SMPN 1 Bajawa Gelar Bincang Literasi Sekolah Kepenulisan
Penulis: Wim de Rozari/Editor: Anton Harus

By Editor Florespos 09 Sep 2021, 17:26:31 WIB Pendidikan
SMPN 1 Bajawa Gelar Bincang Literasi Sekolah Kepenulisan

Emanuel Djomba dari Rumah Literasi Cermat (RLC) ,Senin (6/9/2021) memberikan materi tentang bincang literasi sekolah tentang kepenulisan.


Bajawa,Florespos.net - Dengan menghadirkan pegiat literasi dari Rumah Literasi Cermat (RLC), Emanuel Djomba dan melibatkan guru,Senin (6/9/2021) Sekolah Menengah Pertama Negeri  (SMPN) 1 Bajawa menggelar kegiatan bincang literasi sekolah tentang kepenulisan.

Kegiatan dibuka Kepala SMPN 1 Bajawa, Maria C. Imelda, Senin (6/9/2021) menjadi kegiatan pertama setelah lebih dari setahun tanpa adanya aktivitas pembelajaran tatap muka dan ekstrakurikuler sekolah.

Kegiatan yang diikuti  30 siswa kelas VII dan VIII dipusatkan di perpustakaan sekokah. Maria  C.  Imelda meminta kepada para  siswa memanfaatkan momen bincang literasi tentang kepenulisan sebagai kesempatan untuk mengembangkan diri.

Baca Lainnya :

Kegiatan menulis harus mendorong siswa untuk berpikir kritis. 

'Ibarat pisau, kalau di asah terus, maka akan menjadi tajam sehingga mampu membedah sesuatu. Begitu juga kemampuan berpikir kritis dan analitis membantu kita mengatasi masalah di masa depan," kata Imelda.

Kata Imelda, kemampuan menulis sangat penting agar mampu menghadapi tantangan global. Memiliki skill menulis yang baik akan mampu mempercepat akses informasi sehingga pesan cepat disampaikan kepada public secara akurat.

Pada kesempatan tatap muka dengan menerapkan prokes ketat itu, Imelda mengingatkan siswa, bahwa meski pembelajaran tatap muka sudah boleh dilaksanakan terbatas, siswa tetap harus  menjaga diri dengan gerakan 5 M (Prokes) sebagai kiat mengamankan diri dan orang lain di masa pandemi.

Dimulainya tatap muka terbatas setelah mendapat arahan pemerintah kabupaten Ngada.

"Kita datang lagi setelah lama tidak tatap muka akibat pandemi yang masih berkepanjangan," kata Imelda.

"Banyak aktivitas sekolah lumpuh kecuali pembelajaran daring. Tetapi kita tidak boleh mati langkah. Terus berkreasi di masa pandemi dengan tetap menerapkan prokes," kata Imelda.

Kegiatan literasi yang berkaitan dengan kepenulisan baru bisa dilaksanakan lagi tahun ini, setelah tahun lalu tak digelar karena pandemi.

Emanuel Djomba dalam pemaparannya mengatakan, kegiatan ini menjadi momen untuk menumbuhkan motivasi menulis di kalangan siswa. Tanpa menumbuhkan habit menulis, teori menulis apapun tidak cukup.

Jurnalis yang sejak tahun 2013 aktif  menggerakan literasi di Kabupaten Ngada ini, selain memberi motivasi sederhana tentang menulis, juga memberi materi dasar kepenulisan dalam jenis-jenis menulis, seperti: fiksi, non fiksi dan menulis faksi. Dari sini siswa mendapat gambaran bentuk-bentuk tulisan.

Selain itu siswa diberi tips menulis  ekspresif (menulis) yang melibatkan emosi dalam sebuah tulisan, menulis dengan hati sehingga mampu menyentuh hati. Materi lain adalah, membantu siswa untuk membuat kerangka tulisan sehingga memudahkan siswa merakit kata dan kalimat dalam latihan-latihan selanjutnya.

Pada hari kedua, siswa melakukan rod show dengan tujuan mengimplementasikan latihan menulis dengan melakukan reportase yang melibatkan seluruh panca indra. Setelah road show habit menulis siswa diharapkan terus bertumbuh.

Di bagian lain,  guru Bahasa Indonesia sekolah itu, Ignatius Sabinus Satu yang biasa disapa Uno memberi motivasi kepada para siswa bahwa menulis itu seperti menabung.

"Sekarang nabung dan suatu saat kita pasti panen untuk kehidupan sehingga bermanfaat. Kuncinya adalah terus berlatih," kata Uno.

Dia juga memberi tips bagaimana menulis deskripsi yang dimulai dari identifikasi terhadap objek secara detail. Objek yang diamati kemudian dideskripsikan dalam tulisan.

Sementara Kaur Kesiswaan, Laurensius Gili mengatakan bincang literasi tentang kepenulisan sangat penting, dan ini menjadi literasi dasar dari enam literasi sekolah. Karena itu, kepenulisan (literasi baca tulis) menjadi pintu masuk ke literasi lainnya yang semuanya memberi manfaat besar bagi kehidupan manusia.

Laurens mengajak siswa untuk terus menumbuhkan kebiasaan menulis dan membaca karena pasti memberi manfaat di kemudian hari.

"Anak-anak perlu terus-menerus melatih diri sehingga memiliki kompetensi/skill menulis yang baik," katanya.

Menurut Laurensius, kegiatan yang tampak sederhana ini akan memberi dampak besar. Teruslah berlatih karena kegiatan awal ini hanya pemicu.*




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment