Gandeng UNKRIS, Detusoko Barat dan Wologai Tengah Harmonisasi Bumdes dan Koperasi di Desa
Penulis: Willy Aran/Editor: Anton Harus

By Editor Florespos 13 Okt 2021, 08:11:32 WIB Nusa Bunga
Gandeng UNKRIS, Detusoko Barat dan Wologai Tengah Harmonisasi Bumdes dan Koperasi di Desa

Kegiatan Harmonisasi Bumdes dan Koperasi antara Unkris dan Detusoko Barat, Selasa (12/10/2021).


Ende, Florespos.net - Untuk mewujudkan kesejahteraan bersama dalam spirit peningkatan Ekonomi warga di Desa, sinkronisasi dan harmonisasi kelembagaan di desa antara Koperasi dan Bumdes mutlak dibutuhkan. Bumdes adalah perusahaan yang ada di Desa, sedangkan Koperasi adalah lembaga keuangan yang di Desa. Koperasi dan bumdes bisa dikawinkan, bisa saling support dan saling menguatkan demi tujuan kesejahteraan bersama.

Demikian dikatakan  Guru Besar Univesitas Staywacana Prof. Dr. Intyas Utami, S.E, M.Si.Ak, CA, CMA, AIA, CFrA dalam acara FGD (Focus Group Diskusi) tentang harmonisasi Bumdes dan Koperasi di Aula Kantor Desa Detusoko Barat,  Kecamatan Detusoko, Selasa '( 11/10/ 2021). 

Professor Intyas yang juga Staf khusus Gubernur NTT ini menuturkan, saat ini NTT memiliki program Gesit( gerakan 1000 koperasi digital). Kita  kembali untuk  menghidupkan koperasi.

Baca Lainnya :

Untuk tujuan tersebut, maka pèmerintah berkerja sama dengan dua desa dan Bumdes di Kabupaten Ende yakni Au Wula, Desa Detusoko Barat dan Bumdes Kita di Desa Wologai Tengah, Kecamatan Detusoko. 

Dari sisi modal, Bumdes  memiliki modal dari pemerintah, sedangkan koperasi modal dari anggota  hibah dan pinjaman, maka  anggota bumdes bisa menjadi anggota koperasi. 

"Bumdes Au Wula dengan digitalisasi sudah berjalan dan ada juga koperasi,  kita mau support untuk kedua lembaga ini, dari sisi pendampingan  dan sistem digitalisasi. Koperasi menjadi lembaga keuangan di desa, atau Non-Bank, dan kedunya bisa saling mengisi dan mendukung," katanya. 

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM  Ende,  Sebastianus Bele menyambut baik kegiatan ini. Harmonisasi Koperasi dan Bumdes bisa dilakukan  karena memiliki tujuan untuk kesejahteraan. Dua entitas lembaga di desa harus berjalan beriringan. Detusoko Barat sudah memiliki Koperasi Anggur Merah dengan nama KSU Debar dan mendapatkan support dari  pemerintah untuk dana bergulir Rp250 juta dan Replikasi Rp250 juta. 

"Kami berharap Detusoko Barat sudah ada modal dasar, jangan hanya fokus pengembangan Bumdes namun juga Koperasi. Jadi tinggal bagaimana untuk memperkuat kepengurusan, pendampingan, pengawasan dan pembinaan sehingga bisa dilakukan harmonisasi dan pengembangan ke depan," katanya.

Senada dengan, Sebastianus Kepala Bidang Kelembagaan PMD Kabupaten Ende, Arnoldus Jansen Renggi mengatakan dari 255 desa ada 88 Bumdes terbentuk, 31 aktif, 2 super aktif yakni di Desa Detusoko Barat Bumdes Au Wula dan Bumdes Kita, Desa Wologai Tengah. Harmonisasi Bumdes dan Koperasi ini menjadi contoh. Detusoko Barat dan Wologai Tengah harus menjadi pilot project  khususnya terkait Bumdes dan Koperasi sehingga pertunbuhan ekonomi di desa bisa terlihat. 

Camat Detusoko, Dus Santiasa, mengatakan,  FGD dan spirit ini mendorong pemdes  bergerak satu langkah lebih maju  dan hal ini perlu komitment bersama. Semua harus bergerak bersama dan  Detusoko Barat mesti  menjadi spirit untuk 19 desa lainnya di kecamatan ini. 

Kades Detuasoko Barat, Nando Watu  berterimakasih karena di desa ada dua lembaga, ada Bumdes dan Koperasi.  Harmonisasi koperasi dan bumdes menjadi peluang emas untuk bekerja sama dan saling menguatkan. 

"Kami apresiasi dengan kehadiran Universitas Kristen Satyawacana karena bagian dari tanggubgjawab akademik untuk mendukung pemberdayaan ekonomi di desa . Ini merupakan program kolaborasi antara lembaga pendidikan dan desa karena disupport oleh kemenristek dikti. Kami memiliki bumdes dengan dua unit usaha dan juga saat ini ada koperasi KSU Debar, dan ke depan kami akan restrukturisasi kepengurusan," katanya.*




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment