Renungan Harian
Oleh P. Kons Beo, SVD

By Admin Florespos 25 Sep 2021, 21:37:40 WIB Mimbar Minggu
Renungan Harian

P. Kons Beo, SVD - tinggal di Collegio San Pietro, Roma.


Minggu, 26 September 2021, Pekan Biasa XXVI – (St. Kosmas, St. Damianus, St. Paulus VI-Paus ke-262)

Bacaan I: Bilangan, 11:25-29

Mazmur, 19:8.10.12-13.14

Baca Lainnya :

Bacaan II: Yakobus, 5:1-6

Injil Markus, 9:38-43.45.47-48

"Nolìte prohìbere eum..."/Janganlah kamu cegah dia! – (Mrk. 9:39).

Ternyata Yohanes keliru besar. Dikiranya laporannya kepada Yesus dibenarkan. Itu gara-gara ada orang lain yang mengusir setan dalam nama Yesus. Orang itu dicegah. Alasannya, "Ia bukan pengikut kita" (Mrk 9:38).

Reaksi Yesus sungguh menantang: "Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita" (Mrk 9:40). Karena itu, seturut Yesus, tak usah 'maen cegat-cegat orang.'

Arahan Yesus jelas. Tepat! Yesus tak membentuk satu kelompok khusus. Yesus hanya pro pada nilai, pada martabat manusia, dan pada perbuatan baik. Bukan soal pada  terhitung atau tidak terhitung sebagai pengikut-Nya.'

Yang ditegaskan-Nya adalah  bukan satu kelompok mati. Tetapi mesti ada orang yang menghidupkan amal perbuatan baik. Itulah yang terpenting. Bukankah nilai itu milik semesta dan diperuntukkan demi semesta pula?

Tuhan tak bisa dipaku mati hanya untuk kita! Hanya demi kebesaran nama kita. Tuhan terlalu kaya dan maha luas untuk hadir dalam siapa saja yang berbuat baik.

Musa wajib ingatkan Yosua bin Nun. Tak usahlah panik bila ternyata Edad dan Medad dipenuhi Roh! Orang-orang dan Yosua memang merasa risih bahwa kedua anak muda itu mendapat karunia Roh (cf. Bil 11:28-29). Kuasa Roh Tuhan senantiasa terpenuhi pada siapa pun yang dikehendaki.

Maka, bergembiralah bersama. Bahwa siapa pun sesama oleh kehendak Tuhan, dapat berbuat baik. Tuhan mengutus dan menggerakkan orang-orang yang dipanggil-Nya.

Saat Tuhan 'bebas dan tanpa syarat' dalam panggilan-Nya demi perbuatan baik, lihatlah betapa besar dan berat syarat kita terhadap sesama. Apalagi, saat kita merasa punya kuasa. Jadinya, kitalah yang memegang standar untuk melayakkan atau tidak melayakkan sesama. Iya, karena kita terlanjur tinggikan diri sebagai murid yang 'lebih pantas.'

Bergerak dan digerakkan secara bersama demi nilai dan perbuatan baik, itulah kekuatan panggilan kristiani. Kita toh tak dapat berjalan sendiri dalam pelayanan kasih. Sebagai Gereja, kita bersama-sama dan dengan dunia dipanggil untuk berbuat baik!

Karenanya, tak boleh merasa risih andaikan ada orang (lain) yang berbuat baik. Apalagi harus sampai mencegahnya. Tak usah! Yang semestinya: biarkan dan  dukunglah orang yang (hendak) berbuat baik. Tetapi, cegahlah siapa pun yang mengarah kepada yang suram! Bukankah demikian?

Verbo Dei Amorem Spiranti

Selamat Hari Minggu.

Tuhan memberkati.

Amin.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment