ENDE, FLORESPOS.net-Pelantikan Kepala Desa (Kades) terpilih hasil Pilkades Serentak pada akhir tahun 2022 lalu dilakukan secara terpusat di Kota Ende. Pemkab Ende sudah memastikan agenda pelantikan pada 15 Februari 2023 mendatang.

Asisten 1 Setda Ende, Dahlan yang konfirmasi Florespos.net, Kamis (9/2/2023), mengatakan, saat ini Pemkab melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) sedang melakukan persiapan termasuk menyelesaikan sengketa Pilkades di tiga desa.

Dahlan mengatakan, jadwal pelantikan sudah ditetapkan yaitu pada tanggal 15 Februari 2023. Pelantikan akan dilakukan secara terpusat di Kota Ende.

“Kita sudah agendakan pelantikan dan saat ini DPMD masih melakukan kajian dan klarifikasi ke desa terhadap tiga desa yang masih bersengketa dengan hasil Pilkades,” katanya.

Dahlan mengatakan, hingga saat ini masih ada tiga desa, yaitu Nggesabiri, Kecamatan Detukeli, Tou Barat, Kecamatan Kota Baru dan Kurulimbu di Kecamatan Ndona Timur yang masih mempersoalkan hasil pemilihan.

Laporan sengketa itu, menurut Dahlan, sudah diterima oleh DPMD dan ke Asisten 1 Setda Ende dan kini sedang didalami.

“Kami sedang melakukan klarifikasi dan kajian di tingkat kabupaten setelah menerima laporan dari desa. Tentunya, kajian dan proses penyelesaian masalah ini akan merujuk pada regulasi pemilihan kepala desa,” katanya.

Proses penyelesaian terus dilakukan dan diharapkan segera selesai agar kepala desa dari tiga desa ini bisa dilantik dengan kades lain. Jika tidak ada titik temu maka tiga desa itu akan ditunda pelantikan.

Seperti disaksikan Florespos.net, Selasa (7/2/2023) lalu perwakilan masyarakat dari Desa Tou Barat, Kecamatan Kotabaru mendatangi kantor bupati Ende dan berdialog dengan Asisten 1 Setda Ende.

Kedatangan perwakilan warga tersebut berdialog dengan Asisten 1 Setda Ende dan DPMD terkait sengketa Pilkades di desanya.

Asisten 1 Setda Ende, Dahlan mengatakan, setelah menerima laporan dari masyarakat Pemkab melalui DPMD akan turun ke lapangan melakukan klarifikasi dengan dengan panitia dan BPD di desa tersebut.

Setelah itu, pihaknya akan melakukan kajian merujuk pada regulasi pemilihan kepala desa.

“Jika tidak ada titik temu maka  keputusan ada pada tangan bupati dan tentunya merujuk pada regulasi serta hasil kajian,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 83 desa di Kabupaten Ende melaksanakan Pilkades Serentak pada 10 Oktober 2022. Pilkades berlangsung aman.*

Penulis: Willy Aran / Editor: Wentho Eliando

Silahkan dishare :

2 Komentar

  1. Pemilihan DPR dan lainnya tidak ada terjadi Kejanggalan seprti itu mengapa pemilihan Kepala desa harus Terjadi.dan Harus di usut tuntas biar Menjadi suatu pelajaran kedapanya agar jangan lagi hal-hal yang aneh,agar suapaya kedepannya tidak merepotkan…

  2. Untuk Desa Kurulimbu, mohon diusut tuntas penyebab adanya indikasi kecurangan dalam perhitungan suara, boleh juga KPK kab. Ende untuk melakukan crosscheck transparansi penggunaan dana desa, apakah dana tsb digunakan untuk pembangunan desa atau hal lainnya. Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *