 yakni 169, Kampung KB yang memiliki SK pembentukan Kampung KB 100 %.

Target Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) dan Pojok Edukasi Kependudukan untuk Masyarakat (Pesat) di Kampung Percontohan di Mabar 2024 untuk SSK dan Pesat masing-masing 1.

Sedangkan target Rumah Data Kependudukan (RDK) di Mabar 2024 yakni realisasi capaian RDK sampai akhir 2023 berjumlah 35 dan paripurna 4, pembentukan RDK baru 2024 sejumlah 100, paripurna 2, target jumlah RDK sampai akhir 2024 (80 % dari jumlah Kampung KB yang dibentuk 2024 meliputi jumlah RDK hingga yang harus dicapai 135, jumlah RDK Paripurna sampai akhir 2024 sebanyak 6.

Target penyusunan dokumen grand design pembangunan kependudukan (GDPK) 5 pilar 2024 di Mabar yakni yang sudah punya GDPK 1.

Target kelompok kegiatan (poktan) ketahanan keluarga dan pencegahan stunting di Mabar 2024 mencakupi sejumlah hal.

BKB yang anggotanya mengisi KKA 70, keluarga dengan baduta terpapar 1000 BPK 5.002, BKR 12, PIK R 28, remaja terpapar edukasi gizi dan anemia 3.038.

Duta genre desa/kelurahan 169, kecamatan 12, sekolah lansia 1, BKL 8, UPPK 2, PKS 1, keluarga yang mengakses PPKS 34, tutup Kadis Guntur.

Sebelumnya diberitakan media ini, P2KB bukan “Pedagang” kondom untuk tujuan selingkuh. *

Penulis: Andre Durung I Editor: Wentho Eliando

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *