Telenursing (Digitalisasi Perawatan Pasien Isolasi Mandiri Covid-19)
Oleh Irwan Budiana

By Admin Florespos 25 Agu 2021, 08:05:51 WIB Opini
Telenursing (Digitalisasi Perawatan Pasien Isolasi Mandiri Covid-19)

Irwan Budiana, Dosen (Program Studi Ende) Poltekkes Kemenkes Kupang


Peningkatan kasus Covid-19 yang sangat signifikan di Indonesia telah menjadi bencana besar yang menyebabkan kesengsaraan dan korban jiwa hingga ribuan orang. Menurut data satuan tugas nasional Covid-19 (covid19.go.id), jumlah kasus terkonfirmasi per tanggal 04 Agustus telah mencapai 3.532.567 dengan tambahan kasus harian puluhan ribu kasus baru sehingga menambah jumlah kasus aktif mencapai 524,011 kasus (14,8%), dan 100.636 (2,8%) di antaranya meninggal dunia. Tingginya penambahan kasus harian tersebut membuat sumber daya pelayanan kesehatan Indonesia (tenaga medis, sarana dan prasarana) hampir tidak mampu memberikan pelayanan kesehatan sesuai standar.

Hal tersebut yang juga membuat banyak rumah sakit penuh (over capacity). Akibatnya, banyak pasien terpaksa mendapat pelayanan di lorong dan parkiran rumah sakit, bahkan sampai ada pasien yang tidak mendapatkan pelayanan sama sekali hingga berujung kematian. Pasien yang terkonfirmasi Covid-19 terpaksa harus memilih menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing, baik pasien terkonfirmasi dengan gejala maupun yang terkonfirmasi tanpa gelaja. Keterbatasan sumber daya pelayanan kesehatan menjadi penyebab utama terjadinya fenomena meninggalnya pasien di rumah selama menjalani isolasi mandiri.

Berdasarkan data Lapor Covid per tanggal 27 Juli 2021 pukul 10.55 WIB, terdapat 2.703 pasien corona yang meninggal saat melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah. DKI Jakarta menjadi provinsi dengan total temuan kasus kematian di luar rumah sakit terbanyak, yakni sebanyak 1.218 pasien dan dikuti di posisi kedua Jawa Barat sebanyak 699 pasien.

Baca Lainnya :

Fenomena kematian pasien selama isolasi mandiri tersebut terjadi karena faktor tidak adanya tenaga kesehatan yang memantau kondisi pasien, kurangnya akses terhadap oksigen atau obat-obatan, dan penuhnya rumah sakit. Selain itu, menurut Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Nasional, kondisi kesehatan pasien yang berangsur memburuk saat menjalani isolasi mandiri tanpa pendampingan tenaga kesehatan dan masih tingginya  stigmatisasi negatif terhadap pasien yang terkonfirmasi positif menjadi penyebab banyaknya pasien meninggal dunia selama menjalani isoman. Masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 lebih memilih mengurung diri dengan segala bentuk keterbatasan dan memilih tidak melapor ke RT karena malu dan takut mendapat stigma. Rasa takut akan stigma tersebut membuat masyarakat takut berobat ke rumah sakit sehingga ikut memperburuk penyakit penyertanya (komorbid). Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasien isoman perlu mendapat pendampingan tenaga kesehatan yang baik  dan berkelanjutan, baik pendampingan secara langsung maupun tidak langsung.

Pesatnya perkembangan teknologi informasi semestinya bisa dimaksimalkan peranannya dalam situasi yang sangat sulit tersebut. Kematian pasien isoman akibat faktor tidak adanya tenaga kesehatan (perawat) yang memantau kondisi pasien seharusnya bisa diminimalisasi dengan memaksimalkan pemanfaatan digitalisasi pelayanan keperawatan, khususnya yang berkaitan dengan tindakan promosi preventif seperti telenursing. Tingginya penggunaan internet di tengah masyarakat sangat mendukung implementasi telenursing sebagai upaya digitalisasi perawatan pasien isolasi mandiri. Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan, jumlah pengguna internet Indonesia hingga kuartal II tahun 2020 mencapai 73,7 persen dari populasi (266,9 juta)  atau setara dengan 196,7 juta pengguna.

Telenursing merupakan salah satu teknologi keperawatan yang sangat mungkin digunakan selama pasien menjalani isolasi mandiri. Menurut World Health Organization   (WHO), telehealth didefinisikan sebagai pemberian layanan perawatan kesehatan, di mana pasien dan penyedia layanan dipisahkan oleh jarak. Telehealth menggunakan TIK (teknologi informasi dan komunikasi) untuk pertukaran informasi mengenai diagnosis, perawatan, penelitian, evaluasi, dan untuk pendidikan berkelanjutan para profesional kesehatan. Istilah telehealth umumnya digunakan bersama dengan telenursing, telemedicine, teleconsultation, telehomecare, e-health dan informatika. Digitalisasi pelayanan keperawatan tersebut tumbuh dan berkembang di berbagai negara, terlebih pada situasi pandemi Covid-19. Hal tersebut dikarenakan adanya bukti yang kuat akan efektivitas penggunaan telenursing. Bentuk-bentuk telenursing dapat berupa triage telenursing, call-center services, konsultasi melalui secure email messaging system, konseling melalui hotline service, audio atau video conferencing antara pasien dengan petugas kesehatan atau dengan sesama petugas kesehatan, discharge planning telenursing, home-visit telenursing dan pengembangan websites sebagai pusat informasi dan real-time counseling pada pasien (COACH, 2015).

Beberapa alasan pentingnya pengimplementasian telenursing di masa pandemi, khususnya bagi pasien yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah yakni, pertama, telenursing menjadi alat yang efisien untuk membantu negara mengatasi hambatan geografis dan memberikan informasi perawatan kesehatan kepada penduduk. Kedua, telenursing dapat mewujudkan tercapainya biaya perawatan kesehatan yang lebih murah (efektif dan efisien). Ketiga, telenursing dapat mencakup perawatan kesehatan dengan protokol Covid-19 (social distancing), termasuk perawatan jarak jauh seperti di perdesaan, wilayah kecil, atau berpenduduk jarang. Keempat, telenursing dapat membantu mengatasi kekurangan tenaga perawat selama pandemi Covid-19, mengurangi jarak dan menghemat waktu perjalanan, dan menjaga pasien setelah keluar dari rumah sakit. Padila dkk. (2018), dalam penelitiannya, mengungkapkan bahwa dengan adanya perangkat telenursing, masalah-masalah terkait penyediaan SDM perawat yang kurang memadai di rumah sakit dapat teratasi, termasuk di dalamnya jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti terjadinya kejadian luar biasa (KLB) pandemi Covid-19, yang tidak bisa meninggalkan ruangan karena pasien membludak, tetap bisa terkoordinasi dengan baik dengan adanya sistem telenursing ini sebagai saran komunikasi dan monitoring tindakan keperawatan.

Alasan kelima, telenursing juga dapat memberikan peluang bagi pendidikan pasien isoman, teleconsultations keperawatan, pemeriksaan hasil tes medis, dan bantuan kepada tim medis lainnya dalam pelaksanaan protokol perawatan Covid-19 selama isoman. Keenam, telenursing dapat mengurangi hari rawat dan kunjugan rumah sakit sehingga berdampak pada berkurangnya kemungkinan rumah sakit mengalami over capacity. Ketujuh, telenursing dapat meningkatan jumlah cakupan pelayanan keperawatan dalam jumlah yang lebih luas dan merata, dapat dimanfaatkan dalam bidang pendidikan (modeldistance learning) dan perkembangan riset keperawatan berbasis informatika kesehatan. Kedelapan, telenursing dapat meningkatkan kepuasan perawat dan pasien terhadap pelayanan keperawatan yang diberikan, serta meningkatkan mutu pelayanan perawatan di rumah (home care). Kesembilan, telenursing juga meningkatkan rasa aman (safety) perawat dan klien. Kesepuluh, telenursing juga membantu pasien dan keluarga untuk ikut berpartisipasi aktif dalam perawatan, terutama self-management untuk penyakit kronis dan mengurangi lama perawatan (length of stay). Kesebelas, sistem ini memfasilitasi perawat memberikan informasi dan dukungan yang akurat secara online. Keduabelas, telenursing dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan pasien terhadap protokol kesehatan Covid-19. Besarnya manfaat penggunaan telenursing dan kemungkinan untuk diimplementasikan di tengah pandemi Covid-19 menjadi alasan penting pemerintah untuk memperkuat komitmen kepemimpinan pada semua level (Total Quality Management) untuk memperkuat sumber daya pengimplementasian telenursing secara kompreshensif demi mewujudkan keamanan dan keselamatan masyarakat, khususnya keselamatan masyarakat yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah.*




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment