Seorang Pelajar SMA di Bajawa Meninggal Akibat Lakalantas di Radha
Penulis: Wim de Rozari/Editor: Wentho Eliando

By Editor Florespos 12 Jun 2021, 15:25:52 WIB Nusa Bunga
Seorang Pelajar SMA di Bajawa Meninggal Akibat Lakalantas di Radha

Kapolres Ngada, AKBP Rio Cahyowidi S.I.K.M.I.K


Bajawa, Florespos.net-Seorang pelajar SMA Negeri di Bajawa, yang kemudian diketahui bernama Davitson Wiliam Repu Petrus (17) meninggal dunia akibat kecelakaan lalulintas (Lakalantas) di Radha, Desa Bowali, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada pada Jumat (11/6/2021).

Kapolres Ngada, AKBP Rio Cahyowidi S.I.K.M.I.K melalui Kasat Lantas Polres Ngada, Iptu Lino De Jesus didampingi Kanit Laka, Walterius D.Jegho, kepada Florespos.net, di Mapolres, Jumat (11/6/2021) mengatakan Lakalantas yang mengakibatkan satu orang korban jiwa adalah kecelakaan antara pengendara sepeda motor dan kendaraan roda empat terjadi di Radha.

Iptu Lino De Jesus menjelaskan, kejadian Lakalantas pada pada Jumat (11/6/2021) sekitar pukul 12.30 Wita. Dimana dua kendaraan sepeda motor berjalan beriringan dari arah Bajawa menuju Soa. Satu sepeda motor Scoopy warna abu-abu tanpa nomor Polisi diikuti satu motor CB 150 R warna hitam nomor Polisi DH 5387 KD.

Baca Lainnya :

Setibanya di tempat kejadian (TKP), kata Iptu Lino De Jesus, pengendara sepeda motor Scoopy yang dikendarai Januario Imanuel Lusi (17) berboncengan dengan Davitson Wiliam Repu Petrus, sama-sama merupakan warga Jalan Sisimangaraja, Kelurahan Ngedukelu, Kecamatan Bajawa melakukan pengereman dengan kondisi jalan tikungan dan terdapat tumpahan pasir.

Iptu Lino De Jesus mengatakan, sepeda motor Scoopy itu jatuh terpeleset pasir terbuang ke arah jalur sebelah kanan dan membentur roda depan bagian kanan mobil taft yang dikemudikan oleh Erasmus Nono, seorang anggota Polisi beralamat di Kelurahan Trikora, Bajawa yang datang dari arah berlawanan, yaitu Soa menuju Bajawa.

Dalam waktu bersamaan, kata Iptu Lino De Jesus, posisi di belakang sepeda motor Scoopy kurang lebih berjarak 25 meter terdapat sepeda motor CB 150 R dikendarai Erikson Adoe, warga yang berprofesi sebagai mahasiswa dan berboncengan dengan Rian Nataniel Ngguluama (23). Keduanya, merupakan warga jalan Ruko No. 7 Oebofu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Iptu Lino De Jesus mengatakan, akibat kejadian itu, Wiliam Repu (Penumpang sepeda motor Honda Scoopy) mengalami luka robek di pipi kiri, luka lecet di tangan kanan dan kiri, luka lecet di lutut kaki kiri dan luka lecet di leher. Selanjutnya korban di antar menuju RSUD Bajawa dan sesaat setelah itu meninggal Dunia di RSUD Bajawa.

Sementara itu pengandara sepeda motor Scoopy, Januario Imanuel Lusi mengalami luka-luka di bagian mulut, lecet di kedua tangan, di pinggul bagian belakang juga lecet di kaki kanan dan kiri. Saat ini, kata Iptu Lino De Jesus, korban ini dirawat di RSUD Bajawa. Kedua korban yang juga terjatuh masing-masing, Erikson Adoe dan Rian Nataniel Ngguluama yang menggunakan motor motor CB 150 R, mengalami luka lecet di telapak tangan juga kaki.

Iptu Lino De Jesus menambahkan, kejadian Lakalantas itu disebabkan karena pengendara sepeda motor Scoopy kurang hati-hati di jalan menurun apalagi terdapat pasir yang berserakan tumpahan dari kendaraan pengangkut pasir yang melewati jalan tersebut.

Terkait kasus ini, kata Iptu Lino De Jesus, pihaknya telah meminta keterangan saksi dari pengendara sepeda motor CB 150 R, juga pengendara mobil taft Erasmus Nono. Barang bukti berupa 2 sepeda motor yang rusak ringan kendaraan roda empat yakni mobil taft saat ini telah diamankan di Mapolres Ngada.

Paman dari korban meninggal, yakni Yonas Tandere kepada Florespos.net, di rumah duka, Jumat (11/6/2021) mengatakan pemerintah harus lebih tegas terhadap penggunaan kendaraan yang memuat material pasir yang menggunakan jalan umum.

Instansi terkait katanya, mesti lebih bersikap tegas terhadap penggunaan kendaraan memuat pasir tanpa standar yang benar seperti tidak ditutup dengan terpal maupun tutupan bak belakang yang tidak ditutup rapat sehingga mengakibatkan pasir ataupun kelikir keluar dari kendaraan dan berceceran di jalan.

Walaupun kematian ponakannya merupakan ajal namun ketika jalan hotmix penuh dengan kelikir dan pasir maka mengakibatkan kejadian fatal tersebut terjadi.

Diungkapkannya bahwa informasi yang diperoleh ke empat orang itu termasuk keponakannya berniat ke lokasi pemandian air panas Mengeruda-Soa karena 2 orang asal Kupang yang juga kerabat dari Januario Imanuel Lusi yang merupakan pemilik sepeda motor Scoopy akan kembali ke Kupang pada Sabtu (12/6/2021), namun belum sempat tiba lokasi panas Soa terjadi Lakalantas.

Informasi yang dihimpun Florespos.net, almarhum merupakan putra semata wayang bertetangga dekat dan juga merupakan sahabat dengan Januario Imanuel Lusi yang saat ini masih dirawat di RSUD Bajawa. *




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment