BAJAWA, FLORESPOS.net-Sebagian besar tanaman pisang di selatan tepatnya di Kecamatan Aimere, Inerie, Jerebuu, sebagian Golewa Selatan dan hampir seluruh wilayah Kabupaten Ngada terserang hama pisang.

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ngada dalam hal ini dinas teknis terkait diminta untuk segera melakukan pencegahan dan penangangan agar hama tersebut tidak meluas merusak semua tanaman pisang di wilayah tersebut.

Anggota DPRD Ngada, Yohanes Donbosko Ponong, S.Pd, mengatakan, hama pisang tersebut menyerang wilayah Kecamatan Aimere, Inerie, Jerebuu dan juga sebagian wilayah Golewa Selatan.

Bahkan, menurut dia, hama pisang itu kini sudah meluas hampir di semua wilayah Ngada. Dia meminta Pemda melalui dinas teknis melihat ini sebagai prioritas penanganan, karena berkaitan hajat hidup banyak orang.

Ketua Fraksi PAN DPRD Ngada yang akrab disapa Bosko ini meminta Pemda Ngada serius memperhatikan dengan melakukan pencegahan dan penanganan hama pisang yang saat ini sedang melanda wilayah selatan Ngada.

“Saya minta Bupati Ngada agar bisa abaikan dulu agenda seremonial lainnya, tetapi harus melihat hama pisang yang menyerang pesisir selatan wilayah Aimere dan Inerie sebagai perhatian utama,” katanya.

Bosko juga meminta Pemda menyikapi kondisi itu dengan langkah konkrit berupa kompensasi terhadap warga yang tanaman pisangnya habis dilahap hama agar tidak semakin terpuruk ekonominya.

Dampak ekonomi bila tanaman pisang dan babi piaraan terserang virus, kata alumni PMKRI Cabang Ende, saat ini masyarakat baru masuk fase transisi ekonomi sebagai akibat dari pandemi Covid 19.

Ekonomi masyarakat baru sedikit bertumbuh karena perlahan-lahan kita masuk dalam kondisi normal.

“Tetapi kalau tanaman produktif dan ternak harus mengalami wabah, maka dipastikan ekonomi masyarakat kembali terpuruk,” jelas Bosko sembari terus berharap Bupati konsisten sektor Tante Nela Paris.

Selain itu, Ketua Komisi I DPRD Ngada ini, juga meminta Pemda melalui teknis terkait harus ada langka preventif terhadap pencegahan virus ASF yang saat ini sudah menyerang ternak babi masyarakat di beberapa wilayah.

“Atensi Bupati dan Wakil Bupati saat ini, mestinya mengambil langkah cepat dan jitu menangani hama pisang dan virus babi. Karena ini masih berhubungan sektor Tante Nela Paris, yaitu pertanian dan peternakan,” tutup Bosko, Anggota DPRD Ngada Dapil V Riung dan Riung Barat.*

Penulis: Wim de Rozari / Editor: Wentho Eliando

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *