Covid-19 dan Habitus Baru
Oleh: Frans Obon

By Editor Florespos 04 Okt 2021, 08:27:12 WIB Bentara Net
Covid-19 dan Habitus Baru

Frans Obon, Redaktur Flores Pos Net.


Hampir dua tahun, kita dilanda corona virus disease (Covid-19). Covid-19 telah mematahkan sebagian dari pengalaman hidup kita baik secara pribadi maupun sosial, meskipun serentak pada sisi lain covid-19 menumbuhkan pengalaman baru juga secara pribadi dan sosial.  Tingkat kerentanan yang dialami oleh setiap pribadi memang berbeda-beda. Tapi semua sektor kehidupan terpengaruh.

Covid-19 adalah semacam disrupsi, yang mengejutkan dan menakutkan kita. Namun penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah dan didukung sepenuhnya oleh masyarakat telah membawa hasil. Setidaknya kasus-kasus covid-19 sudah melandai. Tapi kita masih diingatkan untuk tetap waspada dan tetap mengikuti protokol kesehatan yang ada.

Situasi disrupsi akibat Covid-19 ini memberikan kita pelajaran berharga, bukan saja dalam menghadapi pandemi tetapi juga melahirkan pengalaman baru. Habitus baru tercipta.

Baca Lainnya :

Pertama, covid-19 telah memaksa kita untuk kembali melihat ke dalam diri. Masa selama kita tinggal di rumah, sekolah dari rumah, bekerja dari rumah dan menjaga jarak fisik dari sesama adalah sebuah pengalaman baru untuk kembali ke dalam diri. Melihat kembali pengalaman hidup baik pribadi maupun sosial. Kita melihat relasi pribadi kita dengan Tuhan, sesama dan lingkungan alam dan sosial.

Kedua, covid-19 adalah cermin besar yang memperlihatkan kepada kita mengenai kadar relasi sosial kita. Ketika kita menggunakan masker, menjaga jarak fisik dan mencuci tangan, maka semua protokol kesehatan itu bukan saja pertama-tama hanya mau melindungi diri kita sendiri, tetapi juga melindungi orang lain. Keteledoran kita bisa berkibat buruk pada kehidupan orang lain. Dengan mengikuti protokol kesehatan dan mendapatkan suntikan vaksin, sebenarnya kita ingin melindungi diri sendiri dan orang lain. Oleh karena itu covid-19 mengajarkan kita untuk mencintai kehidupan sendiri dan kehidupan orang lain. Kita diajarkan untuk menumbuhkan dan mencintai kehidupan sendiri dan kehidupan orang lain.

Ketiga, covid-19 mendorong kita untuk melakukan transformasi agar tercipta suatu habitus baru. Cara pandang baru, cara hidup baru, cara berelasi sosial. Tujuannya tidak lain adalah agar kehidupan pribadi dan kehidupan sosial kita diperbarui. Misalnya kita bergerak dari cara hidup yang mementingkan diri ke cara hidup yang memedulikan kehidupan orang lain. Di sana lahir sikap hidup altruisme. Menjaga keseimbangan antara kepentingan diri, sesama dan lingkungan.

Covid-19 memang mengacaukan kehidupan kita. Tapi serentak situasi ini mengharuskan kita untuk menata kembali kehidupan pribadi dan sosial kita. Kita sudah mengalami musim panas yang merontokkan dalam kehidupan kita. Namun serentak pula kita diberikan suatu harapan baru, sebuah musim semi kehidupan untuk menumbuhkan harapan baru, cara hidup baru dan memetakan jalan baru kehidupan pribadi dan sosial kita. Pandemi covid-19 telah mengajarkan kita banyak hal. *




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment