Duga Erik Meninggal Tidak Wajar, Keluarga Minta Dilakukan Ekshumasi
Penulis: Wim de Rozari/Editor: Anton Harus

By Editor Florespos 05 Agu 2022, 19:05:15 WIB Nusa Bunga
Duga Erik Meninggal Tidak Wajar, Keluarga Minta Dilakukan Ekshumasi

Proses penggalian kembali kubur Almarhum Erik untuk dilakukan otopsi, Jumat (5/8/2022).


Bajawa, Florespos.net – Menduga adanya tindak pidana kekerasan terhadap Almarhum Yosef Frederikus Idam Putra yang sering disapa Erik, warga Kelurahan Bajawa, Kecamatan Bajawa yang pernah diberitakan media ini pada awal Maret 2022, meninggal akibat Lakalantas keluarga meminta dilakukan ekshumasi.

Ekshumasi adalah penggalian kembali terhadap mayat yang telah dikubur. Ekshumasi dilakukan dengan maksud untuk pemeriksaan atau otopsi ulang guna membantu menegakkan peradilan.  

Seperti yang disampaikan Kapolres Ngada, AKBP Abilio Dos Santos awal Maret 2022 kepada media bahwa Erik meninggal akibat kecelakaan lalulintas. Namun ibu kandung korban meminta kepada Penyidik Polres Ngada untuk dilakukan ekshumasi atau otopsi ulang jenazah korban.

Baca Lainnya :

Hingar bingar di media sosial di mana Tim Pencari Fakta yang mendampingi keluarga korban yakni Buang Sine meminta diotopsi dan mereka menduga kalau koran Erik meninggal bukan akibat Lakalantas, namun ada tindakan penganiayaan berat.

Personel Polres Ngada yang dipimpin langsung Kapolres Ngada, AKBP Padmo Arianto, S.I.K, melakukan pengamanan jalannya otopsi jenazah, bertempat di pekuburan umum Ngalisabu, Kelurahan Bajawa, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Jumat (5/8/2022).

Kegiatan otopsi jenazah yang dimulai sekitar pukul 13.58 Wita dimulai dengan penggalian kubur untuk mengangkat kembali jenazah Almarhum Erik.

Otopsi jenazah sendiri dimulai sekitar pukul 15.00 wita, yang dilaksanakan oleh Tim Dokter Ahli Forensik.

Untuk kelancaran dan ketertiban selama proses otopsi, personel Polres Ngada melakukan pengamanan serta melakukan imbauan kepada masyarakat sekitar area otopsi untuk menjaga ketertiban.

Kapolres Ngada, AKBP Padmo Arianto, S.I.K, kepada media mengatakan, benar, Jumat (5/8/2022), sekitar pukul 15.30 Wita berlokasi di Komplek Pekuburan Ngalisabu, Kelurahan Bajawa, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, telah dilaksanakan kegiatan otopsi jenazah atas nama Yosef Frederikus Idam Putra, yang dilaksanakan oleh Tim Dokter Ahli Forensik

"Kegiatan otopsi jenazah dilaksanakan untuk kepentingan penyelidikan dan  penyidikan oleh Penyidik Polres Ngada, atas meninggalnya almarhum Yosef Frederikus Idam Putra"

"Sebelum dilaksanakannya rangkaian kegiatan otopsi, sebelumnya keluarga menyerahkan jenazah almarhum kepada pihak Polres Ngada dan disertai dengan penandatanganan Berita Acara Penyerahan Jenazah oleh kedua belah pihak".

Kegiatan otopsi jenazah almarhum berakhir pukul 17.00 wita, berjalan aman dan lancar.

Pihak Polres Ngada menyerahkan kembali jenazah almarhum kepada pihak keluarga dan disertai dengan penandatangan Berita Acara Penyarahan Jenazah.

"Dalam Kegiatan Otopsi ini kami melibatkan personel Polres Ngada, untuk melaksakan pengamanan agar pelaksanaan otopsi berjalan aman dan lancar.Terima kasih kepada warga yang telah bersama-sama menjaga Kamtibmas tetap kondusif," katanya

Ketua Tim Otopsi, dr. Edi S. Hasibuan, SpKF. MH. Kes mengatakan, otopsi jenazah, berdasarkan permintaan dari penyidik Polres Ngada.

"Saya tidak ada hubungan dengan keluarga almarhum, tidak ada juga hubungan dengan siapapun, saya hanya berhubungan dengan penyidik berdasarkan surat permintaan otopsi penyidik kepada saya," katanya.

"Kalau mengenai hasil otopsi nanti bisa ditanyakan kepada penyidik yang punya wewenang. Saya kasih waktu 10 hari paling cepat untuk hasil pemeriksaan (otopsi), dan beberapa sampel organ tubuh kami juga bawa untuk melakukan pemeriksaan," katanya.

Dalam pelaksaan otopsi tadi, kesulitan yang berarti tidak ada, kesulitan biasanya karena mayat busuk.

Data yang dihimpun Florespos.net kejadian tanggal 4 Maret 2022 di sekitar Ledhi, Desa Tarawaja, Kecamatan Soa. Hingga saat ini korban yang sama-sama satu sepeda motor dengan almarhum, yakni Robi Raga masih di rawat di RS Siloam Kupang dan masih belum dapat berkomunikasi.*




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment