Hewan Berkuku 4 Dilarang Keluar Masuk Mabar
Penulis: Andre Durung / Editor: Anton Harus

By Editor Florespos 05 Agu 2022, 19:40:06 WIB Nusa Bunga
Hewan Berkuku 4 Dilarang Keluar Masuk Mabar

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Mabar, Abidin


Labuan Bajo, Florespos.net - Semua hewan berkuku empat dilarang keluar masuk wilayah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan alasan penyakit mulut dan kuku (PMK). Hewan berkuku 4 dimaksud yakni kerbau, sapi, babi, dan kambing.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Mabar, Abidin, kepada media ini di Labuan Bajo, Rabu (3/8/ 2022), mengatakan, Mabar sesungguhnya masih aman/zona hijau atas PMK. Namun perlu diingat, bahwa PMK belakangan sudah jadi wabah nasional.

Mungkin itu yang membuat sejumlah daerah langganan penerima ternak asal Mabar  tidak lagi menerima ternak berkuku 4 asal Manggarai Barat belakangan. Daerah sasaran kiriman ternak yang berkuku 4 asal Mabar antara lain Jakarta, Makasar, dan Kalimantan.

Baca Lainnya :

"Memang kita rugi dengan persoalan ini," kata Kadis Abidin.

Juga atas alasan PMK, beber kadis Abidin, Pemkab Mabar melalui DPKH sejak Juni lalu (2022) tidak lagi menerima pasokan/kiriman hewan buku  4 dari daerah lain, termasuk daging ataupun dalam bentuk olahan lain seperti pentolan bakso dan sebagainya.

"Kita tolak mulai Juni lalu," kata Kadis Abidin.

Masih Kadis Abidin, baru-baru ini pihaknya menyita puluhan kilogram daging sapi kiriman dari luar Mabar untuk 1 hotel elit di Labuan Bajo. Daging itu sudah dimusnahkan DPKH bersama instansi terkait lain yang ada di ibu kota Mabar. Juga pernah sita daging sapi olahan kiriman untuk pentolan bakso di Labuan Bajo.

Ditolak karena takut terhadap penularan PKM asal daerah kiriman hewan berkuku 4 itu di Mabar, baik melalui fisik utuh ternak maupun melalui daging dan daging olahan. Mengingat penularannya bisa lewat limbah cucian daging itu, ungkap Kadis Abidin. *




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment