Penulis: Daniel Alot (Anggota JP Pena Inklusi)/Editor: Wall Abulat

MAUMERE, FLORESPOS.net-Caritas Keuskupan Maumere bertempat di Aula Biara Santo Kamilus Jalan Gajah Mada Maumere  menggelar Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana Inklusi bagi fasilitator Desa Tangguh Bencana (Destana), selama dua hari, sejak Selasa (29/11/2022) hingga Rabu (30/11/2022).

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka Yohanes Baptista Laba.

Peserta kegiatan utusan tokoh masyarakat, utusan pemerintahan 4 desa tangguh bencana yakni  Desa Kolisia, Desa Kolisia B, Desa Reroroja, dan Desa Wuliwutik) serta utusan difabel dari Forsadika.

Tampil sebagai nara sumber dalam kegiatan ini di antaranya Kalaksa BPBD Sikka Yohanes Baptista yang membawakan materi berjudul Kebijakan dan Strategi Penanggulangan Bencana di Kabupaten Sikka” dan Staf PMI Sikka Oktafianus Ario Adityo membawakan materi Keterlibatan Difabel Dalam Mitigasi Bencana di Tingkat Komunitas.”

Kalaksa Yohanes Baptista Laba dalam sambutannya saat membuka kegiatan itu antara lain membeberkan fakta di mana Kabupaten Sikka merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi NTT yang sangat rentan terjadinya bencana.

“Kabupaten sikka adalah salah satu kabupaten di NTT yang rentan terhadap bencana karena berada pada wilayah yang sangat rentan dengan potensi bencana (ring of fire),” kata Kalaksa.

Kalaksa menyebut dua alasan mengapa Kabupaten Sikka rentan terjadi bencana yakni kabupaten ini diapiti dua zona penyebab gempa yakni di bagian selatan tempat bertemunya lempeng Eurasia dan Indo-Australia, dan bagian utara terdapat patahan naik busur, Sesar Flores).

“Selain itu, Kabupaten Sikka juga diapiti 2 gunung api yakni Gunung Api Egon dan Gunung Api Rokatenda,” katanya.

Kalaksa pada kesempatan ini juga menyampaikan agenda BPBD bersama Bupati Sikka akan mendeklarasika Desa Tangguh  Bencana untuk seluruh desa di Sikka pada Desember 2022.

“Saya mempunyai program  bulan Desember tahun 2022 bersama dengan Bupati Sikka akan melakukan Deklarasi Desa Tangguh Bencana untuk  seluruh desa di Kabupaten Sikka dengan melibatkan secara langsung Kepala desa se Kabupaten sikka,” kata Yan Laba.

Tujuan

Koordinator Program Disaster Risk Reduction (DRR) Inklusi Caritas Keuskupan Maumere, Margaretha Ellena yang dihubungi di sela-sela pelaksanaan kegiatan, Selasa, tujuan dilaksakanannya kegiatan dimaksud di antaranya fasilitator Destana mempunyai pemahaman yang mempuni tentang Inklusi dan juga keterlibatan teman – teman Disabilitas di desa dalam urusan kebencanaan baik pra bencana, saat bencana dan pasca bencana.

“Kita berharap agar dengan kegiatan ini para fasilitator Destana mempunyai pemahaman yang mempuni tentang Inklusi dan juga keterlibatan teman – teman Disabilitas di desa dalam urusan kebencanaan baik pra bencana, saat bencana dan pasca bencana,” kata Margaretha Ellena.*

Silahkan dishare :

3 Komentar

  1. Wһat’s up, all is going fine here and ofcourse every one is sharing facts, that’s actually fine, keep up writing.

  2. Salam Tangguh’ Disabilitas Tangguh Bencana.
    Kami perwakilan dari BPBD/ULD-PB Kab.Klaten.Jawa Tenggah.
    Terimakasih kepada Kalakhar BPBD. dalam kegiatan Mitigasi Bencana Disabilitas di libatkan . Untuk Menuju Indonesia Tangguh. Disabilitas mampu Evakuasi Mandari.
    “Semua Terlibat,Semua Selamat”

    1. Semoga satu saat kami boleh berkunjung ke Klaten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *