RUTENG, FLORESPOS.net –  Banyak pesan Uskup Diosis Ruteng, Mgr. Sipri Hormat saat memimpin misa paskah, Minggu (9/4/2023) di gereja Katedral Ruteng. Salah satunya, meminta semua menyikapi kebangkitan Yesus sebagai momen untuk berani membelakangi segala keterikatan dari  hal-hal duniawi.

Uskup Sipri  mengatakan, Yesus meninggalkan kain kafan di kuburnya. Itu  apa artinya? Secara terbuka Yesus menyatakan bahwa dirinya meninggalkan keterikatan dengan hal-hal duniawi.

“Kain kafan adalah simbol hal-hal duniawi. Yesus tinggalkan itu agar tidak tersandera dengan kafan yang membungkusnya, ” katanya.

Menurutnya, dalam momen kebangkitan   Yesus itu, kiranya menjadi titik penting dalam hidup untuk berani membelakangi keterikatan dengan hal-hal duniawi, menjauhkan diri dari segala bentuk egoisme;

Membelakangi segala yang menjatuhkan secara rohani; melepas segala kesesatan pikiran; menjauhkan segala hal yang menghancurkan keluarga, sosial kemasyarakatan, dan lain-lain.

Manusia baru dalam kebangkitan, demikian Uskup Sipri, adalah orang-orang yang menjadikan setiap tempat dan ruang untuk menabur kegembiraan, kebahagiaan, harapan, terang, kesetiaan, dan menguasai segala sesuatu dalam Tuhan.

Uskup Sipri juga menyentil tentang  kebangkitan Yesus. Setelah Yesus bangkit, maka umatNya, setiap pribadi harus bertindak sebagai orang hidup, bukan orang mati.

“Atau harus selalu mencari hal-hal terang, bukan yang gelap. Cari hal-hal yang memuliakan diri, keluarga,  dan masyarakat,” katannya.

Sebelum dalam refleksi paskahnya, Pastor Paroki Katedral, Rm. Gaby Harim mengatakan, paskah adalah peristiwa  menjadi pemenang. Kebangkitan Yesus mengalahkan dosa dan maut menjadi tanda nyata bahwa maut dan dosa  telah dikalahkan.

“Yesus telah tampil sebagai pemenang. Pemenang bukan dalam artian sebuah pertandingan olahraga yang sifatnya sementara tetapi kemenangan dalam iman, abadi dan selamanya,”katanya.

Poinya,  lanjut Rm. Gaby, pemenang bukanlah dia yang tidak pernah gagal dalam hidupnya melainkan pemenang adalah dia yang tidak pernah berhenti mencoba.

Hati-hati juga dengan kenyataan ini bahwa begitu kuatnya ambisi menjadi pemenang,  akhirnya semua cara dihalalkan, termasuk mengorbankan orang lain. Kalau seperti ini, ini yang namanya nafsu manusiawi bukan pemenang dalam artian iman.

Dalam misa meriah minggu Paskah, Uskup Sipri  didampingi Rm. Matias Daven dari Ritapiret, Rm. Gaby dn Rm. Felin. Yang mengikuti misa tidak saja umat, juga biarawan dan biarawati. *

Penulis: Christo Lawudin/Editor:Anton Harus

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *