Pengelola Desa Wisata di Ngada Ikut Pelatihan
Penulis: Wim de Rozari/Editor: Anton Harus

By Editor Florespos 24 Sep 2021, 20:43:20 WIB Nusa Bunga
Pengelola Desa Wisata di Ngada Ikut Pelatihan

Peserta pelatihan pengelolaan desa wisata Kabupaten Ngada.


Bajawa,Florespos.net – Dinas Pariwisata Kabupaten Ngada sejak Kamis hingga Jumat (21-24/9/2021) menggelar kegiatan pelatihan pengelolaan Desa Wisata tingkat Kabupaten Ngada tahun 2021. Dalam pelatihan ini Dinas Pariwisata menghadirkan narasumber, Ferdinandus Watu,S.Fil seorang pelopor desa wisata yang juga adalah Kepala Desa Detusoko Barat Kabupaten Ende.

Pembukaan kegiatan tersebut dilakukan oleh Wakil Bupati Ngada Raymundus Bena di aula Hotel Nusantara Bajawa, Kamis (23/9/2021).

Ketua panitia kegiatan Heribertus Wae dalam laporannya mengatakan. Pelatihan diikuti utusan dari 22 Desa/Kelurahan di Kabupaten Ngada yang memiliki potensi kepariwisataan dalam wilayah kawasan strategis Pariwisata Kabupaten Ngada. Masing-masing desa/kelurahan  mengutus 2 orang peserta.

Baca Lainnya :

Kegiatan ini diharapkan dapat mewujudkan sumber daya manusia yang lebih berkompeten dan profesional dalam masyarakat di desanya sekaligus menghadirkan spirit desa wisata di wilayahnya.

Kegiatan yang dilakukan lewat metode ceramah dialog dan kerja kelompok juga menghadirkan nara sumber lainnya yakni Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ngada, Martinus Methodius Reo Maghi serta koordinator pendamping Irenius V. Menge Mada selaku pengelola objek wisata Bukit Watuata, Desa Wawowae dan pendamping lokal Martin Depores Y.P.Doko selaku pengelola objek wisata Pantai Lekoena, Pelopor Pokdarwis Lekoena.

Wakil Bupati Ngada Raymundus Bena dalam sambutannya mengatakan bahwa kondisi pandemi Covid-19 turut memengaruhi kegiatan pariwisata di Kabupaten Ngada. Walau demikian komitmen pemerintah di bawah kepemimpinannya bersama Bupati Ngada Andreas Paru tetap memberikan tempat sendiri dalam pembangunan pariwisata.


Ferdinandus Watu,S.Fil.

Tante Nela Paris  yang berarti Tani ,Ternak,Nelayan dan Pariwisata menggambarkan bahwa sektor ini merupakan sektor unggulan yang harus terus dikembangkan.

Pelatihan bagi pengelola desa wisata diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia dalam pengelolaan objek wisata di masing-masing wilayah.

Pemerintah menyadari tantangan yang cukup berat dalam pengembangan desa wisata di mana selain adalah persoalan dana namun yang tidak kalah pentingnya juga adalah sumber daya manusia itu sendiri yang turut menentukan perkembangan pariwisata di desa tersebut.

Wabup Raymundus berharap setiap kepala desa yang memiliki potensi wisata dapat memanfaatkan potensi wisata di desanya guna mendukung pengembangan ekonomi masyarakat serta dapat menjadi sumber pendapatan desa. *




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment