Peringati Hari Lingkungan Hidup, Mahasiswa STP Reinha Pungut Sampah di Pantai Sarotari
Penulis: Frans Kolong Muda/Editor: Anton Harus

By Editor Florespos 08 Jun 2021, 20:55:22 WIB Pendidikan
Peringati Hari Lingkungan Hidup, Mahasiswa STP Reinha Pungut Sampah di Pantai Sarotari

Dosen, para mahasiswa-mahasiswi STP Reinha Larantuka, Lurah Sarotari dan perangkat, pose bersama seusai giat pembersihan sampah di pantai Sarotari, Kecamatan Larantuka, Senin (31/5/2021). Bhakti pembersihan ini dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, 6 Juni 2021. (dok. stp reinha larantuka).


Larantuka, Florespos.net - Mahasiswa dan dosen Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Reinha Larantuka dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup, 6 Juni 2021, telah mewujudkan kepedulian nyata melalui kegiatan bhakti sosial memungut sampah-sampah di sepanjang jalur pantai Kelurahan Sarotari, Kecamatan Latantuka.

Bhakti pembersihan lingkungan Pantai Sarotari telah dilaksanakan, Senin (31/5/2021). Kegiatan diikuti 31 orang mahasiswa-mahasiswi dipimpin dosen pengampu mata kuliah Ekopastoral STP Reinha Larantuka, Krisantus M. Kwen. Lurah Sarotari Donatus Seran Goran bersama staf kelurahan juga terlibat dalam kegiatan pembersihan lingkungan pantai tersebut.

Krisantus M. Kwen, dosen mata Kuliah Ekopastoral kepada Florespos.net, Selasa (6/6/2021) melaporkan bahwa dalam rangka Hari Lingkungan Hidup 2021, dosen dan mahasiswa STP Reinha Larantuka yang berkampus di Kelurahan Waibalun, telah melaksanakan bhakti pembersihan lingkungan sepanjang pesisir pantai di Kelurahan Sarotari. Kegiatan peduli lingkungan hidup ini sudah dilakukan pada Senin (31/5/202), juga turut terlibat Lurah Satotari, Donatus Seran Goran dan stafnya.

Baca Lainnya :

Krisantus M. Kwen yang akrab disapa San Kwen menjelaskan bahwa kepedulian sivitas kampus STP Reinha Larantuka terhadap kebersihan lingkungan pantai Sarotari sebagai wujud  dari praksis bentuk Pastoral ekologi yang menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan pembersihan lingkungan di sepanjang pesisir pantai Sarotari, libatkan 31 mahasiswa-mahasiswi peserta mata kuliah Ekopastoral dan dosen pengampu, bersama Lurah Satotari Donatus Seran Goran dan staf kelurahan.

"Momentum hari Lingkungan Hidup memberi kesadaran para mahasiswa-mahasiswi STP Reinha Larantuka, merefleksikan panggilan orang Kristiani yakni manusia harus menyadari pentingnya kesatauannya dengan alam. Gereja selalu berseru agar manusia selalu memerlakukan alam sebagai ciptaan Tuhan. Bumi harus menjadi rumah bagi manusia dan seluruh makhluk yang lain," tandas San Kwen, Magister Theologi, STFK Ledalero itu.

Lurah Sarotari, Donatus Seran Goran dalam kesaksiannya di sela-sela kegiatan bhakti pembersihan pantai tersebut sebagaimana dikutip San Kwen, bahwa sampah-sampah yang berserakan di sepanjang pantai Sarotari, bukan hanya limbah plastik  pembungkus makanan dan minuman instan, tapi juga karung-karung plastik, dan jenis  kororan lainnya yang menodai lingkungan pantai.

"Arus laut di selat Gonzalu, sangat deras. Lewat arus laut yang sangat kuat itu, banyak sampah terbawa. Sampah-sampah  terdampar di sepanjang pesisir karena tertahan atau terhalang adanya kapal-kapal nelayan yang tertambat di pinggiran pantai. Sampah terjebak dan berserakan saat air laut surut. Jika tidak ada kapal yang ditambat di tepi pantai Sarotari, mestinya sampah-sampah itu terus hanyut keluar mulut selat Gonzalu," ungkap Lurah Seran.

Dalam kegiatan bakti pembersihan lingkungan pantai Sarotari itu, lanjut San Kwen, terlihat ada 5 buah kapal nelayan KM. Flotim yang tertanbat di tepi pantai Sarotari. Selain itu, ada juga kapal yang sudah rusak tapi masih dibiarkan pemiliknya diikat di bibir pantai.

Dalam giat Bhakti sosial pemungutan sampah pantai, para mahasiswa bersama aparat Kelurahan Sarotari berhasil mengumpulkan sampah-sampah sebanyak puluhan karung. Sampah yang terkumpul, kemudian diangkut menggunakan mobil pickup milik kampus STP Reinha Larantuka untuk dititipkan di tempat penampungan sampah sementara yang ada di pinggir jalan di lingkungan Kelurahan Sarotari.

Ilon Pulo Muda salah seorang mahasiswi STP Reinha Larantuka, juga peserta bhakti sosial pembersihan pantai, mengaku ia dan teman-teman mahasiswa-mahasiswi merasa senang terlibat dalam praksis karya ekologi dalam rangka Hari Lingkungan Hidup tahun 2021.

"Kami tidak hanya bekerja dengan rasa gembira, karena praksis pada mata kuliah Ekopastoral, tetapi kami tahu bahwa sepanjang pantai yang kami bersihkan, juga salah satu pesisir yang menjadi jalur Prosesi Laut,  para peziarah mengantar patung Tuan Meninu (Bayi Yesus) pada setiap hari Jumat Agung di Larantuka. Kita semua berharap kepada Pemkab Flotim dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup juga memberi perhatian lebih, menjadikan pantai Sarotari daerah bebas sampah. Minimal pada waktu-waktu tertentu mobil pengangkut sampah milik dinas tersebut, segera  mengosongkan sampah yang membludak di sejumlah bak penampungan sampah  sementara di lingkungan Sarotari. Mahasiswa STP Reinha juga menyampaikan terima kasih atas keterlibatan Lurah dan perangkatnya dengan setia menemani dalam bhakti pembersihan sampah," ucap Ilon. *




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment