Pempus Belum Bangun Perumahan Korban Bencana di Lokasi Saosina dan Nelelamadike
Penulis: Frans Kolong Muda/Editor: Anton Harus

By Editor Florespos 25 Mei 2021, 11:53:02 WIB Nusantara
Pempus Belum Bangun Perumahan Korban Bencana di Lokasi Saosina dan Nelelamadike

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PKPP) Kabupaten Flotim, Eduardus J. Fernandez.


Larantuka, Florespos.net - Pemerintah Pusat cq Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sampai dengan akhir Mei 2021 belum melaksanakan pembangunan perumahan untuk para korban bencana banjir bandang di lokasi permukiman baru di Desa Saosina Kecamatan Adonara Timur dan Desa Nelelamadike Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PKPP) Kabupaten Flotim, Eduardus J. Fernandez yang dikonfirmasi Florespos.net, Selasa (25/5/2021) membenarkan bahwa realisasi proyek pembangunan perumahan para korban di dua lokasi bencana yakni di  Kecamatan Adonara Timur dan Kecamatan Ile Boleng, belum berjalan karena masih dalam proses pematangan lokasi lahan yang akan dijadikan permukiman baru.

"Penyerahan lahan permukiman baru di Saosina dan Nelemadike sudah final. Sekarang sedang dalam proses pematangan dan dalam waktu dekat pelaksanaan pembangunan perumahan," kata Kadis  Eduardus.

Baca Lainnya :

Sebagaimana ditayangkan Florespos.net,  Minggu, (16/5/2021),  Kadis PKPP Flotim, Eduardus J. Fernandez melaporkan bahwa Pemerintah Pusat cq Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui kontraktor pelaksana PT. Andhy Karya, sejak 1 Mei 2021 mulai melaksanakan pembangunan 50 unit rumah para korban banjir bandang di Desa Onyang Barang, Kecamatan Wotan Ulumado, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi NTT.

Pemerintah Kabupaten Flotim mengharapkan adanya kepastian luas lahan di Desa Saosina dan Desa Nelelamadike  untuk kepentingan relokasi permukiman baru bagi para korban bencana banjir bandang yang terjadi pada Minggu (4/4/2021).  Kepastian lahan di dua lokasi tersebut sehingga pelaksanaan pembangunan perumahan berjalan  sebagaimana sudah berjalan di Desa Oyang Barang, Kecamatan Wotan Ulumado.

Eduardus mengatakan pasca bencana banjir di Pulau Adonara, Pempus mengalokasikan anggaran negara (APBN) membiayai proyek  pembangunan 300 unit rumah instan sederhana sehat (RISHA) yang diperuntukkan bagi para korban bencana banjir di Desa Waiburak, Kelurahan Waiwerang Kota, Desa Nelelamadike, dan Desa Oyang Barang.

Untuk kepentingan relokasi para korban bencana banjir di Adonara, Pemkab Flotim telah menyiapkan lahan seluas 6,6 hektare (Ha). Lahan yang dihibahkan pemilik tanah untuk kepentingan pembangunan RISHA di tiga titik lokasi permukiman baru. 

"Lahan seluas 6,6 Ha merupakan hibah dari masyarakat pemilik tanah, masing-masing di Desa Nelelamadike Kecamatan Ile Boleng seluas 1,4 Ha dengan alokasi rumah yang akan dibangun sebanyak 50 unit rumah, lokasi lahan di Desa Oyang Barang seluas 1,2 Ha akan dibangun 50 unit rumah, dan lokasi lahan di Desa Saosina seluas 4 Ha akan dibangun 200 unit rumah untuk permukiman baru para korban banjir di Desa Waiburak dan Waiwerang Kota," katanya.  

Hibah lahan permukiman baru dari pemilik tanah dibuktikan dengan berita acara penyerahan lahan kepada Pemerintah Flotim dan selanjutnya proses sertifikasi oleh BPN. Pelaksanaan pembangunan perumahan dilakukan lebih dulu sebelum proses sertifikasi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Flotim.

"RISHA yang dibangun Pemerintah Pusat  merupakan rumah permanen tipe 36 yang dibiayai sumber dana APBN 2021. Alokasi anggaran pembangunan per unit rumah senilai Rp Rp126 juta," lapor Eduardus.

Dinas PKPP Flotim sudah final melakukan pendataan akurat, riil kondisi rumah-rumah penduduk yang rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan. Kerusakan rumah penduduk disebabkan siklon Seroja tersebar di 7 Kecamatan di Pulau Adonara yakni: Kecamatan  Adonara Timur, Kecamatan Ile Boleng, Kecamatan Wotan Ulumado, Kecamatan Adonara Tengah, Kecamatan Adonara, Kecamatan Adonara Barat dan Kecamatan Klubagolit.

Disebutkan pada Kamis (15/4/2021) Dinas PKPP Flotim sudah melakukan pendataan final. Data kerusakan rumah berada di 20 desa yang tersebar di 7 kecamatan. Total rumah penduduk yang rusak sebanyak 374 unit rumah. Rinciannya rumah yang rusak berat 252 unit rumah, rusak sedang 19 unit rumah, dan rusak ringan 101 unit rumah. Dari total rumah yang rusak terdampak bencana banjir,  akan ditangani  Kementerian Pekerjaan Umum  dan Perumahan Rakyat sebanyak 224 unit rumah dan 150 unit rumah lain akan ditangani oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Laporan tingkat kerusakan rumah menurut desa di kecamatan terdampak bencana Adonara sebagai berikut: Kecamatan Adonara Timur ada 3 desa/kelurahan yakni, Kelurahan Waiwerang Kota 62 unit rumah rusak berat dan 36 unit rumah rusak ringan.  Jumlah rumah rusak ini akan ditindaklanjuti penanganannya oleh PUPR 80 unit rumah dan oleh BNPB 18 unit rumah. Desa Waiburak 55 unit rumah rusak berat dan 7 unit rumah rusak sedang.

Ditindaklanjuti penanganannya oleh PUPR 47 unit rumah dan BNPB 15 unit rumah, Desa Saosina 9 unit rumah rusak berat dan 5 unit rumah rusak ringan, semua rumah yang rusak akan ditindaklanjuti penanganannya oleh BNPB.

Kecamatan Ile Boleng: Desa Nelelamadike 53 unit rumah rusak berat, rusak sedang 5 unit rumah, dan rusak ringan 1 unit rumah. Rumah yang rusak semuanya akan ditangani PUPR, Desa Nobo 14 unit rumah rusak berat dan 7 unit rusak ringan, semuanya akan ditangani BNPB, Desa Neleblolong rusak berat 2 unit rumah dan rusak ringan 3 unit rumah,  semuanya akan ditangani BNPB.

Kecamatan Wotan Ulumado: Desa Oyang Barang 10 unit rumah rusak berat dan rusak ringan 5 unit rumah, semuanya akan ditangani PUPR. Desa Demondei 1 unit rumah rusak berat dan rusak ringan 4 unit rumah, semuanya akan ditangani PUPR. Desa Kawela 2 unit rumah rusak berat dan rusak ringan 17 unit rumah, semuanya akan ditangani BNPB. Desa Pandai 1 unit rumah rusak berat. Kecamatan Adonara Tengah: Desa Kenotan 1 unit rumah rusak berat.

Kecamatan Adonara: Desa Sagu 18 unit rumah rusak berat dan rusak ringan 3 unit rumah, semuanya akan ditangani BNPB dan  Desa Adonara 2 unit rumah rusak berat dan rusak ringan 5 unit rumah, semuanya akan ditangani PUPR.

Kecamatan Adonara Barat: Desa Danibao 2 unit rumah rusak berat dan rusak ringan 4 unit rumah, semuanya akan ditangani BNPB. Desa Duanur 6 unit rumah rusak ringan. Desa Nimundanibao 6 unit rumah rusak berat dan 1 unit rumah rusak ringan, semuanya akan ditangani BNPB.

Desa Waiwadan 5 unit rumah rusak berat akan ditindaklanjuti BNPB. Desa Ilepati 3 unit rumah rusak berat dan rusak ringan 3 unit rumah, semunya akan ditindaklanjuti BNPB. Desa Waitukan 7 unit rumah sedang dan rusak ringan 3 unit rumah, semuanya akan  ditindaklanjuti BNPB.

Kecamatan Klubagolit: Desa Mangaleng 7 unit rumah rusak sedang dan rusak ringan 3 unit rumah, semuanya akan ditindaklanjuti oleh  BNPB.

Dinas PKPP Flotim juga telah melakukan identifikasi korban rumah penduduk yang hilang diterjang banjir bandang Minggu (4/4/2021) terdata sebanyak 173 unit rumah.

Banjir bandang di Kecamatan Adonara Timur terdampak di dua Desa/Kelurahan yakni Kelurahan Waiwerang Kota. Di Waiwerang Kota rumah penduduk yang hilang sebanyak 66 unit rumah dan Desa Waiburak sebanyak 55 unit rumah hilang.

Kecamatan  Wotan Ulumado, 4 unit rumah di Desa Oyang Barang hilang diterjang banjir. Kecamatan Ile Boleng sebanyak 47 unit rumah di Desa Nelelamadike hilang diterjang banjir. Kecamatan Adonara, 1 unit rumah di Desa Sagu hilang disapu banjir. *




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment


Kanan - Iklan SidebarKanan-Iklan ILM

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.