LARANTUKA, FLORESPOS.net-Rapat Anggota Tahunan (RAT) XXXIII Koperasi Kredit (Kopdit) Binawirawan Tahun Buku 2022, digelar Kamis (16/2/2023), di Aula SMP Katolik Ratu Damai, Waibalun, Kabupaten Flores Timur (Flotim), NTT.

“Pada RAT XXXIII Kopdit Binawirawan dibuka Koordinator Yayasan Binawirawan Flotim, Sr. Clarent CIJ. Terpilih, Badan Pengurus dan Badan Pengawas periode 2023-2025,” kata Krisantus Minggu Kwen, Wakil Ketua Badan Pengurus Kopdit Binawirawan periode 2023-2025 kepada Florespos.net, Sabtu (18/2/2023).

Peserta RAT, antara lain Pejabat Kepala Dinas Koperasi yang diwakili Kabid Pemberdayaan Usaha Mikro, Daniel H. D. Hurint, Pejabat Dekopinda Flotim, Siprianus Puri Duli, Pelindung dan Penasihat Kopdit Binawirawan, Pengurus dan Pengawas, karyawan dan 62 anggota koperasi yang aktif.

San Kwen mengatakan, agenda RAT untuk mengevaluasi perkembangan keberhasilan dan kekurangan Kopdit Binawirawan, juga tim formatur yang dibentuk memilih Badan Pengurus dan Badan Pengawas periode 2023-2025.

Tim formatur memilih: Badan Pengurus baru terdiri dari Ketua: Fransiskus Keri Tukan, Wakil Ketua: Krisantus Minggu Kwen, Sekretaris I: Yosef Kilat Krowin, Sekretaris II: Charles K. Keban dan Bendahara: Karlinda de Rosari.

Sedangkan Badan Pengawas baru, Ketua: Aloysius Belu Koten, Sekretaris: Frederikus Liung Dawan, Anggota: Yosef Pati Tobin.

“Usai pemilihan Badan Pengurus dan Pengawas dilanjutkan pelantikan dan pengambilan sumpah dipimpin Koordinator Yayasan Binawirawan, Sr. Clarent CIJ, diikuti pembacaan dan penandatangan dokumen,” katanya.

Ketua Kopdit Binawirawan terpilih, Fransiskus Keri Tukan dalam sambutan menyampaikan terima kasih kepada peserta RAT tahun buku 2022 yang setia mengikuti jalannya RAT dengan tertib sejak pagi hingga sore.

Ketua pengurus terpilih mengajak peserta bergandeng tangan memajukan Kopdit Binawirawan.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada pengurus lama atas kerja sama baik yang telah dibangun selama ini dalam menghidupkan koperasi,” apresiasi Keri Tukan yang juga periode sebelumnya menjabat sebagai Ketua Kopdit Binawirawan itu.

Selaku pemimpin RAT Tahun Buku 2023, Keri Tukan dalam sambutannya mengatakan, maju dan mundurnya koperasi telah dan dapat dilihat dalam RAT.

Hal-hal yang kurang atau tidak menghasilkan hasil yang memuaskan khususnya menyangkut penanganan kredit macet anggota tidak aktif.

Dia meminta pimpinan unit aktif  mengajak para dosen/guru dan karyawan yang belum bergabung agar segera masuk menjadi anggota Kopdit Binawirawan.

Koordinator Yayasan Binawirawan Flotim Sr. Clarent CIJ dalam sambutan pembukaan RAT sampaikan terima kasih kepada Pengurus dan Pengawas Kopdit Binawirawan yang sudah bekerja keras sehingga RAT dilaksanakan.

“RAT harus dapat dilaksanakan dengan asas kekeluargaan, menghasilkan keputusan bermanfaat demi kesejahteraan anggota. RAT juga untuk mengukur kinerja pengurus dan pengawas, berikut melihat kemajuan koperasi,” katanya.

Kata Sr Clarent, berdasarkan laporan dinilai Kopdit Binawirawan mengalani kemajuan meski masih ada kendala kredit macet yang menjadi PR bagi pengurus masa yang akan datang.

“Berdasarkan data laporan, kita telah melihat perkembangan koperasi ini dimana sangat bermanfaat bagi semua anggota,” kata Sr. Clarent CIJ sembari menyampaikan terima kasih.

Evaluasi

Pada Sesi Pleno II dengan agenda RAT XXXIII Tahun Buku 2022 yakni evaluasi kinerja dari Kopdit Binawirawan.

Pejabat Dewan Koperasi Daerah (Dekopinda) Flotim menyampaikan poin-poin evaluasi terhadap Kopdit Binawirawan tahun buku 2022.

Penjabat Dekopinda Flotim, Siprianus Puru Duli menyampaikan pengalaman pelaksanaan RAT pada koperasi. Ada rapat-rapat komisi. Dengan demikian pelaksanaan RAT dirasakan sangat demokratis.

Puru Duli sampaikan apresiasi kepada Kopdit Binawirawan yang setia dan tertib melaksanakan RAT. Bahwa koperasi bekerja untuk kesejahteraan anggota, bukan mencari untung.

Maka Dekopinda menyatakan menyetujui usul kepada pengawas koperasi ini untuk menambah tenaga karyawan.

Puru Duli menyampaikan rasa prihatin terhadap pelaksanaan kerja beberapa koperasi sekarang yang telah melenceng dari prinsip dasar koperasi yakni menyimpan uang lalu meminjam.

Dia menilai laporan di bidang keuangan Kopdit Binawirawan sungguh bagus dan lengkap.

“Suatu hal yang luar biasa,” puji Puru Duli.

Pertumbuhan usaha (aset/kekayaan bertambah, modal sendiri bertambah, modal luar juga bertambah, dan pendapatan menurun dan pemberian kredit menurun). Likuiditas terlalu gemuk. Banyak dana belum dimanfaatkan.

“Masalah umum ditemukan adalah kredit macet. Ada satu prinsip yang menciptakan kelemahan (kredit macet) adalah prinsip kekeluargaan,” akunya.

Dinas Koperasi juga sampaikan evaluasi terhadap Kopdit Binawirawan tahun buku 2022. Melalui Kabid Pemberdayaan Usaha Mikro, Daniel Hurint menggarisbawahi sejumlah hal yang jadi perhatian ke depan.

Daniel menyampaikan kepada pengurus Kopdit Binawirawan agar evaluasi dan penilaian dari pejabat di dalam RAT agar hanya diberikan kesempatan kepada Dinas Koperasi.

Sementara Dekopinda diberikan kesempatan untuk mengevaluasi dan arahan. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Koperasi pasal 20.

Dia melanjutkan, suku bunga yang diberikan oleh Kopdit Binawirawan lebih tinggi dari yang ditetapkan lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Daniel memberikan evaluasi terhadap koperasi ini antara lain perekrutan anggota belum maksimal, pelaksanaan RAT mesti tepat waktunya.

Diakui bahwa di Kabupaten Flotim, Kopdit Binawirawan merupakan koperasi ke-3 melaksanakan RAT Tahun Buku 2022.

Pada bagian lain lanjut Daniel, kepengurusan (pengurus dan pengawas) sudah sangat maksimal dalam melaksanakan tugas.

Mengimbau kepada pemimpin unit di sekitar Biara CIJ untuk turut mengajak semua guru/dosen/karyawan segera bergabung.

Perkembangan ratio dan permodalan nilai Daniel mengalami peningkatan cukup ideal. Modal lembaga peningkatan 16,40 sama dengan cukup ideal.

Cacatan dari Dinas Koperasi Flotim terhadap Kopdit Binawirawan, agar buku RAT hendaknya sudah disampaikan minimal seminggu sebelum pelaksanaan RAT.

Bidang keuangan, SHU ada peningkatan, tapi masih jauh dari standar ideal. Saran: simpanan pembangunan agar dibagi habis.*

Penulis: Frans Kolong Muda

Editor: Wentho Eliando

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *