Festival Golo Koe: Mengendus Jejak Allah Dalam Perjumpaan Antar Manusia
Penulis: Andre Durung / Editor: Anton Harus

By Editor Florespos 01 Agu 2022, 16:24:06 WIB Feature
Festival Golo Koe: Mengendus Jejak Allah Dalam Perjumpaan Antar Manusia

Suasana jumpa wartawan jajaran Panitia Festival Golo Koe baru-baru ini di Labuan Bajo Mabar NTT. Dari kiri ke kanan: RD. Martin Chen, RD. Manfred Habur (Ketua Pelaksana), dokter Yulianus Weng (Ketua Umum), dan RD. Rikard Manggu (Wakil Ketua Umum)


Labuan Bajo, Florespos.net - Festival Golo Koe, Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT dijadwalkan 8-15 Agustus 2022. Dipusatkan di kota pariwisata super premium Labuan Bajo, yaitu di Gua Maria Golo Koe dan Waterfront City Marina Labuan Bajo. Pesan kuat event religi ini Pariwisata Holistik.

Kegiatan berhari-hari tersebut mempertemukan banyak orang tanpa sekat. Melibatkan umat agama lain, budaya, suku dan etnis nusantara, disamping umat Katolik dalam wilayah Diosesan Ruteng.

Wilayah Keuskupan Ruteng mencakupi Manggarai Raya (Maya) atau 3 Manggarai, yaitu Kabupaten Manggari Timur (Matim), Manggarai, dan Manggarai Barat (Mabar), dari Wae Mokel di timur hingga Selat Sape di barat, dari laut Flores di utara sampai laut Sawu di selatan.

Baca Lainnya :

Ketua Umum Panitia Festival Golo Koe, dr. Yulianus Weng,  mengungkapkan, event ini digagas dan diorganisir Keuskupan Ruteng, bekerja sama dengan Pemkab Mabar, BPOLBF, dan para stake holder pariwisata. Kegiatan ini melibatkan umat Allah Keuskupan Ruteng dari seluruh pelosok tanah Nucalale dalam kerja sama erat dengan komunitas muslim dan komunitas lintas agama lainnya. Ia sampaikan itu dihadapan wartawan di Labuan Bajo baru-baru ini.

Lanjut dia, tujuan festival ini guna menumbuhkembangkan pariwisata Labuan Bajo Flores yang berakar dan bertumbuh dalam keunikan dan kekayaan kultural dan spiritual setempat. Festival religi kultural ini juga bermaksud untuk mendorong dan menggiatkan semua kegiatan ekonomi kreatif masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan hidup mereka. Motto dan karakter Festival Golo Koe yakni Pariwisata Holistik: Berpartisipasi, Berbudaya, dan Berkelanjutan.

Event utama Festival Golo Koe ada 6. (a). Opening Ceremony 8 Agustus 2022 yang diwarnai defile utusan, paroki, lembaga, komunitas suku Flores dan Nusantara serta komunitas lintas agama. Launching festival ini akan dimeriahkan konser penyanyi.

(b). Pekan pameran dan kuliner yang melibatkan UMKM dari seluruh wilayah Keuskupan Ruteng (Matim, Manggarai, Mabar). Mereka akan menyajikan keunikan dan kekayaan ekonomi kreatif di Maya seperti tenun ikan, anyaman tradisional, kuliner, kopi dan lain-lain.

(c). Pekan Pentas Seni yang menampilkan keindahan suara dan tari serta kemagisan musik dan seni teatrikal budaya Manggarai, dan suku-suku Nusantara.

(d). Kegiatan ekolagis dan karitatif. Kegiatan ekologis berupa penanaman bambu dan bakau di DAS dan wilayah pantai serta pembersihan lingkungan. Kegiatan sosial karitatif berupa kunjungan dan pembagian sembako kepada panti-panti sosial dan sesama yang membutuhkan.

(e). Prosesi Akbar Bunda Maria Assumpta Nusantara pada 14 Agustus 2022 yang akan dilakukan baik di darat maupun di laut Labuan Bajo. Prosesi ini berakar dalam tradisi umat Katolik di Flores dan dijalankan dalam semangat kebersamaan dan toleransi dengan komunitas lintas agama.

(f). Misa Agung Maria Assumpta Nusantara tanggal 15 Agustus 2022, dipimpin Uskup Ruteng bersama ratusan imam konselebran di waterfront City Labuan Bajo. Malam penutup festival akan dimeriahkan pula oleh artis.

Para peserta dari luar Labuan Bajo akan menginap di rumah-rumah umat Katolik/KBG di 2 paroki dalam kota Labuan Bajo, yaitu Paroki Roh Kudus dan Paroki Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) Wae Sambi. Event ini menerapkan protokol kesehatan ketat (masker dan lain-lain). Terkait sampah dan lain-lain, termasuk keamanan di darat dan laut sudah diantisipasi pantiia. Pada Kegiatan ini ada prosesi laut dan darat.

Festival Golo Kie Labuan Bajo ini ingin mengungkapkan bahwa pariwisata sejatinya adalah ziarah mengendus jejak Allah dalam suka cita perjumpaan antar manusia, antar budaya dan dalam ketakjuban alam yang mempesona. Ziarah manusia untuk mencari kebahagiaan sejati mencapai kepenuhannya dengan Sang Khalik, Pencipta dan Penyelenggara Alam Semesta. Itu yang disimbolkan dan dinyatakan dalam perayaan Ekaristi Maria diangkat ke Surga (Maria Assumpta).

Pada kesempatan itu Ketua Umum Panitia Festival Golo Koe Yulianus Weng yang juga sebagai Wakil Bupati Mabar itu didampingi RD. Rikard Manggu, Wakil Ketua Umum Festival Golo Koe yang juga Vikep Kevikepan Labuan Bajo, RD. Manfred Habur (Ketua Pelaksana), dan RD. Martin Chen (Ketua SC). *




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment