Percabulan Anak Kandung di Manggarai, Terduga Akui Perbuatan
Penulis: Christo Lawudin/Editor: Wentho Eliando

By Editor Florespos 14 Sep 2021, 17:45:12 WIB Hukum
Percabulan Anak Kandung di Manggarai, Terduga Akui Perbuatan

Terduga FJ saat tiba di Mapolres Manggarai pasca ditangkap di rumahnya.


Ruteng, Florespos.net-Penyelidik Polres Manggarai menyelidiki kasus percabulan dengan korban anak kandung. Dari hasil penyelidikan sementara ini, terduga pelaku, FJ (40) mengakui perbuatannya.

“Terduga sudah diamankan. Proses penyelidikan akan dilakukan dengan baik. Keterangan awal, terduga FJ mengakui perbuatannya,” kata Kapolres AKBP Mas Anton Widyodigdo melalui Humas Ipda I Made Budiarsa dalam rilis yang diterima wartawan di Ruteng, Senin (13/9/2021).

Budiarsa mengatakan, penyelidikan lebih terhadap terduga sudah pasti dilakukan secara intensif. Penyelidikan akan lebih mudah karena terduga FJ (40), yang berstatus ayah kandung sudah di tahan di Mapolres.

Baca Lainnya :

Pengakuan itu, kata Budiarsa tentu akan ditindaklanjuti dengan unsur-unsur lain dalam seluruh proses hukum kasus percabulan anak di bawah umur dan berstatus pelajar itu.

“Tentu akan dilakukan pendalaman-pendalaman atas keterangan-keterangan yang diberikan,” katanya.

Budiarsa mengatakan, dalam proses ini, terduga pelaku, korban, dan barang bukti telah diamankan polisi.

“Untuk korban, pemeriksaan pasti dilakukan dengan lebih mendalam guna mendapatkan data dan informasi lebih lengkap dan detail tentang tindakan yang dialaminya,” katanya.

Terduga pelaku, kata Budiarsa, melakukan tindakan percabulan selalu diikuti dengan ancaman dan tindak kekerasan kalau menolak kemauannya. Apa yang dialami siswi SMP sudah tak bisa ditahan lagi sehingga mengadu ke kakaknya.

Kasus percabulan remaja di Kota Ruteng mendapat reaksi keras warga. Seorang ibu, Mariani Lajum mengatakan sangat sedih dan kecewa ketika kasus ini terbuka ke publik.

Dia kecewa karena kasusnya terjadi antara ayah dan anak dan kejadiannya terus menerus sejak kelas satu SMP hingga kelas tiga sekarang ini.

“Terduga memang harus diperiksa psikiater juga, apakah sehat atau tidak jiwanya. Perbuatannya sangat tidak dibenarkan sama sekali,” kata Mariani.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus ini terjadi di Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong, Manggarai. Kasusnya terbongkar setelah dilaporkan ke polisi oleh kakak korban, Minggu (12/9).*




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment