LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Sedikitnya 2 orang meninggal dunia dan 21 lainnya mengalami cedera di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terdampak gempa bumi dahsyat M 7,7 menghantam Flores pada 15 Agustus 2026.
Demikian data Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar yang diperoleh media ini dari Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Oktavianus Andi Bona, di Posko bencana gempa Flores zona Mabar di halaman Kantor BPBD di Labuan Bajo, Selasa (18/8/2026).
Berdasarkan data dimaksud, kedua warga Mabar yang meninggal dunia yakni asal Dusun Terang Kecamatan Boleng, dan seorang lagi asal Desa Tueng, Kecamatan Kuwus Barat.
Sedangkan, 21 korban cedera, baik ringan maupun berat, mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo-Mabar di Marombok Labuan Bajo.
Para korban ada yang datang sendiri ke RSUD, ada pula yang dibantu pihak/warga lain. Di antara para korban juga ada yang sudah pulang ke rumah, sembuh.
Puluhan korban cedera di RSUD Komodo-Marombok Labuan Bajo tersebut antara lain asal Kecamatan Mbeliling, Boleng, Kuwus, dan Lembor.
“Data ini masih bersifat sementara,” kata Ovan, sapaan akrab Kalak Bonavantura Andi.
Bona menanggapi media ini di sela-sela kesibukan menerima kiriman bantuan dari berbagai pihak yang kirim per mobil/truk.
Khusus korban meninggal dunia asal Desa Tueng, Kuwus Barat, kata Ovan, dia meninggal dunia di Reo, wilayah utara Kabupaten Manggarai. Jenazahnya sudah dibawa pulang ke kampung halamannya di Tueng, Kuwus Barat.
“Dia warga kita, Manggarai Barat. Saat itu dia pergi ke keluarganya di Reo. Pas gempa dia dia di sana. Sepertinya terkena hantaman reruntuhan bangunan saat itu. Jenasahnya dibawa pulang ke Kuwus Barat. Mungkin sudah dimakamkan,” kata Ovan. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando










