Ancaman Hukuman Seumur Hidup Menanti Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Ruteng
Penulis: Christo Lawudin/Editor: Anton Harus

By Editor Florespos 30 Okt 2021, 11:16:24 WIB Hukum
Ancaman Hukuman Seumur Hidup Menanti Tersangka Kasus Dugaan Korupsi  di Ruteng

Salah satu item yang rusak di gedung terminal di Bandara Frans Sales Lega, Ruteng.


Ruteng, Florespos.net - Tersangka kasus dugaan korupsi pengerjaan gedung terminal di Bandara Frans Sales Lega di Ruteng, Manggarai dijerat undang-undang korupsi. Ancaman hukumannya seumur hidup atau  paling lama 20 tahun atau paling cepat 4 tahun  penjara.

Seperti disampaikan Kapolres AKBP Mas Anton Widyodigdo melalui Humas Ipda I Made Budiarsa dalam siaran pers yang diterima wartawan di Ruteng, Sabtu (30/10/2021), tersangka RN, Direktur PT. Dayatunas Mekarwangi dijerat dengan Pasal 2 jo Pasal 18 Undang–Undang Nomor 31Tahun 1999 jo Undang–Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

"Dari pasal-pasal itu, ancaman hukuman bisa seumur hidup atau 20 tahun atau 4 tahun penjara. Hukuman bergantung pada putusan Majelis Hakim nantinya," katanya.

Baca Lainnya :

Dikatakan, bunyi Pasal2 ayat (1) UU Tipikor menyatakan, setiap orang yang secara melawan hokum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang merugikan keuangan Negara atau perekonomian negara, dipidana penjara dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun.

Lalu, pada pasal yang sama tersangka dikenakan denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

Menurutnya, penyidik saat ini masih terus bekerja untuk merampungkan berita acara pemeriksaan tersangka RN. Dalam proses itu, penyidik melakukan pengembangan penyelidikan guna mengurai keterlibatan yang lainnya dari proyek pusat itu.

Sedangkan  Kanit Tipikor  Polres Manggarai, Aipda Joko Sugiarto,  mengatakan, berdasarkan laporan hasil pemeriksaan  tim ahli dari Politeknik Negeri Kupang didapat kesimpulan bahwa  pengerjaan pembangunan gedung terminal bandara yang dikerjakan PT. Dayatunas Mekarwangi tersebut mengalami kerusakan di setiap segmen atau item pekerjaan.

"Ada  indikasi yang dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan dalam kontrak kerja. Fakta ditemukan banyak sekali yang rusak dan bahkan hilang," katanya.

Dari pelbagai penyimpangan itu, lanjut Kanit Joko Sugiarto, dilakukan penghitungan kerugian negara. Dan, hasilnya yakni Rp 8 miliar lebih dari total anggaran sebesar  Rp13 miliar lebih tahun 2015 lalu. *




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 2 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment


Kanan - Iklan SidebarKanan-Iklan ILM

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.