Yuk! Lihat Desa Wisata Detusoko Barat
Kontributor: Ferdinanda Meu/Editor: Wentho Eliando

By Editor Florespos 12 Sep 2021, 15:05:51 WIB Wisata
Yuk! Lihat Desa Wisata Detusoko Barat

Menikmati Alam Desa Detusoko Barat, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende.


Detusoko Barat, salah satu desa di Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, terpilih masuk 50 besar kategori Desa Wisata di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Tahun 2021.

Lalu, apa saja dan bagaimana terobosan serta keunggulan desa yang dipimpin Kepala Desa (Kades) Ferdinandus Watu, ini bisa masuk ADWI tahun ini?.

Nando, begitu Kades Ferdinandus Watu akrab disapa ini, ditemui di Detusoko, Sabtu (28/8/2021), mengaku, awalnya hanya mencoba untuk ikut-ikut saja dengan tujuan melihat kira-kira kriteria dan syarat apa saja yang masuk dalam dalam ajang ADWI Award itu sendiri.

Baca Lainnya :

Selain itu, bertujuan agar Desa Detusoko Barat dapat melakukan berbagai pembenahan dengan kriteria atau standar yang ada.

Alhasil, kata Nando, Desa Detusoko Barat masuk dalam ADWI Award Tahun 2021 bersama 50 desa lainnya di Indonesia.

Dia, selaku Kades dan masyarakatnya menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara, pemerintahan pusat dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta seluruh masyarakat yang memberikan suppor hingga Desa Detusoko Barat masuk ADWI tahun 2021.

“Setelah masuk ke 50 besar, nantinya dikunjungi Pak Menteri dan tim juri untuk melakukan penilaian sesuai kriteria, standar dan keunggulan yang dimasukkan dalam aplikasi ADWI melalui Jaringan Desa Wisata Indonesia (Jadesta),” katanya.

Apa Keunggulannya

ADWI memiliki tujuh kategori penilaian, yakni terkait paket wisata, produk lokal, home stay, CHSE (Cleanes, Healthy, Safety, Enviroment), toilet, souvenir, dan digitalisasi.

Dari tujuh kategori itu, Desa Detusoko Barat melihat peluang yang paling dominan kemudian dimasukan atau diikutkan dalam ADWI tersebut.

Sedikitnya, ada tiga kategori yang menjadi highlight dalam ADWI, ada di Desa Detusoko Barat. Kategori pertama, Desa Detusoko miliki Paket Wisata, di antaranya ada wisata sawah, susur sawah, pembuatan produk usaha, salah satunya pembuatan kopi.

Lalu, atraksi-atraksi wisata kehidupan masyarakat lokal di Desa Detusoko.


Pemandangan sawah di Desa Detusoko Barat

“Misalnya, ketika orang atau wisatawan datang dan menginap di home stay, itu juga menjadi atraksi wisata. Pagi hari mereka bisa menjadi petani atau one day be a farmer. Jadi mereka bisa merasakan kegiatan dari masyarakat setempat,” jelas Nando.

Kategori kedua, yaitu souvenir. Desa Detusoko Barat mempunyai aneka produk lokal, di antaranya kopi, beras hitam, beras merah, pengharum ruangan dari kopi, peanut butter, dan lainnya.

“Ketika orang atau wisatawan datang ke Detusoko Barat, mereka bisa membeli oleh-oleh. Dan souvenir itu ada di BUMDes,” kata Nando.

Kategori ketiga, digitalisasi. Desa Detusoko Barat mempunyai, dua platform digital yang dikelola untuk pemasaran.

Platform digital yang sudah berjalan sejak tahun 2020 untuk pemasaran online, yakni dapurkita.bumdesmart.id dan Platform digital untuk wisata, decotour.bumdeswisata.id.

“BUMDes kami miliki dua unit usaha, yakni perdagangan dan pariwisata,” ungkap Nando.

Nando menjelaskan bahwa platform digital pemasaran online digunakan untuk menjembatani pemasaran aneka produk-produk sayuran yang ada di Desa Detusoko Barat.

Platform itu telah berkembang dan mengubah namanya menjadi pasarflores.id. Tujuannya, membuka segmen pasar dan produk-produk yang lebih besar dan luas.

Jadi, jelas Nando, dengan membuka pemasaran online pasarflores.id, berarti bukan hanya Desa Detusoko Barat yang menjual sayuran di platform tersebut, tetapi juga dari desa lain yang ikut memasarkan produknya.

Sementara untuk proses pembayaran, menggunakan QR Code, kerjasama dengan Bank NTT.

“Konsumen bisa langsung transfer dan bisa COD. Ada 4 cabang yang sudah dibuka di pasarflores.id, di antaranya dari Desa Detusoko, Maumere, Ende, dan Sabu,” katanya.

Unit pariwisata melalui platform digital decotour.bumdeswisata.id. Kata Nando, semua paket-paket wisata Desa Detusoko Barat bisa dilihat, harga dan booking sudah tertera di platform digital tersebut.

Nando mengaku, saat ini Desa Detusoko Barat sedang mempersiapan diri menyambut kedatangan dari tim juri.

Mereka sudah mulai dari sisi destinasi, yakni penataan kembali objek wisata, home stay, dan penataan paket-paket wisata serta peningkatan SDM dengan meningkatkan pelayanan prima dalam cita rasa wisata.

“Selain ada BUMDes, kami juga punya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Namanya Nire Neni. Penataan sanggar-sanggar dan lainnya, sehingga ketika orang datang ke Detusoko Barat dapat menikmati semua itu,” katanya.

Nando ingin menjadikan Desa Detusoko Barat sebagai role model konsep pengembangan pariwisata berbasis ramah lingkungan yang ecowisata yang keuntungan sebesar-besarnya harus bagi masyarakat lokal.

“Harapan berikutnya peningkatan PADes melalui kegiatan kepariwisataan dan makin banyak anak-anak muda serta orang tua terlibat dalam kegiatan kepariwisataan,” katanya.

Pariwisata sebagai bonus atau nilai tambah yang menggerakkan sektor pertanian, perikanan, peternakan di desa.

Sebagai Kades, dia mesti dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak, seperti pemerintah, masyarakat, media masa, private bussiness, NGO, dan akademisi.

"Harapan terakhir, mungkin dalam dua atau tiga tahun, saya ingin jadikan desa ini sebagai The Best in Asia,” tutup Nando.*




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment